22.9 C
Palangkaraya
Sunday, March 26, 2023

Terendam Banjir! Ada Warga Mengungsi dan Ada yang Bertahan

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati beserta Instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial turun langusung melihat kondisi banjir yang terjadi di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU).

“Saya beserta dinas terkait lainnya bisa langsung turun ke lapangan bertemu dengan warga Desa Natai Baru Kecamatan MHU, Dan melihat lansung kondisi banjir yang sudah satu minggu terjadI di desa tersebut, dan banjir kali ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Kotim, karena menurut informasi warga banjir yang terjadi sebelumnya tidak pernah separah ini,” kata Irawati, Sabtu (28/5).

Dirinya mengatakan sebelumnya menurut pengakuan masyarakat desa banjir yang melanda desa mereka tidak pernah separah ini hingga sampai naik kedalam rumah, dan saat ini ada sebagian warga yang mengungsi ketempat keluarga yang rumahnya didataran tinggi.

“Sebagian warga ada yang memilih mengungsi  dan ada pula yang tetap bertahan, tetapi mereka membuat tempat yang lebih tinggi untuk tempat tidur dan menaruh harta benda mereka,” ujar Irawati

Baca Juga :  Uji Sampel Probable Omicron dari Palangka Raya Belum Ada Hasilnya

Menurutnya banjir yang terjadi di Kecamatan MHU kali ini selain dikarena intensitas air hujan yang tinggi juga disebabkan air Sungai Mentaya terjadi pasang, sahingga air terus naik dan membuat sebagian rumah warga terendam, dan dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir.

“Saya atas nama pemerintah daerah  menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat Desa Natai Baru yang terdampak banjir, semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka,” tutupnya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Kotim Rihel S.Sos mengatakan pihaknya tidah hanya menyalurkan bantuan untuk Desa Natai Baru saja, tetapi pihak juga menyalurkan bantuan untuk warga Desa Sumber Makmur di Kecamatan MHU sebanyak 30 paket yang terdampak banjir, bantuan tersebut sesuai dengan data yang disampaikan kepala desa.

“Jumat kemarin Wakil Bupati Irawati memimpin penyaluran bantuan untuk korban banjir di Desa Natai Baru. dan Hari sabtu kemarin tim BPBD bersama Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia melanjutkan penyaluran bantuan ke Desa Sumber Makmur yang juga dilanda banjir sejak Senin (23/5) lalu dengan ketinggian hingga 60 centimeter. Hingga kemarin, banjir belum juga surut sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat,” kata Rihel, Minggu (29/5).

Baca Juga :  DPRD Kotim Minta Penanganan Banjir Lebih Serius

Dirinya juga mengatakan selain bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya. pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan tim dari Pelang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi korban banjir yang mengeluhkan sakit.

“Kalau misalnya bantuan masih diperlukan, kami persilahkan kepada kepala desa untuk menyampaikan permohonan secara resmi. Itu nanti sebagai dasar bagi kami untuk turun menyalurkan bantuan tambahan tersebut karena semua tentu harus kita pertanggungjawabkan,” ujar Rihel.

Ia juga menyampiakan hingga kemarin banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti dua sekolah dasar, satu PAUD, mushalla, masjid dan kantor desa setempat. Warga juga kesulitan beraktivitas karena sebagian jalan desa masih terendam meski sudah dua hari tidak ada turun hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada untuk mencegah kejadian tidak diinginkan seperti tenggelam, kesetrum, serangan binatang dan risiko lainnya. Pihaknya juga terus memantau secara rutin kondisi di desa-desa yang terendam banjir khususnya di wilayah Kecamatan MHU saat ini,” pungkasnya.(bah)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Wakil Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati beserta Instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial turun langusung melihat kondisi banjir yang terjadi di beberapa Desa yang ada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU).

“Saya beserta dinas terkait lainnya bisa langsung turun ke lapangan bertemu dengan warga Desa Natai Baru Kecamatan MHU, Dan melihat lansung kondisi banjir yang sudah satu minggu terjadI di desa tersebut, dan banjir kali ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah Kabupaten Kotim, karena menurut informasi warga banjir yang terjadi sebelumnya tidak pernah separah ini,” kata Irawati, Sabtu (28/5).

Dirinya mengatakan sebelumnya menurut pengakuan masyarakat desa banjir yang melanda desa mereka tidak pernah separah ini hingga sampai naik kedalam rumah, dan saat ini ada sebagian warga yang mengungsi ketempat keluarga yang rumahnya didataran tinggi.

“Sebagian warga ada yang memilih mengungsi  dan ada pula yang tetap bertahan, tetapi mereka membuat tempat yang lebih tinggi untuk tempat tidur dan menaruh harta benda mereka,” ujar Irawati

Baca Juga :  DPRD Kotim Minta Penanganan Banjir Lebih Serius

Menurutnya banjir yang terjadi di Kecamatan MHU kali ini selain dikarena intensitas air hujan yang tinggi juga disebabkan air Sungai Mentaya terjadi pasang, sahingga air terus naik dan membuat sebagian rumah warga terendam, dan dalam kesempatan tersebut dirinya juga menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak banjir.

“Saya atas nama pemerintah daerah  menyerahkan bantuan sembako untuk masyarakat Desa Natai Baru yang terdampak banjir, semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban mereka,” tutupnya.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Kotim Rihel S.Sos mengatakan pihaknya tidah hanya menyalurkan bantuan untuk Desa Natai Baru saja, tetapi pihak juga menyalurkan bantuan untuk warga Desa Sumber Makmur di Kecamatan MHU sebanyak 30 paket yang terdampak banjir, bantuan tersebut sesuai dengan data yang disampaikan kepala desa.

“Jumat kemarin Wakil Bupati Irawati memimpin penyaluran bantuan untuk korban banjir di Desa Natai Baru. dan Hari sabtu kemarin tim BPBD bersama Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia melanjutkan penyaluran bantuan ke Desa Sumber Makmur yang juga dilanda banjir sejak Senin (23/5) lalu dengan ketinggian hingga 60 centimeter. Hingga kemarin, banjir belum juga surut sehingga cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat,” kata Rihel, Minggu (29/5).

Baca Juga :  Tamu Membeludak, Hajatan Dibubarkan

Dirinya juga mengatakan selain bantuan berupa kebutuhan pokok seperti beras dan lainnya. pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan tim dari Pelang Merah Indonesia (PMI) memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi korban banjir yang mengeluhkan sakit.

“Kalau misalnya bantuan masih diperlukan, kami persilahkan kepada kepala desa untuk menyampaikan permohonan secara resmi. Itu nanti sebagai dasar bagi kami untuk turun menyalurkan bantuan tambahan tersebut karena semua tentu harus kita pertanggungjawabkan,” ujar Rihel.

Ia juga menyampiakan hingga kemarin banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti dua sekolah dasar, satu PAUD, mushalla, masjid dan kantor desa setempat. Warga juga kesulitan beraktivitas karena sebagian jalan desa masih terendam meski sudah dua hari tidak ada turun hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada untuk mencegah kejadian tidak diinginkan seperti tenggelam, kesetrum, serangan binatang dan risiko lainnya. Pihaknya juga terus memantau secara rutin kondisi di desa-desa yang terendam banjir khususnya di wilayah Kecamatan MHU saat ini,” pungkasnya.(bah)

Most Read

Artikel Terbaru