PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng) kian dekat. Agenda penentuan Ketua DPD Demokrat Kalteng periode 2026–2031 itu dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, dan nama H. Nadalsyah alias Koyem kembali menguat di internal partai.
Jadwal Musda Demokrat Kalteng tersebut mengacu pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sekaligus menyesuaikan berakhirnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2021–2026. Konsolidasi pun mulai dimatangkan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Sekretaris DPD Demokrat Kalteng, Junaidi, mengatakan arahan pelaksanaan Musda sudah disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal saat berkunjung ke Kalteng beberapa waktu lalu.
“Berdasarkan arahan Sekjen waktu berkunjung ke sini, Musda kemungkinan besar dilaksanakan bulan Agustus. Itu bertepatan dengan berakhirnya masa jabatan pengurus saat ini,” ujar Junaidi usai menghadiri milad HMI di Hotel Best Western Batang Garing.
Terkait bursa calon ketua, ia menyebut aspirasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota sejauh ini masih solid mengarah pada Koyem. Mantan Bupati Barito Utara itu dinilai masih menjadi figur sentral dan perekat kekuatan partai berlambang bintang mercy di Bumi Tambun Bungai.
“Harapan kita tentu figur-figur terbaik muncul, terutama Pak Koyem. Bagaimanapun beliau masih menjadi figur sentral dan harapan bagi Kalimantan Tengah maupun jajaran DPC,” ucapnya.
Meski begitu, Junaidi menegaskan Demokrat tetap membuka ruang bagi kader lain yang ingin maju dalam kontestasi Musda. Sebagai partai kader, dinamika dan kompetisi dinilai sebagai hal yang wajar.
“Kita menjunjung demokrasi. Kalau ada kader mumpuni yang ingin maju, itu bagus. Artinya partai ini hidup. Namun kami berkeyakinan, Insya Allah Pak Koyem masih bersedia,” tambahnya.
Ia mengingatkan, mekanisme penetapan ketua DPD tetap berada di tangan DPP Partai Demokrat. Dalam politik, kata dia, segala kemungkinan bisa saja terjadi hingga keputusan akhir ditetapkan.
“Namanya politik, kita bisa bicara A, hasilnya bisa saja B. Tapi yang pasti, Musda kita laksanakan Agustus sebagai bagian dari siklus organisasi dan penghargaan atas masa bakti kepengurusan Pak Nadalsyah,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Junaidi memastikan dirinya tidak berniat maju sebagai Ketua DPD Demokrat Kalteng maupun ikut berkontestasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2031 di Palangka Raya.
“Saya tegaskan, tidak ada niat maju sebagai Ketua DPD maupun ikut Pilwalkot. Saat ini saya fokus berbuat untuk kepentingan masyarakat Tambun Bungai,” katanya kepada prokalteng.co.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng itu menambahkan, siapa pun yang nantinya ditunjuk memimpin DPD Demokrat Kalteng merupakan kewenangan DPP.
“Saya mengikuti arahan dan petunjuk pusat,” tandasnya. (her)


