PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah tancap gas memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah. Melalui Training of Trainers (ToT) Pencatatan Keuangan Pesantren, BI Kalteng menyiapkan puluhan trainer yang bakal mendampingi unit usaha pondok pesantren agar lebih profesional, transparan, dan berbasis standar akuntansi.
Kegiatan yang digelar di Aula Kantor BI Kalteng itu tak sekadar seremonial. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menegaskan, peserta dipersiapkan menjadi trainer dan pendamping yang akan mereplikasi pelatihan di pesantren binaan maupun mitra BI di seluruh Kalimantan Tengah.
“Dengan pengelolaan yang baik, pesantren diharapkan mampu memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah dalam keterangan resminya.
Tak hanya teori, pelatihan ini juga menyentuh praktik langsung. Peserta dibekali penggunaan aplikasi pencatatan keuangan yang sederhana, terstandar, dan mudah diterapkan oleh pengelola unit usaha pesantren.
“Aplikasi ini dirancang sebagai alat bantu pencatatan keuangan yang simpel namun sesuai standar, sehingga bisa langsung diimplementasikan di unit usaha pesantren,” jelasnya.
Yuliansah menambahkan, pendekatan aplikatif tersebut diharapkan mampu mendorong sistem pencatatan keuangan yang lebih profesional dan berkelanjutan di masing-masing daerah.
Selain itu, peserta juga mendapat tambahan wawasan mengenai sistem pembayaran digital, termasuk edukasi agar bisa bertransaksi secara aman dan cerdas. BI Kalteng turut menyosialisasikan QRIS serta PeKA (Perlindungan Konsumen) sebagai bagian dari penguatan ekosistem keuangan syariah.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 24–27 Februari 2026 itu. Rinciannya, 28 perwakilan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah dan 22 dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palangka Raya.
Kolaborasi ini melibatkan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Tengah, Universitas Islam Negeri Palangka Raya melalui FEBI, serta MES Provinsi Kalimantan Tengah.
Pembukaan ToT turut dihadiri Ketua MES Provinsi Kalimantan Tengah Norhani, perwakilan UIN Palangka Raya Rahmawati, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Ely Saputra, Dekan FEBI UIN Palangka Raya Dr. Tri Hidayati, Sekretaris Umum MES Kalimantan Tengah H. Heru Hidayat, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.
Pada hari pertama, perwakilan Ikatan Akuntan Indonesia memaparkan materi penyusunan laporan keuangan pesantren sesuai standar akuntansi yang berlaku. Penekanan diberikan pada pentingnya pencatatan yang sistematis, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi usaha berkelanjutan.
Hari kedua dan ketiga, pelatihan dilanjutkan oleh perwakilan Gamatechno Indonesia dengan praktik penggunaan aplikasi SANTRI (Sistem Akuntansi dan Keuangan Pesantren). Melalui skema ini, BI Kalteng berharap tata kelola keuangan unit usaha pondok pesantren semakin tertata dan selaras dengan prinsip syariah. (pri)


