29 C
Jakarta
Wednesday, May 22, 2024
spot_img

Tragedi Kanjuruhan Jadi Pembelajaran untuk Semua

PALANGKA RAYA, PROKALTENG. CO-Tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam. Setelah pertandingan tuntas dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu, sejumlah oknum suporter Arema FC dilaporkan turun ke lapangan.

Kemudian suporter lainnya ikutan, akibat massa tidak bisa dikendalikan akhirnya gas air mata pihak kepolisian pun terjadi. Alhasil, terjadi penumpukan massa. Desak-desakkan pun tak terelakkan hingga jatuh banyak korban jiwa.

Ini merupakan luka yang mendalam bagi sejarah persepak bolaan Indonesia. Atas insiden ini, Kapolres Palangka Raya ungkap Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H ikut berduka cita.

Baca Juga :  Bali United Tolak Hapus Sistem Degradasi

Sebagai wujud ikut berbelasungkawa atas insiden tersebut, Polresta Palangka Raya mengundang Aremania Palangka Raya, Kalteng Mania, beserta Suporter bola lainnya, melakukan doa bersama untuk korban tragedi di Kanjuruhan Malang, di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, Senin (3/10/2022) malam.

“Ini menunjukkan  betul-betul niat tulus dari kita berbelasungkawa dan luka yang mendalam terhadap tragedi yang telah terjadi di stadion Kanjuruhan, makanya kita mengajak seluruh suporter yang ada di Palangka Raya untuk bersama-sama melaksanakan doa bersama, ” ungkap Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H. Senin(3/10/2022) malam.

Dia juga menyampaikan bahwa kejadian yang ada di Kanjuruhan menjadi tragedi yang terakhir kalinya di persepak bolaan Indonesia,  jangan sampai terulang kembali.

Baca Juga :  Bupati Tegaskan Segera Selesaikan Laporan Keuangan

“Karena akan ada pertandingan Kalteng Putra yang akan berlaga di liga 2, kita berharap dari petugasnya sampai rekan-rekan penontonnya  untuk bersama-sama dapat mengontrol diri, dan kami sebagai petugas keamanan akan mengamankan sepak bola dengan humanis betul-betul merangkul para suporter sehingga pertandingan berjalan dengan baik, dan penonton menikmatinya tanpa adanya keributan, tragedi yang telah terjadi ini sebagai pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya. (rin)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG. CO-Tragedi di Stadion Kanjuruhan terjadi setelah laga Liga 1 antara tuan rumah Arema FC dan tim tamu Persebaya Surabaya rampung digelar pada Sabtu (1/10/2022) malam. Setelah pertandingan tuntas dengan skor 3-2 untuk kemenangan tim tamu, sejumlah oknum suporter Arema FC dilaporkan turun ke lapangan.

Kemudian suporter lainnya ikutan, akibat massa tidak bisa dikendalikan akhirnya gas air mata pihak kepolisian pun terjadi. Alhasil, terjadi penumpukan massa. Desak-desakkan pun tak terelakkan hingga jatuh banyak korban jiwa.

Ini merupakan luka yang mendalam bagi sejarah persepak bolaan Indonesia. Atas insiden ini, Kapolres Palangka Raya ungkap Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H ikut berduka cita.

Baca Juga :  Bali United Tolak Hapus Sistem Degradasi

Sebagai wujud ikut berbelasungkawa atas insiden tersebut, Polresta Palangka Raya mengundang Aremania Palangka Raya, Kalteng Mania, beserta Suporter bola lainnya, melakukan doa bersama untuk korban tragedi di Kanjuruhan Malang, di Stadion Tuah Pahoe, Kota Palangka Raya, Senin (3/10/2022) malam.

“Ini menunjukkan  betul-betul niat tulus dari kita berbelasungkawa dan luka yang mendalam terhadap tragedi yang telah terjadi di stadion Kanjuruhan, makanya kita mengajak seluruh suporter yang ada di Palangka Raya untuk bersama-sama melaksanakan doa bersama, ” ungkap Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.H. Senin(3/10/2022) malam.

Dia juga menyampaikan bahwa kejadian yang ada di Kanjuruhan menjadi tragedi yang terakhir kalinya di persepak bolaan Indonesia,  jangan sampai terulang kembali.

Baca Juga :  Bupati Tegaskan Segera Selesaikan Laporan Keuangan

“Karena akan ada pertandingan Kalteng Putra yang akan berlaga di liga 2, kita berharap dari petugasnya sampai rekan-rekan penontonnya  untuk bersama-sama dapat mengontrol diri, dan kami sebagai petugas keamanan akan mengamankan sepak bola dengan humanis betul-betul merangkul para suporter sehingga pertandingan berjalan dengan baik, dan penonton menikmatinya tanpa adanya keributan, tragedi yang telah terjadi ini sebagai pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya. (rin)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru