PROKALTENG.CO–Timnas Indonesia U-16 harus legawa, mimpi menjadi juara Piala AFF U-16 seperti 2018 dan 2022, gagal dicapai tahun ini. Ini setelah di partai semifinal Piala AFF U-16 2024 di Stadion Manahan, Senin malam (1/7), Garuda Muda kalah 3-5 dari Australia.
Hasil ini membawa Indonesia masih berpeluang jadi juara ketiga untuk menghadapi Vietnam, yang di laga semifinal kalah dari Thailand 1-2.
Melawan Australia memang bukan perkara mudah, terlebih sejak menit 28 Indonesia harus bermain dengan 10 pemain. Ini setelah Raihan Apriansyah mendapat kartu kuning keduanya.
Jalannya pertandingan bisa dibilang memang cukup mendebarkan, dan menegangkan. Baru menit pertama gawang Indonesia sudah kena teror, kiper M. Ichsan dan Putu Panji bisa mengatasi peluang lawan.
Menariknya, Indonesia malah unggul duluan dua menit kemudian. Aktor utamanya dalam proses gol ini Matthew Baker. Pemain keturunan Indonesia-Australia tersebut memberi umpan jauh berkelasnya memanjakan Muhammad Gholy. Tandukan Gholy membuat Indonesia unggul 1-0.
Tertinggal 1-0, Jayden Peter dkk coba menyamakan kedudukan. Menit ke-8, M. Ichsan kembali melakukan penyelamatan. Tendangan keras Quinn Macnicol berhasil ditepis.
Dalam pertandingan ini, Australia terus sodorkan serangan. Menit ke-18 wasit sempat menunjuk titik putih, karena pelanggaran pemain Indonesia di kotak terlarang. Wasit Tomoyuki Umeda ternyata mengecek video assistant referee (VAR) dulu, setelah dicek, pelanggaran terjadi diganti dan dianggap hanya menghasilkan tendangan bebas untuk Australia.
Sayangnya tembok pertahanan Indonesia gagal menghalau tendangan bebas Amlani Tatu yang sukses menjadi gol, dan membawa kedudukan jadi 1-1.
Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sekitar 10 menit setelahnya, Indonesia harus dihukum kartu merah. Raihan Apriansyah mandi lebih cepat usai menekel Amlani Tatu. Ini merupakan kartu kuning keduanya di menit ke-28′.
Tampil dengan 10 pemain, Australia lebih leluasa melakukan pergerakan. Setelah itu, ada sejumlah peluang epik yang diciptakan Australia. Namun, kiper Garuda juga tak kalah cerdik mengatasinya.
Di masa injury time, tepatnya di menit ke-46, Indonesia kembali kebobolan. Bola rebound dari penyelamatan Ichsan jatuh ke kaki Quinn Macnicol. Tendangan kerasnya sudah tak bisa diselamatkan. Skor menjadi 1-2 untuk Australia.
Tertinggal 1-2 tak membuat mental Indonesia menciut. Buktinya menit ke-48, Gholy berhasil cetak brace. Berawal dari lemparan jauh Fabio Azkairawan, bola liar berkeliaran. Berdiri tanpa pengawalan, pemain nomor 7 Indonesia menyepak tendangan keras. Sehingga mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan bertahan hingga babak pertama berakhir.
Usai half time, tingginya intensitas yang tercipta tak berubah. Skuad asuhan Nova Arianto berusaha melakukan serangan. Begitu pula dengan Australia, sayang menit ke-65 Indonesia kembali kebobolan.
Lagi-lagi Amlani Tatu yang jadi aktor mimpi buruk di kubu Indonesia. Tatu berhasil menjebol gawang sisi kanan M. Ichsan. Membuat Australia kembali unggul 3-2 atas Indonesia.
Indonesia kembali kebobolan di menit ke-70. Counter attack Australia membuat unggul 4-2. Kali ini gol lawan dibuat oleh Anthony Didulica. Didulica kembali getarkan gawang Indonesia lewat tandukannya di akhir laga, dan membuat skor menjadi 5-2.
Meski tertinggal 3 bola, Indonesia masih terus berupaya menyerang. Di menit ke-90+3′, Fandi melesatkan tendangan bebas. Umpannya memanjakan Josh Holong.
Sehingga Indonesia bisa memperkecil ketertinggalan menjadi 3-5. Skor tak berubah, yang membuat Australia berhak melaju ke partai final untuk melawan Thailand. Sementara Indonesia akan berebut juara ketiga melawan Vietnam.
“Ini game yang ketat. Saya sangat senang untuk tim saya, staf saya, keluarga saya atas hasil ini,” ucap Tatu.
Pelatih Timnas Australia U-16 Bradley John Maloney mengakui tak mudah untuk mengalahkan Indonesia di laga ini.
“Seperti yang saya katakan (sebelum laga, Red), Indonesia akan membuat kami survive di pertandingan ini. Ini sulit bagi kami, tapi di babak kedua kami bisa tampil maksimal,” ujarnya.
Australia sudah dua kali juara Piala AFF U-16, yakni 2008 dan 2016. Namun lawannya tercatat sebagai juara terbanyak di turnamen ini. Di mana Thailand berpeluang juara untuk kali keempat di Piala AFF U-16. Thailand jadi juara pada 2007, 2011, dan 2015.
Laga final ini akan menegangkan, mengingat di Piala AFF U-16 tahun ini, keduanya bertemu di babak penyisihan grup C, 23 Juni lalu. Laga ini berakhir dengan skor imbang 0-0, kala itu. (nis/nik/jpg)