24.8 C
Jakarta
Tuesday, March 3, 2026

Rekor Baru! Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam Catatkan Clean Sheet Terbanyak di Super League

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampaknya perlu mempertimbangkan kiper Persib Bandung Teja Paku Alam untuk masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia, karena capaian luar biasanya musim ini.‎

‎Bagaimana tidak, sebagai kiper utama Persib Bandung, dia baru saja mencatatkan rekor baru. Mengutip dari ILeague, Teja Paku Alam menjadi penjaga gawang dengan jumlah clean sheet terbanyak di Super League sejauh ini dengan mencetak 11 clean sheet!

Dia bahkan mengungguli dua kiper Timnas Indonesia saat ini, yaitu Nadeo Argawinata yang membela Borneo FC (delapan clean sheet) dan penjaga gawang Persebaya Ernando Ari (enam clean sheet). ‎Teja juga sukses mengungguli kiper Belanda yang membela Bali United yaitu Mike Hauptmeijer. Sama seperti Nadeo, Mike juga mencatatkan delapan clean sheet sejauh ini.

‎Nilai rata-rata kebobolan Teja adalah 0,5 gol per pertandingan. Hal ini tentu menjadi pencapaian luar biasa Teja karena pada musim lalu hanya kiper cadangan dari Kevin Ray Mendoza. Sedangkan musim ini, dia bersaing dengan cadangannya yaitu Adam Przybek.

Dia juga turut berperan menjadikan Persib Bandung sebagai tim yang paling sedikit kebobolan hingga pekan ke-19 musim ini, yaitu 11 gol. Meski begitu, Teja menilai pencapaiannya itu juga tidak lepas dari peran para pemain belakang Maung Bandung.

Baca Juga :  Berguinho Resmi Diperkenalkan Persib Sebagai Amunisi Baru di Lini Tengah

‎Berkat rasa saling percaya dan kerja sama tim yang solid antara Teja dengan para pemain di lini pertahanan yaitu Patricio Matricardi, Julio Cesar, Federico Barba, Kakang Rudianto, dan Eliano Reijnders, Persib menjadi tim dengan pertahanan paling tangguh.

‎”Alhamdulillah senang, ini berkat pemain lain juga yang turut berkontribusi. Jadi tentunya bukan peran saya sendiri,” kata Teja seperti dikutip dari ILeague.

Electronic money exchangers listing

‎Meski demikian, kiper kelahiran 14 Maret 1994 ini tidak ingin cepat puas, karena timnya musim ini belum meraih apapun meski sementara ini memimpin klasemen. Karena jika mudah puas, tim-tim pesaing di bawah Persib bisa sewaktu-waktu mengambil alih puncak klasemen.

”Pastinya kita akan selalu berbenah, mudah-mudahan kita juga bisa melakukan clean sheet lagi ke depannya. Saya berharap semoga kita bisa semakin kompak juga,” harap Teja. ‎

Sementara itu, pelatih Persib, Bojan Hodak punya alasan tersendiri mengapa dia lebih memilih Teja sebagai kiper utama. Baginya, pemain berusia 31 tahun itu punya statistik yang memang memuaskan.‎

‎”Ini mungkin fase terbaik Teja dalam karirnya. Persaingan penjaga gawang di sebuah tim memang seperti itu. Saat Teja meraih dua kali man of the match, tentu saya tidak bisa menggantinya, dan Adam (kiper kedua Persib) memahami itu,” terang Hodak.

Baca Juga :  Resmi Gabung Juventus

Teja Paku Alam memulai karir sepak bola di PPLP Sumatera Barat dan sempat masuk dalam SAD Indonesia yang menimba ilmu sepak bola ke Uruguay.  Dia merupakan jebolan Sriwijaya FC yang sayangnya kini sedang terpuruk di Liga Championship. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu merupakan klub profesional pertama Teja.

‎Setelah bermain di Sriwijaya FC sejak 2012-2018, dia hengkang ke klub kota asalnya yaitu Semen Padang FC (2018-2019). Sayangnya, pada musim itu, Tim Kabau Sirah terdegradasi.

‎Beruntung, Persib Bandung kemudian mengontraknya sehingga ia bisa tetap berlaga di Liga 1. Dia kemudian menjalani debut di Persib saat menghadapi Persela Lamongan 1 Maret 2020 ketika era kepelatihan Robert Alberts.

‎Total dia sudah mencatatkan 88 pertandingan di kancah domestik, dan tujuh laga di kancah kompetisi antar klub Asia. Jika dia tetap bermain dalam lima laga ke depan, akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama Maung Bandung.

‎Sayangnya, dia belum pernah sekalipun masuk Timnas Indonesia. Dengan pencapaiannya musim ini, apalagi jika sukses membawa Persib meraih hattrick juara Super League, bukan tidak mungkin Teja Paku Alam bisa mendapatkan panggilan membela Skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman.(jpc)

 

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampaknya perlu mempertimbangkan kiper Persib Bandung Teja Paku Alam untuk masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia, karena capaian luar biasanya musim ini.‎

‎Bagaimana tidak, sebagai kiper utama Persib Bandung, dia baru saja mencatatkan rekor baru. Mengutip dari ILeague, Teja Paku Alam menjadi penjaga gawang dengan jumlah clean sheet terbanyak di Super League sejauh ini dengan mencetak 11 clean sheet!

Dia bahkan mengungguli dua kiper Timnas Indonesia saat ini, yaitu Nadeo Argawinata yang membela Borneo FC (delapan clean sheet) dan penjaga gawang Persebaya Ernando Ari (enam clean sheet). ‎Teja juga sukses mengungguli kiper Belanda yang membela Bali United yaitu Mike Hauptmeijer. Sama seperti Nadeo, Mike juga mencatatkan delapan clean sheet sejauh ini.

Electronic money exchangers listing

‎Nilai rata-rata kebobolan Teja adalah 0,5 gol per pertandingan. Hal ini tentu menjadi pencapaian luar biasa Teja karena pada musim lalu hanya kiper cadangan dari Kevin Ray Mendoza. Sedangkan musim ini, dia bersaing dengan cadangannya yaitu Adam Przybek.

Dia juga turut berperan menjadikan Persib Bandung sebagai tim yang paling sedikit kebobolan hingga pekan ke-19 musim ini, yaitu 11 gol. Meski begitu, Teja menilai pencapaiannya itu juga tidak lepas dari peran para pemain belakang Maung Bandung.

Baca Juga :  Berguinho Resmi Diperkenalkan Persib Sebagai Amunisi Baru di Lini Tengah

‎Berkat rasa saling percaya dan kerja sama tim yang solid antara Teja dengan para pemain di lini pertahanan yaitu Patricio Matricardi, Julio Cesar, Federico Barba, Kakang Rudianto, dan Eliano Reijnders, Persib menjadi tim dengan pertahanan paling tangguh.

‎”Alhamdulillah senang, ini berkat pemain lain juga yang turut berkontribusi. Jadi tentunya bukan peran saya sendiri,” kata Teja seperti dikutip dari ILeague.

‎Meski demikian, kiper kelahiran 14 Maret 1994 ini tidak ingin cepat puas, karena timnya musim ini belum meraih apapun meski sementara ini memimpin klasemen. Karena jika mudah puas, tim-tim pesaing di bawah Persib bisa sewaktu-waktu mengambil alih puncak klasemen.

”Pastinya kita akan selalu berbenah, mudah-mudahan kita juga bisa melakukan clean sheet lagi ke depannya. Saya berharap semoga kita bisa semakin kompak juga,” harap Teja. ‎

Sementara itu, pelatih Persib, Bojan Hodak punya alasan tersendiri mengapa dia lebih memilih Teja sebagai kiper utama. Baginya, pemain berusia 31 tahun itu punya statistik yang memang memuaskan.‎

‎”Ini mungkin fase terbaik Teja dalam karirnya. Persaingan penjaga gawang di sebuah tim memang seperti itu. Saat Teja meraih dua kali man of the match, tentu saya tidak bisa menggantinya, dan Adam (kiper kedua Persib) memahami itu,” terang Hodak.

Baca Juga :  Resmi Gabung Juventus

Teja Paku Alam memulai karir sepak bola di PPLP Sumatera Barat dan sempat masuk dalam SAD Indonesia yang menimba ilmu sepak bola ke Uruguay.  Dia merupakan jebolan Sriwijaya FC yang sayangnya kini sedang terpuruk di Liga Championship. Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu merupakan klub profesional pertama Teja.

‎Setelah bermain di Sriwijaya FC sejak 2012-2018, dia hengkang ke klub kota asalnya yaitu Semen Padang FC (2018-2019). Sayangnya, pada musim itu, Tim Kabau Sirah terdegradasi.

‎Beruntung, Persib Bandung kemudian mengontraknya sehingga ia bisa tetap berlaga di Liga 1. Dia kemudian menjalani debut di Persib saat menghadapi Persela Lamongan 1 Maret 2020 ketika era kepelatihan Robert Alberts.

‎Total dia sudah mencatatkan 88 pertandingan di kancah domestik, dan tujuh laga di kancah kompetisi antar klub Asia. Jika dia tetap bermain dalam lima laga ke depan, akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama Maung Bandung.

‎Sayangnya, dia belum pernah sekalipun masuk Timnas Indonesia. Dengan pencapaiannya musim ini, apalagi jika sukses membawa Persib meraih hattrick juara Super League, bukan tidak mungkin Teja Paku Alam bisa mendapatkan panggilan membela Skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman.(jpc)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru