28.7 C
Jakarta
Sunday, April 14, 2024

Rawat dan Jaga Empat Pilar Kebangsaan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (Dapil Kalteng) H Agustiar Sabran mengatakan, warga negara merupakan ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sangatlah penting.

Mesti dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Agustiar menerangkan, sebagai seorang warga negara harus mampu memahami keberadaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dapat tercipta kesatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng ini, dalam empat pilar kebangsaan terkandung nilai-nilai yang menyadarkan setiap warga negara tentang membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memperkuat rasa persaudaraan.

Baca Juga :  TEGAS ! DPP Instruksikn DPD Golkar Ambil Peran di Pilkada Kalteng 2020

“Gotong royong, toleransi, kerukunan, dan hidup berdampingan merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan empat pilar kebangsaan. Maka semua warga negara perlu mengetahui dan wajib untuk memahami itu secara baik,” ucap politikus PDIP itu saat berbincang dengan Kalteng Pos (grup prokalteng.co) , Minggu (30/1).

Berkaca dari sejarah perjalanan bangsa, tokoh-tokoh nasional yang berkiprah di kancah nasional, hampir semuanya nasionalis. Terbukti saat penyusunan UUD 1945, para tokoh dari Sabang sampai Merauke, memiliki  peran yang sangat penting.

“Dengan berjalannya waktu dan pengaruh globalisasi, rasa nasionalisme dan persatuan perlahan terkikis. Karena adanya kekhawatiran akan lunturnya nasionalisme, maka perlu untuk terus membangkitkan semangat dan wawasan kebangsaan anak-anak bangsa,” ajaknya.

Baca Juga :  KASN Peringatkan Politik Balas Jasa dan Dendam Bagi PNS Setelah Pilkad

Krusialnya empat pilarkebangsaan sebagai bagian terpenting dari NKRI, mengaitkannya dengan berbagai persoalan bangsa dan tantangan ke depan.

“Pancasila sudah menjadi keyakinan bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan memayungi UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Empat pilar akan menjadi nilai dan kekuatan bangsa Indonesia yang tak akan terkikis oleh waktu,” terangnya.

Kepada para generasi muda, H Agustiar berpesan agar merawat dan menjaga empat pilar kebangsaan. Dengan integritas dan komitmen, maka diyakini empat pilar kebangsaan akan tetap kokoh, mewarnai keberlanjutan dan dinamika hidup berbangsa ke depan.

Empat pilar kebangsaan ini harus ditanamkan dalam pikiran dan perbuatan setiap anak bangsa, agar menjadi manusia yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (nue/ala)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (Dapil Kalteng) H Agustiar Sabran mengatakan, warga negara merupakan ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sangatlah penting.

Mesti dipahami dan dimengerti secara benar oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Agustiar menerangkan, sebagai seorang warga negara harus mampu memahami keberadaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai satu fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dapat tercipta kesatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Menurut pria yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng ini, dalam empat pilar kebangsaan terkandung nilai-nilai yang menyadarkan setiap warga negara tentang membangun kehidupan berbangsa dan bernegara, serta memperkuat rasa persaudaraan.

Baca Juga :  TEGAS ! DPP Instruksikn DPD Golkar Ambil Peran di Pilkada Kalteng 2020

“Gotong royong, toleransi, kerukunan, dan hidup berdampingan merupakan nilai-nilai yang sejalan dengan empat pilar kebangsaan. Maka semua warga negara perlu mengetahui dan wajib untuk memahami itu secara baik,” ucap politikus PDIP itu saat berbincang dengan Kalteng Pos (grup prokalteng.co) , Minggu (30/1).

Berkaca dari sejarah perjalanan bangsa, tokoh-tokoh nasional yang berkiprah di kancah nasional, hampir semuanya nasionalis. Terbukti saat penyusunan UUD 1945, para tokoh dari Sabang sampai Merauke, memiliki  peran yang sangat penting.

“Dengan berjalannya waktu dan pengaruh globalisasi, rasa nasionalisme dan persatuan perlahan terkikis. Karena adanya kekhawatiran akan lunturnya nasionalisme, maka perlu untuk terus membangkitkan semangat dan wawasan kebangsaan anak-anak bangsa,” ajaknya.

Baca Juga :  KASN Peringatkan Politik Balas Jasa dan Dendam Bagi PNS Setelah Pilkad

Krusialnya empat pilarkebangsaan sebagai bagian terpenting dari NKRI, mengaitkannya dengan berbagai persoalan bangsa dan tantangan ke depan.

“Pancasila sudah menjadi keyakinan bangsa Indonesia sebagai dasar negara dan memayungi UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. Empat pilar akan menjadi nilai dan kekuatan bangsa Indonesia yang tak akan terkikis oleh waktu,” terangnya.

Kepada para generasi muda, H Agustiar berpesan agar merawat dan menjaga empat pilar kebangsaan. Dengan integritas dan komitmen, maka diyakini empat pilar kebangsaan akan tetap kokoh, mewarnai keberlanjutan dan dinamika hidup berbangsa ke depan.

Empat pilar kebangsaan ini harus ditanamkan dalam pikiran dan perbuatan setiap anak bangsa, agar menjadi manusia yang berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. (nue/ala)

Terpopuler

Artikel Terbaru