Alun-alun Nanga Bulik Jadi Pusat Ekonomi, Bazar Lamandau Dongkrak Pendapatan UMKM

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Gelaran Bazar Lamandau Tahun 2026 yang dipusatkan di Alun-alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, sukses menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sejak dibuka beberapa waktu lalu, kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung, yang berimbas langsung pada melonjaknya pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan dagangannya di sana.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa dalam memadati setiap sudut stand bazar.

Berbagai produk ditawarkan, mulai dari jajanan kuliner khas daerah yang menggugah selera hingga makanan kekinian dari luar daerah.

Tak hanya sektor kuliner, lapak mainan anak-anak dan aksesoris unik juga tampak dipadati pembeli, menciptakan perputaran uang yang cukup signifikan di kawasan alun-alun tersebut.

Kondisi ini membawa angin segar bagi para pedagang yang menggantungkan harapannya pada event tahunan ini.

Baca Juga :  BRI Peduli Jadikan Desa Ini Sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Pilah

Banyak dari mereka mengaku bahwa omzet yang didapat selama pelaksanaan bazar jauh melampaui pendapatan harian biasanya.

Electronic money exchangers listing

Kehadiran bazar ini terbukti efektif dalam membangkitkan gairah ekonomi kerakyatan di Bumi Bahaum Bakuba setelah masa persiapan yang panjang.

Salah satu pelaku UMKM yang turut merasakan manisnya laba dari gelaran ini adalah Mirna.

Dengan raut wajah penuh syukur, ia mengungkapkan bahwa berjualan di Bazar Lamandau memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi keluarganya.

“Alhamdulillah mas, respon masyarakat sangat bagus. Selama bazar ini, dagangan saya selalu ramai pembeli,”  kata Mirna dengan sumringah kepada Prokalteng.co, Senin malam (6/4/2026).

Kepada media, Mirna secara terang-terangan menyebutkan angka pendapatan yang ia kantongi setiap harinya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu malam saja, ia mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah hingga jutaan.

Baca Juga :  Transformasi Digital UMKM di Palangkaraya Perlu Peran dari Pemangku Kebijakan

“Kadang sehari dapat Rp2 juta sampai Rp3 juta per malamnya,” ujarnya.

Senada dengan Mirna, para pedagang lainnya di area bazar juga merasakan keberuntungan serupa. Banyak pelapak mengaku bahwa stok dagangan mereka seringkali habis sebelum waktu operasional bazar berakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Nanga Bulik dan sekitarnya cukup tinggi terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM lokal.

Kesuksesan Bazar Lamandau 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang musiman semata, namun juga sebagai momentum kebangkitan UMKM di Kabupaten Lamandau.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat yang besar, para pedagang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat kecil di masa depan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Gelaran Bazar Lamandau Tahun 2026 yang dipusatkan di Alun-alun Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, sukses menjadi magnet ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sejak dibuka beberapa waktu lalu, kawasan ini tidak pernah sepi pengunjung, yang berimbas langsung pada melonjaknya pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan dagangannya di sana.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme warga yang luar biasa dalam memadati setiap sudut stand bazar.

Electronic money exchangers listing

Berbagai produk ditawarkan, mulai dari jajanan kuliner khas daerah yang menggugah selera hingga makanan kekinian dari luar daerah.

Tak hanya sektor kuliner, lapak mainan anak-anak dan aksesoris unik juga tampak dipadati pembeli, menciptakan perputaran uang yang cukup signifikan di kawasan alun-alun tersebut.

Kondisi ini membawa angin segar bagi para pedagang yang menggantungkan harapannya pada event tahunan ini.

Baca Juga :  BRI Peduli Jadikan Desa Ini Sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Pilah

Banyak dari mereka mengaku bahwa omzet yang didapat selama pelaksanaan bazar jauh melampaui pendapatan harian biasanya.

Kehadiran bazar ini terbukti efektif dalam membangkitkan gairah ekonomi kerakyatan di Bumi Bahaum Bakuba setelah masa persiapan yang panjang.

Salah satu pelaku UMKM yang turut merasakan manisnya laba dari gelaran ini adalah Mirna.

Dengan raut wajah penuh syukur, ia mengungkapkan bahwa berjualan di Bazar Lamandau memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi keluarganya.

“Alhamdulillah mas, respon masyarakat sangat bagus. Selama bazar ini, dagangan saya selalu ramai pembeli,”  kata Mirna dengan sumringah kepada Prokalteng.co, Senin malam (6/4/2026).

Kepada media, Mirna secara terang-terangan menyebutkan angka pendapatan yang ia kantongi setiap harinya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu malam saja, ia mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah hingga jutaan.

Baca Juga :  Transformasi Digital UMKM di Palangkaraya Perlu Peran dari Pemangku Kebijakan

“Kadang sehari dapat Rp2 juta sampai Rp3 juta per malamnya,” ujarnya.

Senada dengan Mirna, para pedagang lainnya di area bazar juga merasakan keberuntungan serupa. Banyak pelapak mengaku bahwa stok dagangan mereka seringkali habis sebelum waktu operasional bazar berakhir.

Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Nanga Bulik dan sekitarnya cukup tinggi terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM lokal.

Kesuksesan Bazar Lamandau 2026 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang musiman semata, namun juga sebagai momentum kebangkitan UMKM di Kabupaten Lamandau.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat yang besar, para pedagang berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat kecil di masa depan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru