30.9 C
Jakarta
Friday, July 19, 2024
spot_img

Prabowo Unggul di Quick Count

Titiek Soeharto: Selamat untuk Mas Bowo, Semoga menjadi Presiden yang Amanah

Nama Titiek Soeharto tengah jadi perbincangan publik saat ini. Putri keempat Presiden Kedua Soeharto itu disebut-sebut bakal jadi ibu negara seiring dengan kemenangan Prabowo berdasarkan hasil hitung cepat di Pemilu 2024.

Titiek pun tak lupa menyampaikan selamat atas kemenangan Prabowo dalam konstestasi Pilpres 2024. Dia pun mengungkapkan harapan agar Indonesia bisa lebih maju.

“Selamat untuk mas Bowo, semoga menjadi Presiden yang amanah. Bisa membawa Negeri ini menjadi Negara maju, gemah ripah loh jinawi. Amiin YRA,” kata Titiek dalam akun resmi instagramnya @titieksoeharto, Kamis (15/2).

Diketahui, Titiek Soeharto sering diminta rujuk. Seperti yang terlihat saat Prabowo menyampaikan pidato di Istora Senayan Jakarta, Rabu (14/2) malam, teriakan “balikan” cukup menarik perhatian.

Dalam kesempatan itu, Titiek Seoharto hadir bersama putra semata wayangnya dengan Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didiet Hediprasetyo.

Kehadiran Titik Soeharto sontak menarik perhatian tersendiri. Apalagi saat Prabowo menyapa mantan istrinya itu, seisi Istora Senayan pun langsung bergemuruh riuh. Titiek Soeharto yang sempat berdiri saat disapa Prabowo pun hanya tersenyum.

Kisah cinta antara Prabowo dan Titiek soeharto pernah diungkap dalam buku berjudul “Jejak Perlawanan Begawan Pejuang,” yang diterbitkan pada awal 2000. Karya tersebut ditulis oleh Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo.

Awal perkenalan antara Prabowo dan Titiek dimulai ketika Titiek menjadi murid Sumitro, yang pada saat itu merupakan ahli ekonomi dan kritikus politik terkemuka.

Baca Juga :  Akademi Bola Prabowo Kolaborasi dengan Aspire Academy Asal Qatar

Sumitro kemudian berupaya menjodohkan putranya, Prabowo, dengan Titiek. Setelah melalui proses perjodohan ini, keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan asmara selama dua tahun.

Tak hanya berpacaran, Sumitro juga mendorong Prabowo untuk mulai menjalani hubungan dengan Titiek secara lebih serius. Meskipun pada saat itu Prabowo masih dalam pendidikan militer, ia setuju dengan saran ayahnya.

Tanpa ragu, Prabowo kemudian mengunjungi Keluarga Soeharto, yang juga dikenal sebagai keluarga Cendana, untuk meminta restu dalam niatnya untuk menikahi putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto.

Niat baik Prabowo tersebut diterima dengan baik oleh keluarga Cendana, termasuk Soeharto, meskipun akhirnya pernikahan mereka menjadi sorotan publik.

Pernikahan Prabowo dan Titiek digelar pada 8 Mei 1983. Meskipun terdampak oleh isu politik kekerabatan, Prabowo dan Titiek tetap teguh dan melanjutkan pernikahan mereka.

Dari pernikahan tersebut, pasangan ini diberkahi dengan kelahiran seorang putra bernama Ragowo Hedi Prasetyo, yang lebih dikenal dengan nama Didit Prabowo. Didit, yang saat ini sukses sebagai seorang desainer, lahir pada tanggal 22 Maret 1984 di Jakarta.

Dalam kurun waktu 12 tahun pernikahan, Prabowo dan Titiek seringkali mengalami perpindahan tempat tinggal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini disebabkan oleh penugasan Prabowo yang pada saat itu masih aktif sebagai perwira TNI.

Baca Juga :  Prabowo Ingin Persembahkan Sisa Hidupnya untuk Rakyat Indonesia

Namun, pada 1995, muncul isu mengenai retaknya hubungan rumah tangga antara Titiek Soeharto dan Prabowo. Kondisi tersebut juga sejalan dengan konflik antara ayah Prabowo dan Soeharto.

Kritik yang disampaikan Soemitro terhadap pemerintahan Soeharto akhirnya memperkuat spekulasi mengenai perceraian antara Titiek dan Prabowo, yang dicampuri unsur politik.

Runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 turut berdampak pada pernikahan Prabowo dan Titiek. Pasangan ini resmi bercerai pada Mei 1998.

Tahun yang sama, Prabowo juga dipecat dari militer karena dituduh terlibat dalam upaya pelengseran Soeharto.

Selain itu, Prabowo saat itu juga dihadapkan pada tuduhan serius terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap aktivis-aktivis tahun 1998.

Setelah bercerai dengan Titiek, Prabowo memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Ia tinggal di Yordania selama beberapa waktu guna menjaga keamanan dirinya, tindakan tersebut dilakukan hingga kondisi politik dan pemerintahan Indonesia pulih setelah peristiwa 1998.

Meski telah bercerai dan menjalani hidup terpisah, Prabowo dan Titiek hingga saat ini memilih untuk tidak menikah lagi dengan orang lain.

Keduanya mulai mendekat kembali dan sering menjadi sorotan media, terutama ketika Prabowo kembali aktif di dunia politik. Mulai dari pencalonan sebagai capres sejak 2014 hingga sekarang, keduanya tampak saling mendukung karir politik masing-masing.(jpc)

Nama Titiek Soeharto tengah jadi perbincangan publik saat ini. Putri keempat Presiden Kedua Soeharto itu disebut-sebut bakal jadi ibu negara seiring dengan kemenangan Prabowo berdasarkan hasil hitung cepat di Pemilu 2024.

Titiek pun tak lupa menyampaikan selamat atas kemenangan Prabowo dalam konstestasi Pilpres 2024. Dia pun mengungkapkan harapan agar Indonesia bisa lebih maju.

“Selamat untuk mas Bowo, semoga menjadi Presiden yang amanah. Bisa membawa Negeri ini menjadi Negara maju, gemah ripah loh jinawi. Amiin YRA,” kata Titiek dalam akun resmi instagramnya @titieksoeharto, Kamis (15/2).

Diketahui, Titiek Soeharto sering diminta rujuk. Seperti yang terlihat saat Prabowo menyampaikan pidato di Istora Senayan Jakarta, Rabu (14/2) malam, teriakan “balikan” cukup menarik perhatian.

Dalam kesempatan itu, Titiek Seoharto hadir bersama putra semata wayangnya dengan Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo alias Didiet Hediprasetyo.

Kehadiran Titik Soeharto sontak menarik perhatian tersendiri. Apalagi saat Prabowo menyapa mantan istrinya itu, seisi Istora Senayan pun langsung bergemuruh riuh. Titiek Soeharto yang sempat berdiri saat disapa Prabowo pun hanya tersenyum.

Kisah cinta antara Prabowo dan Titiek soeharto pernah diungkap dalam buku berjudul “Jejak Perlawanan Begawan Pejuang,” yang diterbitkan pada awal 2000. Karya tersebut ditulis oleh Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo.

Awal perkenalan antara Prabowo dan Titiek dimulai ketika Titiek menjadi murid Sumitro, yang pada saat itu merupakan ahli ekonomi dan kritikus politik terkemuka.

Baca Juga :  Akademi Bola Prabowo Kolaborasi dengan Aspire Academy Asal Qatar

Sumitro kemudian berupaya menjodohkan putranya, Prabowo, dengan Titiek. Setelah melalui proses perjodohan ini, keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan asmara selama dua tahun.

Tak hanya berpacaran, Sumitro juga mendorong Prabowo untuk mulai menjalani hubungan dengan Titiek secara lebih serius. Meskipun pada saat itu Prabowo masih dalam pendidikan militer, ia setuju dengan saran ayahnya.

Tanpa ragu, Prabowo kemudian mengunjungi Keluarga Soeharto, yang juga dikenal sebagai keluarga Cendana, untuk meminta restu dalam niatnya untuk menikahi putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto.

Niat baik Prabowo tersebut diterima dengan baik oleh keluarga Cendana, termasuk Soeharto, meskipun akhirnya pernikahan mereka menjadi sorotan publik.

Pernikahan Prabowo dan Titiek digelar pada 8 Mei 1983. Meskipun terdampak oleh isu politik kekerabatan, Prabowo dan Titiek tetap teguh dan melanjutkan pernikahan mereka.

Dari pernikahan tersebut, pasangan ini diberkahi dengan kelahiran seorang putra bernama Ragowo Hedi Prasetyo, yang lebih dikenal dengan nama Didit Prabowo. Didit, yang saat ini sukses sebagai seorang desainer, lahir pada tanggal 22 Maret 1984 di Jakarta.

Dalam kurun waktu 12 tahun pernikahan, Prabowo dan Titiek seringkali mengalami perpindahan tempat tinggal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini disebabkan oleh penugasan Prabowo yang pada saat itu masih aktif sebagai perwira TNI.

Baca Juga :  Prabowo Ingin Persembahkan Sisa Hidupnya untuk Rakyat Indonesia

Namun, pada 1995, muncul isu mengenai retaknya hubungan rumah tangga antara Titiek Soeharto dan Prabowo. Kondisi tersebut juga sejalan dengan konflik antara ayah Prabowo dan Soeharto.

Kritik yang disampaikan Soemitro terhadap pemerintahan Soeharto akhirnya memperkuat spekulasi mengenai perceraian antara Titiek dan Prabowo, yang dicampuri unsur politik.

Runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 turut berdampak pada pernikahan Prabowo dan Titiek. Pasangan ini resmi bercerai pada Mei 1998.

Tahun yang sama, Prabowo juga dipecat dari militer karena dituduh terlibat dalam upaya pelengseran Soeharto.

Selain itu, Prabowo saat itu juga dihadapkan pada tuduhan serius terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap aktivis-aktivis tahun 1998.

Setelah bercerai dengan Titiek, Prabowo memutuskan untuk meninggalkan Indonesia. Ia tinggal di Yordania selama beberapa waktu guna menjaga keamanan dirinya, tindakan tersebut dilakukan hingga kondisi politik dan pemerintahan Indonesia pulih setelah peristiwa 1998.

Meski telah bercerai dan menjalani hidup terpisah, Prabowo dan Titiek hingga saat ini memilih untuk tidak menikah lagi dengan orang lain.

Keduanya mulai mendekat kembali dan sering menjadi sorotan media, terutama ketika Prabowo kembali aktif di dunia politik. Mulai dari pencalonan sebagai capres sejak 2014 hingga sekarang, keduanya tampak saling mendukung karir politik masing-masing.(jpc)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru