25.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Istilah Gemoy, Generasi Muda Melihat Sosok Prabowo Apa Adanya dan Tidak Berpura-pura

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Cheryl Anelia Tanzil menyampaikan bahwa kemunculan istilah gemoy yang disematkan pada calon presiden (Capres) Prabowo Subianto muncul dari para pendukungnya. Ia membantah asumsi sebagian kalangan yang menganggap ini sebagai sebuah kampanye yang diciptakan.

Menurut Cheryl, istilah ‘gemoy’ dan ‘santuy’ muncul dari generasi Z yang mulai bosan dengan sosok pemimpin serba pura-pura. Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengatakan, generasi muda melihat sosok Prabowo Subianto sebagai sosok yang tampil apa adanya dan tidak sedang berpura-pura.

“Bagi generasi muda, Pak Prabowo muncul di ruang publik sebagai dirinya sendiri. Tampil beda dan apa adanya, yang mungkin tidak semua orang mengetahui sisi menggemaskannya itu,” kata Cheryl kepada wartawan, Sabtu (18/11).

Baca Juga :  PSI Resmi Dukung Pasangan Prabowo dan Gibran pada Pilpres 2024

“Menjadi viral karena pemilih hari ini  sekarang bosan dengan pemilu yang dibawa ke arah saling serang saling tuding. Istilah gemoy dan santuy jadi oase bagi pemilih sekarang bahwa berpolitik ternyata bisa dibuat asyik dan gembira” sambungnya.

Cheryl menambahkan, tidak semua orang bisa melihat Prabowo yang berlatar belakang militer bisa berjoget dengan santai dan seolah tanpa beban. Namun, belakangan ini, jogetan Menteri Pertahanan itu kerap muncul di hadapan publik.

“Pak Prabowo ini sejak dulu suka humor dan suka berjoget, dan memang menjadi bagian dari persona beliau. Namun karena memang bukan sosok yang eksis di media sosial, bukan konten kreator, baru sekarang sisi ini dilihat oleh publik secara luas. Dan ini disambut baik oleh para pemilih,” ujar Cheryl.

Baca Juga :  Nusron: Kubu Prabowo-Gibran Siap Bersaing Secara Sehat

Meski istilah ‘gemoy’ dan ‘santuy’ disambut baik, Wakil Komandan Tim Bravo TKN Prabowo-Gibran ini menegaskan bahwa adu visi, misi, dan program tetap menjadi fokus utama dari TKN Prabowo-Gibran.

“Kampanye Visi, Misi, dan Program tetap menjadi yang utama. Rakyat berhak mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki arah visi yang jelas. Seperti program Pak Prabowo menggagas makan siang gratis di sekolah, Dana abadi pesantren, hingga gerakan minum susu untuk anak-anak di Indonesia. Itu misi menuju Indonesia Emas 2045. Ini yang utama,” tegas Cheryl.

“Keberadaan Pak Prabowo yang Gemoy dengan kampanye yang santuy adalah bonus. Agar kita menyambut Pemilu ini dengan riang gembira, dan menjadi pesta rakyat yang sebenarnya,” imbuhnya.(jpc/ind)

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Cheryl Anelia Tanzil menyampaikan bahwa kemunculan istilah gemoy yang disematkan pada calon presiden (Capres) Prabowo Subianto muncul dari para pendukungnya. Ia membantah asumsi sebagian kalangan yang menganggap ini sebagai sebuah kampanye yang diciptakan.

Menurut Cheryl, istilah ‘gemoy’ dan ‘santuy’ muncul dari generasi Z yang mulai bosan dengan sosok pemimpin serba pura-pura. Politikus muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengatakan, generasi muda melihat sosok Prabowo Subianto sebagai sosok yang tampil apa adanya dan tidak sedang berpura-pura.

“Bagi generasi muda, Pak Prabowo muncul di ruang publik sebagai dirinya sendiri. Tampil beda dan apa adanya, yang mungkin tidak semua orang mengetahui sisi menggemaskannya itu,” kata Cheryl kepada wartawan, Sabtu (18/11).

Baca Juga :  PSI Resmi Dukung Pasangan Prabowo dan Gibran pada Pilpres 2024

“Menjadi viral karena pemilih hari ini  sekarang bosan dengan pemilu yang dibawa ke arah saling serang saling tuding. Istilah gemoy dan santuy jadi oase bagi pemilih sekarang bahwa berpolitik ternyata bisa dibuat asyik dan gembira” sambungnya.

Cheryl menambahkan, tidak semua orang bisa melihat Prabowo yang berlatar belakang militer bisa berjoget dengan santai dan seolah tanpa beban. Namun, belakangan ini, jogetan Menteri Pertahanan itu kerap muncul di hadapan publik.

“Pak Prabowo ini sejak dulu suka humor dan suka berjoget, dan memang menjadi bagian dari persona beliau. Namun karena memang bukan sosok yang eksis di media sosial, bukan konten kreator, baru sekarang sisi ini dilihat oleh publik secara luas. Dan ini disambut baik oleh para pemilih,” ujar Cheryl.

Baca Juga :  Nusron: Kubu Prabowo-Gibran Siap Bersaing Secara Sehat

Meski istilah ‘gemoy’ dan ‘santuy’ disambut baik, Wakil Komandan Tim Bravo TKN Prabowo-Gibran ini menegaskan bahwa adu visi, misi, dan program tetap menjadi fokus utama dari TKN Prabowo-Gibran.

“Kampanye Visi, Misi, dan Program tetap menjadi yang utama. Rakyat berhak mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan memiliki arah visi yang jelas. Seperti program Pak Prabowo menggagas makan siang gratis di sekolah, Dana abadi pesantren, hingga gerakan minum susu untuk anak-anak di Indonesia. Itu misi menuju Indonesia Emas 2045. Ini yang utama,” tegas Cheryl.

“Keberadaan Pak Prabowo yang Gemoy dengan kampanye yang santuy adalah bonus. Agar kita menyambut Pemilu ini dengan riang gembira, dan menjadi pesta rakyat yang sebenarnya,” imbuhnya.(jpc/ind)

Terpopuler

Artikel Terbaru