26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Bawa Kopi Liberica Langka, Kedai Kone Hadirkan Warna Baru di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Persaingan kedai kopi di Kota Palangka Raya kian ramai. Namun, Kedai Kopi Kone datang dengan pembeda kuat: menyajikan kopi Liberica, varietas langka khas Kalimantan yang jarang diangkat pelaku usaha kopi lokal.

Pemilik Kedai Kone, Deby, mengatakan kehadiran Kone ingin mematahkan anggapan bahwa Kalimantan tidak memiliki kopi unggulan. Padahal, Kalimantan memiliki Liberica dengan karakter rasa khas dan belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Selama ini Kalimantan dianggap tidak punya kopi. Padahal ada kopi Liberica yang justru langka. Di Palangka Raya, Kone menjadi satu-satunya kedai yang membawa Liberica sebagai menu utama,” kata Deby, Sabtu (7/2/2026).

Tak sekadar menjual kopi, Kone juga mengusung konsep identitas dan koneksi. Nama Kone diambil dari kata koneksi, yang dimaknai sebagai ruang pertemuan antara manusia dengan kopi, sekaligus manusia dengan manusia.

Baca Juga :  Inflasi Kalteng 0,38 Persen di Januari 2026, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Emas

“Kopi kami jadikan penghubung. Pengunjung bisa datang, ngobrol, kerja, atau sekadar menikmati kopi dengan suasana yang santai,” ujarnya.

Dari sisi tampilan, Kedai Kone mengusung konsep color pop dengan ruangan penuh warna dan karakter kuat. Konsep ini menyasar anak muda yang mencari tempat nongkrong sekaligus ruang produktif.

“Suasananya memang colorful. Tapi kekuatan utama kami ada di hospitality, pelayanan yang ramah dan benar-benar memperhatikan pengunjung,” lanjut Deby.

Electronic money exchangers listing

Untuk menu, Kone mengandalkan sejumlah racikan khas. Salah satunya Nona Kopi yang menjadi menu terlaris dan bisa menggunakan biji Liberica maupun Arabica. Selain itu, ada Kopi Nusa dengan gula aren buatan sendiri serta es kopi bercita rasa khas Pontianak.

Baca Juga :  Membangkitkan Aroma Liberica di Negeri Seribu Parit

“Soal harga, kami buat tetap ramah. Mulai dari Rp20 ribu sampai Rp30 ribuan, tergantung pilihan biji kopi,” jelasnya.

Kedai Kone juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti WiFi berkecepatan tinggi, banyak colokan listrik, makanan berat, serta camilan. Tempat ini juga terbuka untuk aktivitas komunitas.

“Kami terbuka untuk komunitas. Dalam waktu dekat, Kone juga akan bekerja sama dengan komunitas Padel di Palangka Raya,” ungkap Deby.

Melalui kehadiran Kone, Deby berharap kopi Liberica bisa semakin dikenal dan menjadi kebanggaan daerah.

“Kami ingin membawa Kalimantan Pride lewat Liberica, sekaligus mengedukasi masyarakat soal kopi. Datang saja ke Kone, nanti kita belajar bareng,” pungkasnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Persaingan kedai kopi di Kota Palangka Raya kian ramai. Namun, Kedai Kopi Kone datang dengan pembeda kuat: menyajikan kopi Liberica, varietas langka khas Kalimantan yang jarang diangkat pelaku usaha kopi lokal.

Pemilik Kedai Kone, Deby, mengatakan kehadiran Kone ingin mematahkan anggapan bahwa Kalimantan tidak memiliki kopi unggulan. Padahal, Kalimantan memiliki Liberica dengan karakter rasa khas dan belum banyak dikenal masyarakat luas.

“Selama ini Kalimantan dianggap tidak punya kopi. Padahal ada kopi Liberica yang justru langka. Di Palangka Raya, Kone menjadi satu-satunya kedai yang membawa Liberica sebagai menu utama,” kata Deby, Sabtu (7/2/2026).

Electronic money exchangers listing

Tak sekadar menjual kopi, Kone juga mengusung konsep identitas dan koneksi. Nama Kone diambil dari kata koneksi, yang dimaknai sebagai ruang pertemuan antara manusia dengan kopi, sekaligus manusia dengan manusia.

Baca Juga :  Inflasi Kalteng 0,38 Persen di Januari 2026, Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Emas

“Kopi kami jadikan penghubung. Pengunjung bisa datang, ngobrol, kerja, atau sekadar menikmati kopi dengan suasana yang santai,” ujarnya.

Dari sisi tampilan, Kedai Kone mengusung konsep color pop dengan ruangan penuh warna dan karakter kuat. Konsep ini menyasar anak muda yang mencari tempat nongkrong sekaligus ruang produktif.

“Suasananya memang colorful. Tapi kekuatan utama kami ada di hospitality, pelayanan yang ramah dan benar-benar memperhatikan pengunjung,” lanjut Deby.

Untuk menu, Kone mengandalkan sejumlah racikan khas. Salah satunya Nona Kopi yang menjadi menu terlaris dan bisa menggunakan biji Liberica maupun Arabica. Selain itu, ada Kopi Nusa dengan gula aren buatan sendiri serta es kopi bercita rasa khas Pontianak.

Baca Juga :  Membangkitkan Aroma Liberica di Negeri Seribu Parit

“Soal harga, kami buat tetap ramah. Mulai dari Rp20 ribu sampai Rp30 ribuan, tergantung pilihan biji kopi,” jelasnya.

Kedai Kone juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti WiFi berkecepatan tinggi, banyak colokan listrik, makanan berat, serta camilan. Tempat ini juga terbuka untuk aktivitas komunitas.

“Kami terbuka untuk komunitas. Dalam waktu dekat, Kone juga akan bekerja sama dengan komunitas Padel di Palangka Raya,” ungkap Deby.

Melalui kehadiran Kone, Deby berharap kopi Liberica bisa semakin dikenal dan menjadi kebanggaan daerah.

“Kami ingin membawa Kalimantan Pride lewat Liberica, sekaligus mengedukasi masyarakat soal kopi. Datang saja ke Kone, nanti kita belajar bareng,” pungkasnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru