PALANGKA RAYA-Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) berhasil membentuk fraksi murni di DPRD Kalteng. Hal
ini menjadi kekuatan tersendiri untuk memperjuangkan aspirasi rakyat melalui
lembaga legislatif. Kekuatan inilah sebagai jalan bagi anggota DPRD Kalteng
dari PKB Evi Kahayanti dan rekan-rekannya, untuk memenuhi keiinginan-keinginan
masyarakat dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing, dan Kalteng secara
umum.
Evi mengakui, tugas
berat akan diemban selama lima tahun ke depan. Karena itu, ia akan benar-benar
memaksimalkan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Pengembangan pada berbagai
sektor, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial, dan lainnya akan secara
total diperjuangkannya melalui lembaga dewan.
Khusus untuk bidang pendidikan,
Evi Kahayanti menyebut, beberapa wilayah di Bumi Tambun Bungai ini masih
membutuhkan lembaga pendidikan. Salah satunya sekolah menengah kejuruan (SMK).
Sebab menurut penilaiannya, lulusan SMK tentu dibekali keterampilan khusus dan
siap untuk masuk ke dunia kerja.
“Bidang pendidikan
pastinya tetap menjadi prioritas kami. Nanti kami akan buat survei untuk
menambah SMK di beberapa wilayah di Kalteng ini,†ucap Evi Kahayanti kepada
Kalteng Pos, Kamis (19/9).
Terkait dengan generasi
milenial, Evi menyebut bahwa sebagai generasi penerus bangsa, khususnya kaum
muda Kalteng, wajib mendapat perhatian. Sebab, masa depan bangsa ini berada di tangan
para generasi muda.
“Kami juga akan mengusulkan
memperbanyak penyuluhan atau bimbingan bagi kaum muda melalui kerja sama dengan
beberapa lembaga. Dengan demikian generasi muda kita mampu memegang teguh
norma-norma dan aturan yang berlaku dalam keluarga, agama, dan negara,â€
ujarnya.
Selain itu, Evi
menambahkna, bidang kesehatan juga menjadi poin yang perlu diperjuangkan. Menurutnya,
pembangunan daerah tak akan berjalan maksimal jika masyarakat tak bisa
menjalani kehidupan secara sehat. Sebagaimana pepatah ‘Dalam badan yang sehat
terdapat jiwa yang kuat’, maka masyarakat akan mampu memberi sumbangsih
maksimal untuk pembangunan daerah jika mereka memiliki jaminan kesehatan hidup.
“Hal ini menjadi tugas kita bersama. Contohnya
kondisi Kalteng yang dilanda bencana kabut asap selama musim kemarau ini. Kita
bisa memaksimalkan pembukaan posko-posko penanganan darurat karhutla di pedesaan
yang warganya mengalami kesulitan mendapatkan obat-obatan,†pungkasnya. (nue/ce/ala)