28.4 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024
spot_img

Ganjar-Mahfud Tidak Akan Lanjutkan Food Estate Era Jokowi untuk Atasi Ketahanan Pangan

PROKALTENG.CO – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen untuk mengatasi krisis pangan. Namun dengan pendekatan berbeda, yang tidak dengan membabat hutan seperti program food estate yang dilaksanakan saat ini.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi krisis pangan namun tidak akan melanjutkan program food estate seperti yang sekarang sedang dibangun. Yang dilakukan dengan menyiapkan lahan luas dengan sebagian menebang hutan lalu melaksanakan usaha pertanian di atasnya,” kata Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto, Rabu (24/1).

Dia mengatakan, ketahanan pangan yang akan dipakai mempunyai pendekatan yang berbeda, yakni dengan mengintegrasikan lahan-lahan petani yang kecil-kecil, hingga mencapai skala ekonomi tertentu. Sehingga dilakukan pengusahaan (korporatisasi) secara ekonomis, dalam satu ekosistem pertanian terpadu sebagai usaha bersama.

“Dengan begitu mekanisasi pertanian dan intensifikasi pertanian bisa dilakukan, sehingga petani naik kelas, dari buruh tani menjadi pengusaha tani,” ucap Heru.

Baca Juga :  Hubungan Jokowi dan PDIP Renggang, Gibran Mulai Digoda Golkar

Ia menegaskan, ekosistem pertanian terpadu untuk meningkatkan produksi pangan, ensuring ketersediaan teknologi dan aksesibilitas mekanisasi pertanian. Selain itu, akan merevitalisasi produksi dengan pupuk dan pendampingan teknis optimal, tak kalah penting terkoneksi digital untuk akses pasar yang adil dan stabil.

“Adalagi integrasi sistem informasi kemandirian pangan dan pengurangan impor,” ujarnya.

Heru menyinggung tentang pelibatan anak-anak muda sebagai akselerator petani masa depan sebagaimana sering disampaikan Ganjar-Mahfud saat menjumpai rakyat. Kesemuanya itu, kata Heru, mengadopsi model pertanian berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan.

“Dengan demikian kita bisa mengatasi krisis pangan. Petani bangga bertani dan naik kelas dari buruh tani menjadi pengusaha tani, dan anak muda akan bangga ikut bertani dan ekonomi sirkular yang mendukung pembangunan desa akan tumbuh berkembang,” tegasnya.

Baca Juga :  Agustiar Ingin Mahasiswa Terdepan Jaga NKRI

Sebelumnya, CalonWakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD menegaskan, diperlukan komitmen dan keberanian untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Mahfud menyampaikan hal itu pada debat keempat Pilpres 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Minggu (21/1).

Dalam pemaparannya, Mahfud menyebut bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan di bumi, akibat tingkah laku manusia di darat dan laut. Kerusakan itu ditunjukkan Allah agar manusia sadar bahwa mereka sudah merusak alam.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen, dan keberanian untuk melaksanakan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup  berkelanjutan.

“Saya yakin, ini tidak mudah tapi ada dua hal penting yakni komitmen dan keberanian,” pungkasnya. (pri/jawapos.com)

PROKALTENG.CO – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen untuk mengatasi krisis pangan. Namun dengan pendekatan berbeda, yang tidak dengan membabat hutan seperti program food estate yang dilaksanakan saat ini.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi krisis pangan namun tidak akan melanjutkan program food estate seperti yang sekarang sedang dibangun. Yang dilakukan dengan menyiapkan lahan luas dengan sebagian menebang hutan lalu melaksanakan usaha pertanian di atasnya,” kata Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto, Rabu (24/1).

Dia mengatakan, ketahanan pangan yang akan dipakai mempunyai pendekatan yang berbeda, yakni dengan mengintegrasikan lahan-lahan petani yang kecil-kecil, hingga mencapai skala ekonomi tertentu. Sehingga dilakukan pengusahaan (korporatisasi) secara ekonomis, dalam satu ekosistem pertanian terpadu sebagai usaha bersama.

“Dengan begitu mekanisasi pertanian dan intensifikasi pertanian bisa dilakukan, sehingga petani naik kelas, dari buruh tani menjadi pengusaha tani,” ucap Heru.

Baca Juga :  Hubungan Jokowi dan PDIP Renggang, Gibran Mulai Digoda Golkar

Ia menegaskan, ekosistem pertanian terpadu untuk meningkatkan produksi pangan, ensuring ketersediaan teknologi dan aksesibilitas mekanisasi pertanian. Selain itu, akan merevitalisasi produksi dengan pupuk dan pendampingan teknis optimal, tak kalah penting terkoneksi digital untuk akses pasar yang adil dan stabil.

“Adalagi integrasi sistem informasi kemandirian pangan dan pengurangan impor,” ujarnya.

Heru menyinggung tentang pelibatan anak-anak muda sebagai akselerator petani masa depan sebagaimana sering disampaikan Ganjar-Mahfud saat menjumpai rakyat. Kesemuanya itu, kata Heru, mengadopsi model pertanian berkelanjutan yang berpihak pada lingkungan.

“Dengan demikian kita bisa mengatasi krisis pangan. Petani bangga bertani dan naik kelas dari buruh tani menjadi pengusaha tani, dan anak muda akan bangga ikut bertani dan ekonomi sirkular yang mendukung pembangunan desa akan tumbuh berkembang,” tegasnya.

Baca Juga :  Agustiar Ingin Mahasiswa Terdepan Jaga NKRI

Sebelumnya, CalonWakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD menegaskan, diperlukan komitmen dan keberanian untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Mahfud menyampaikan hal itu pada debat keempat Pilpres 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Minggu (21/1).

Dalam pemaparannya, Mahfud menyebut bahwa telah terjadi kerusakan lingkungan di bumi, akibat tingkah laku manusia di darat dan laut. Kerusakan itu ditunjukkan Allah agar manusia sadar bahwa mereka sudah merusak alam.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen, dan keberanian untuk melaksanakan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup  berkelanjutan.

“Saya yakin, ini tidak mudah tapi ada dua hal penting yakni komitmen dan keberanian,” pungkasnya. (pri/jawapos.com)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru