NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – PT Pilar Wanapersada terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Kali ini, perusahaan menggandeng kelompok perempuan di desa binaan untuk mengembangkan budidaya ayam petelur sebagai alternatif sumber pendapatan baru di luar sektor kelapa sawit.
Program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan melalui pengembangan usaha peternakan skala rumah tangga.
CSR Head Kalbar-Kalteng PT Pilar Wanapersada, Imanuel Tibian, menegaskan bahwa dukungan perusahaan tidak berhenti pada pemberian modal material semata. Perusahaan berkomitmen melakukan pendampingan end-to-end agar usaha masyarakat memiliki daya saing dan kepastian pasar.
“Kami memberikan dukungan komprehensif mulai dari pelatihan teknis budidaya, penyediaan bibit, pembangunan kandang, hingga bantuan pakan. Selain itu, kami juga membantu memfasilitasi pemasaran hasil produksi agar peternak memiliki kepastian kemana telur mereka akan dijual,” ujar Imanuel kepada wartawan, Senin (9/3).
Saat ini, inisiatif tersebut tengah dijalankan sebagai proyek percontohan (pilot project) di dua lokasi strategis:
- Desa Bakonsu
- Desa Tamiang
Di masing-masing desa, terdapat dua orang penerima manfaat yang mengelola peternakan secara aktif dengan pengawasan intensif dari tim CSR perusahaan. Hasilnya mulai terlihat nyata; saat ini sekitar 50 persen dari populasi ayam telah mulai berproduksi dan telurnya langsung dipasarkan ke lingkungan sekitar desa.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Ina, salah satu warga Desa Bakonsu yang menjadi penerima manfaat. Menurutnya, program ini membuka peluang baru bagi ibu rumah tangga untuk membantu finansial keluarga.
“Kami sangat berterima kasih. Mulai dari pelatihan hingga pakan semua dibantu. Saat ini sebagian ayam sudah bertelur dan hasilnya bisa langsung kami jual ke tetangga dan masyarakat sekitar. Ini sangat membantu penghasilan keluarga,” ungkap Ina.
Ke depannya, PT Pilar Wanapersada berencana untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap pilot project ini. Jika dinilai sukses, program ini berpotensi untuk direplikasi di wilayah lain guna memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
“Perusahaan akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi. Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki unit usaha yang berkelanjutan,” tutup Imanuel. (bib/b-3)


