22.9 C
Palangkaraya
Sunday, March 26, 2023

Lima Kelurahan di Kota Palangka Raya Terdampak Banjir, BPBD Ingatkan Ini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Hujan deras yang masih terjadi beberapa hari ini, menjadikan kapasitas air Sungai Kahayan di Kota Palangka Raya naik. Bahkan meluap menggenangi kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Berdasarkan pantauan BPBD Kota Palangka Raya, Minggu (5/2/2023) di Kelurahan Petuk Katimpun, air sudah mulai naik. Tinggi permukaan air sungai sudah naik sekitar 150 cm. Akibatnya ruas jalan terendam air kurang lebih 30 cm sepanjang 50 meter di lokasi tersebut.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan seminggu terakhir pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ketinggian debit air setiap hari. Dari pantauan tersebut, ternyata ada peningkatan pada wilayah bantaran sungai.

“2 hari terakhir sudah terjadi air banjir yang naik ke jalan di kawasan pemukiman masyarakat. Ada 5 kelurahan yang jalannya mulai tergenang air, yakni di Kelurahan Marang, Kelurahan Petuk Katimpun, Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Anoi Kelurahan Palangka dan Kelurahan Bereng Bengkel. Nah di tempat terakhir, akses jalan hanya bisa dilalui oleh perahu saja,”ucapnya, Senin (6/2/2023).

Baca Juga :  DPRD Kapuas Terima Kunker Balangan dan Tapin

Menyikapi hal tersebut, BPBD dikatakannya telah melapor kepada pimpinan, karena sudah ada 5 kelurahan yang terdampak genangan air yang berasal dari luapan air sungai itu. Karena berpotensi banjir yang semakin meninggi, maka pihaknya akan mengajukan status siaga banjir.

“Sementara ini air masih menggenangi jalan yang rendah, dan belum sampai ke perumahan masyarakat. Jika ke depannya kondisi air terus naik dan sampai ke pemukiman, tentunya BPBD akan segera mendirikan posko lapangan dan tempat pengungsian kembali,”katanya.

Emi meminta kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan DAS untuk waspada terhadap kenaikan debit air secara signifikan. Khususnya dalam menjaga keselamatan diri dan barang-barang berharga.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) juga dikatakannya telah berkoordinasi bersama BPBD. Di mana sesuai prediksi curah hujan akan tetap tinggi sepanjang bulan Februari sampai Maret.

Baca Juga :  Kota Tergenang Air, Fairid: Perlu Rencana Jangka Pendek dan Panjang Penanganan

“Tetap waspada, dan jangan lengah dengan keselamatan diri sendiri juga keluarga sekitar. Barang-barang berharga atau yang berpotensi bahaya harus diamankan. Dan jika¬† air semakin meninggi. Segera mengungsi ke tempat yang aman dan laporkan kepada pihak terkait,”tutupnya.






Reporter: ma rini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Hujan deras yang masih terjadi beberapa hari ini, menjadikan kapasitas air Sungai Kahayan di Kota Palangka Raya naik. Bahkan meluap menggenangi kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Berdasarkan pantauan BPBD Kota Palangka Raya, Minggu (5/2/2023) di Kelurahan Petuk Katimpun, air sudah mulai naik. Tinggi permukaan air sungai sudah naik sekitar 150 cm. Akibatnya ruas jalan terendam air kurang lebih 30 cm sepanjang 50 meter di lokasi tersebut.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan seminggu terakhir pihaknya secara rutin melakukan pemantauan ketinggian debit air setiap hari. Dari pantauan tersebut, ternyata ada peningkatan pada wilayah bantaran sungai.

“2 hari terakhir sudah terjadi air banjir yang naik ke jalan di kawasan pemukiman masyarakat. Ada 5 kelurahan yang jalannya mulai tergenang air, yakni di Kelurahan Marang, Kelurahan Petuk Katimpun, Jalan Danau Rangas Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Anoi Kelurahan Palangka dan Kelurahan Bereng Bengkel. Nah di tempat terakhir, akses jalan hanya bisa dilalui oleh perahu saja,”ucapnya, Senin (6/2/2023).

Baca Juga :  Serapan Anggaran Tergantung Kreativitas PD

Menyikapi hal tersebut, BPBD dikatakannya telah melapor kepada pimpinan, karena sudah ada 5 kelurahan yang terdampak genangan air yang berasal dari luapan air sungai itu. Karena berpotensi banjir yang semakin meninggi, maka pihaknya akan mengajukan status siaga banjir.

“Sementara ini air masih menggenangi jalan yang rendah, dan belum sampai ke perumahan masyarakat. Jika ke depannya kondisi air terus naik dan sampai ke pemukiman, tentunya BPBD akan segera mendirikan posko lapangan dan tempat pengungsian kembali,”katanya.

Emi meminta kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan DAS untuk waspada terhadap kenaikan debit air secara signifikan. Khususnya dalam menjaga keselamatan diri dan barang-barang berharga.

Pihak Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) juga dikatakannya telah berkoordinasi bersama BPBD. Di mana sesuai prediksi curah hujan akan tetap tinggi sepanjang bulan Februari sampai Maret.

Baca Juga :  Dukung Swasembada Daging

“Tetap waspada, dan jangan lengah dengan keselamatan diri sendiri juga keluarga sekitar. Barang-barang berharga atau yang berpotensi bahaya harus diamankan. Dan jika¬† air semakin meninggi. Segera mengungsi ke tempat yang aman dan laporkan kepada pihak terkait,”tutupnya.






Reporter: ma rini

Most Read

Artikel Terbaru