28.4 C
Jakarta
Sunday, July 21, 2024
spot_img

Gagal Raih Gelar Juara dari Singapore Open 2024, Fajar/Rian Sebut Begini

PROKALTENG.CO-Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus puas berada di posisi runners up ajang Singapore Open 2024. Gagal membawa pulang gelar juara membuat Fajar/Rian mengaku siap bangkit di BWF Super 1000 Indonesia Open.

Di pertandingan final sendiri, Fajar/Rian harus mengakui keunggulan pasangan muda China He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

Wakil Indonesia itu harus mengakui keunggulan lawannya dua gim langsung, 19-21, 14-21 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (3/6/2024).

Dengan kekalahan ini, Fajar mengaku akan menjadikan ini pelajaran dan simulasi menuju ajang Olimpiade Paris 2024.

“Kami menganggap Singapore Open dan Indonesia Open pekan depan sebagai ajang simulasi menuju Olimpiade. Walau begitu, kami tetap punya target. Semoga kami bisa menampilkan yang lebih baik di hadapan publik sendiri,” kata Fajar, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.

Baca Juga :  MotoGP Spanyol 2024: Peco Juara, Duel Panas Terjadi!

Ia sangat menyayangkan mereka sempat kehilangan momentum dan hal tersebut kemudian sangat sulit untuk kembali bisa mereka dapatkan.

“Memang sangat disayangkan di gim pertama saat kami sudah mengejar tapi tidak bisa mendapatkan satu poin lagi untuk memaksakan setting. Pertahanan mereka cukup rapat, beberapa kali kami gagal menembus oleh serangan kami,” ungkap Fajar.

Sementara itu, Rian mengaku lawan sedikit lebih unggul karena mereka bermain lepas memiliki pertahanan yang begitu rapat.

“Lawan bermain luar biasa, kami tidak bisa mengimbangi speed dan power mereka. Sebagai pasangan baru mereka bermain percaya diri dan nothing to lose,” ungkap Rian. (fajar/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus puas berada di posisi runners up ajang Singapore Open 2024. Gagal membawa pulang gelar juara membuat Fajar/Rian mengaku siap bangkit di BWF Super 1000 Indonesia Open.

Di pertandingan final sendiri, Fajar/Rian harus mengakui keunggulan pasangan muda China He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

Wakil Indonesia itu harus mengakui keunggulan lawannya dua gim langsung, 19-21, 14-21 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (3/6/2024).

Dengan kekalahan ini, Fajar mengaku akan menjadikan ini pelajaran dan simulasi menuju ajang Olimpiade Paris 2024.

“Kami menganggap Singapore Open dan Indonesia Open pekan depan sebagai ajang simulasi menuju Olimpiade. Walau begitu, kami tetap punya target. Semoga kami bisa menampilkan yang lebih baik di hadapan publik sendiri,” kata Fajar, dikutip dari keterangan singkat PP PBSI.

Baca Juga :  MotoGP Spanyol 2024: Peco Juara, Duel Panas Terjadi!

Ia sangat menyayangkan mereka sempat kehilangan momentum dan hal tersebut kemudian sangat sulit untuk kembali bisa mereka dapatkan.

“Memang sangat disayangkan di gim pertama saat kami sudah mengejar tapi tidak bisa mendapatkan satu poin lagi untuk memaksakan setting. Pertahanan mereka cukup rapat, beberapa kali kami gagal menembus oleh serangan kami,” ungkap Fajar.

Sementara itu, Rian mengaku lawan sedikit lebih unggul karena mereka bermain lepas memiliki pertahanan yang begitu rapat.

“Lawan bermain luar biasa, kami tidak bisa mengimbangi speed dan power mereka. Sebagai pasangan baru mereka bermain percaya diri dan nothing to lose,” ungkap Rian. (fajar/jpg)

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru