28.4 C
Jakarta
Tuesday, July 23, 2024
spot_img

UMKM Roemah Rempah Lestarikan Rempah Original

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Berawal dari keresahan terhadap gramasi rempah yang tidak jelas. Santy termotivasi untuk menghasilkan produk rempah yang higienis, rempah dengan gramasi yang tertulis jelas. Motivasi Santy tertuang melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Roemah Rempah miliknya yang telah berdiri sejak tahun 2017 silam.

UMKM Roemah Rempah bertempat di Jalan Badak Induk Nomor 4, kompleks kehutanan di dekat Kantor Kelurahan Bukit Tunggal. Santy kini memperkerjakan lima orang pegawai  memanfaatkan rempah hasil produksi petani rempah lokal.

“Saya ingin melestarikan rempah original supaya bisa bersaing dengan rempah bubuk instan. Bersaing dengan produk nasional rempah sejenis,” ucap Santy kepada Prokalteng.co pada Jumat, (31/5/2024).

Baca Juga :  Kementan RI Pantau Ketersedian dan Harga Bapok di Kalteng

Santy mengatakan ingin menekan harga jual produknya melalui pengemasan botol ekonomis yang higenis. Adapun produk yang telah ia hasilkan yaitu rempah original selasih, merica, bunga sisir, ketumbar, kayu manis, cengkeh, wijen, pala, jintan hitam, dan kapulaga.

“Kami sudah menjadi distributor di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta berbagai toko. Harapannya kami dapat menambab varian rempah original dalam kemasan botol,” tandasnya. (jef)

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Berawal dari keresahan terhadap gramasi rempah yang tidak jelas. Santy termotivasi untuk menghasilkan produk rempah yang higienis, rempah dengan gramasi yang tertulis jelas. Motivasi Santy tertuang melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Roemah Rempah miliknya yang telah berdiri sejak tahun 2017 silam.

UMKM Roemah Rempah bertempat di Jalan Badak Induk Nomor 4, kompleks kehutanan di dekat Kantor Kelurahan Bukit Tunggal. Santy kini memperkerjakan lima orang pegawai  memanfaatkan rempah hasil produksi petani rempah lokal.

“Saya ingin melestarikan rempah original supaya bisa bersaing dengan rempah bubuk instan. Bersaing dengan produk nasional rempah sejenis,” ucap Santy kepada Prokalteng.co pada Jumat, (31/5/2024).

Baca Juga :  Kementan RI Pantau Ketersedian dan Harga Bapok di Kalteng

Santy mengatakan ingin menekan harga jual produknya melalui pengemasan botol ekonomis yang higenis. Adapun produk yang telah ia hasilkan yaitu rempah original selasih, merica, bunga sisir, ketumbar, kayu manis, cengkeh, wijen, pala, jintan hitam, dan kapulaga.

“Kami sudah menjadi distributor di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur serta berbagai toko. Harapannya kami dapat menambab varian rempah original dalam kemasan botol,” tandasnya. (jef)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru