PROKALTENG.CO-Dua pertandingan sudah dijalani Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia grup C. Hasilnya, sekali kalah saat digulung Australia dengan skor 1-5 dan berhasil meraih tiga poin usai menekuk Bahrain (1-0).
Ada yang menarik dari hasil di dua pertandingan tersebut. Saat ditundukkan socceroos, ulukan Australia, Indonesia menguasai pertandingan dengan ball possession 61 persen berbanding 34 untuk Australia.
Indonesia juga sejatinya sukses mencatatkan 11 kali tembakan dengan 4 ke arah gawang dan membuahkan 1 gol. Sedangkan, Australia yang hanya 9 tembakan, 7 di antaranya mengarah ke gawang, dan berakhir dengan 5 gol.
Sebaliknya, ketika berhasil meraih kemenangan, justru ball possession Indonesia kalah 42 persen berbanding 58 persen untuk Bahrain. Tapi, secara permainan lebih efektif dari 7 tendangan, 3 mengarah gawang, dan 1 berhasil gol.
Berbanding 7 tendangan untuk Bahrain dan hanya satu yang tepat mengarah ke gawang tanpa satu gol yang menggetarkan hala gawang yang dijaga Maarten Paes.
Mengacu dari statistik ini tampaknya membuat Manajer Timnas Indonesia Kombespol Sumardji berharap ketika menghadapi Tiongkok (5/6) dan Jepang (10/6) di dua laga tersisa bisa lebih pragmatis dalam pola permainan.
“Yang penting menang,” ucap Sumardji.
Pelatih Patrick Kluivert yang berasal dari Belanda kental dengan aroma Total Football. Dimana, menguasai pertandingan dengan memegang bola dan gencar menerapkan pola penyerangan. Tampaknya hal itu belum bisa diterapkan sempurna di Timnas merujuk dari hasil yang ada.
Sumardji mengaku sudah berkomunikasi dengan tim pelatih timnas mengenai persiapan di dua laga terakhir. Termasuk dalam hal cara bermain.
“Terutama bagaimana kita bisa membuat ramuan strategi yang paling tepat melawan Tiongkok,” terang Sumardji.
Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Bhayangkara FC itu juga terus menjalin komunikasi yang baik dengan para pemain.
“Kita tetap monitor secara keseluruhan soal perkembangan pemain di klub,” tutur Sumardji.
Laga melawan Tiongkok sangat penting dalam misi tim untuk bisa lolos ke ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia. Jika berhasil menang dan di laga lain Bahrain tidak mampu menaklukkan Arab Saudi, Jay Idzes dkk setidaknya mengamankan posisi empat besar.
Namun, Sumardji menegaskan tak mau menganggap remeh Tiongkok. Apalagi, di pertemuan pertama Skuad Garuda takluk dengan skor 1-2 saat bermain di kandang lawan.
“Satu yang harus kita tahu bahwa tidak boleh mengecilkan lawan dan kita tidak boleh menganggap enteng,” sebut Sumardji. (jpc)