Harga Ayam Potong di Palangka Raya Merosot usai Idul Adha

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah perayaan Idul Adha 1447 H, nilai jual ayam ras di kawasan Pasar Besar Tradisional Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tercatat merosot. Jika pada masa sebelum lebaran harganya sempat melonjak ke level Rp40 ribu untuk setiap kilogramnya, kini banderol sudah menyusut ke angka Rp35 ribu.

Salah satu penjual ayam di pasar tersebut, Husniah (51) memaparkan bahwa tren penurunan ini mulai terlihat secara perlahan sejak sepekan belakangan.

“Kalau sekarang harga Rp35 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui awak media di lapaknya, Selasa, (9/6/2026).

Ia menyebut bahwa pada momen menjelang Idul Adha, komoditas ini biasanya dilepas pada kisaran Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Namun dalam beberapa hari terakhir, nominal tersebut tidak lagi bertahan dan terus mengalami penyusutan.

Baca Juga :  Huma Betang Night Dongkrak Ekonomi Palangka Raya, Omzet Capai Rp500 Juta Semalam

“Sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp40 ribu. Beberapa hari ini turun harganya. Ada juga yang jual Rp33 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram,” ujarnya.

Husniah mengatakan merosotnya daya beli masyarakat menjadi dalang utama di balik lesunya permintaan, yang pada akhirnya menekan harga pasar.

“Sejak satu minggu terakhir turun terus harganya. Tidak laku, sepi, makanya turun,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Kondisi ini dikuatkan oleh Marlina (53), pedagang ayam lain di lokasi yang sama. Ia membenarkan bahwa patokan harga jual di lapaknya saat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan periode sebelum perayaan kurban.

“Iya, harganya sekarang Rp35 ribu per kilogram,” ucapnya.

Marlina pun mengingat kembali bagaimana lonjakan harga daging ayam tersebut sebelumnya sempat menyentuh batas tertinggi.

Baca Juga :  Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Telah Normal 100 Persen

“Kemarin sebelum Idul Adha mencapai Rp40 ribu per kilogram,” katanya.

Walaupun demikian, Marlina mengaku tidak bisa memastikan faktor pasti apa yang menjadi pemicu anjloknya harga tersebut. Namun, ia tidak menampik bahwa tingkat kunjungan konsumen ke tempat dagangannya memang ikut surut.

“Untuk penyebab turunnya harga ayam ini saya tidak tahu, yang pasti pelanggan juga turun,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah perayaan Idul Adha 1447 H, nilai jual ayam ras di kawasan Pasar Besar Tradisional Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tercatat merosot. Jika pada masa sebelum lebaran harganya sempat melonjak ke level Rp40 ribu untuk setiap kilogramnya, kini banderol sudah menyusut ke angka Rp35 ribu.

Salah satu penjual ayam di pasar tersebut, Husniah (51) memaparkan bahwa tren penurunan ini mulai terlihat secara perlahan sejak sepekan belakangan.

“Kalau sekarang harga Rp35 ribu per kilogram,” katanya saat ditemui awak media di lapaknya, Selasa, (9/6/2026).

Electronic money exchangers listing

Ia menyebut bahwa pada momen menjelang Idul Adha, komoditas ini biasanya dilepas pada kisaran Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram. Namun dalam beberapa hari terakhir, nominal tersebut tidak lagi bertahan dan terus mengalami penyusutan.

Baca Juga :  Huma Betang Night Dongkrak Ekonomi Palangka Raya, Omzet Capai Rp500 Juta Semalam

“Sebelumnya Rp38 ribu hingga Rp40 ribu. Beberapa hari ini turun harganya. Ada juga yang jual Rp33 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram,” ujarnya.

Husniah mengatakan merosotnya daya beli masyarakat menjadi dalang utama di balik lesunya permintaan, yang pada akhirnya menekan harga pasar.

“Sejak satu minggu terakhir turun terus harganya. Tidak laku, sepi, makanya turun,” katanya.

Kondisi ini dikuatkan oleh Marlina (53), pedagang ayam lain di lokasi yang sama. Ia membenarkan bahwa patokan harga jual di lapaknya saat ini jauh lebih terjangkau dibandingkan periode sebelum perayaan kurban.

“Iya, harganya sekarang Rp35 ribu per kilogram,” ucapnya.

Marlina pun mengingat kembali bagaimana lonjakan harga daging ayam tersebut sebelumnya sempat menyentuh batas tertinggi.

Baca Juga :  Bank Mandiri Pastikan Rekening Nasabah Telah Normal 100 Persen

“Kemarin sebelum Idul Adha mencapai Rp40 ribu per kilogram,” katanya.

Walaupun demikian, Marlina mengaku tidak bisa memastikan faktor pasti apa yang menjadi pemicu anjloknya harga tersebut. Namun, ia tidak menampik bahwa tingkat kunjungan konsumen ke tempat dagangannya memang ikut surut.

“Untuk penyebab turunnya harga ayam ini saya tidak tahu, yang pasti pelanggan juga turun,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru