30.7 C
Jakarta
Sunday, November 30, 2025

Local Hero Dalam Bingkai Foto

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komunitas fotografi Palangka Raya Hitam Putih Borneo (HPB), kembali menelorkan generasi tukang jepret. Melalui Kelas Foto Borneo (KFB). Kali ini, dari 20an siswa yang awalnya mendaftar, tersisa delapan siswa yang lulus.

Tugas akhir membuat karya foto dengan tema Local Heroes, dipamerkan ke publik di Toko Kopi dan Bakmi Santai Jalan Antang Palangka Raya, Sabtu (29/11) malam.

“HPB berawal pada 2014 kita dengan latar belakang berbeda namun hobi sama, berkumpul, belajar bersama, dan kita bikin rutin dengan nama KFB, gratis, kita mulai 2019 angkatan pertama mendatangkan mentor dari Kelas Pagi Jogja,” kata Ketua HPB Oktavianus Wahyu, sembari membuka pameran.

KFB dibentuk dan dijalankan oleh HPB, dengan cara cukup unik, rutin dan gratis. Mentor turun temurun dari tiap angkatan. Ada juga Angkatan delapan ini, ditempuh enam bulan. Mulai dari basic foto seperti teknik dasar, angle, komposisi, lighting, caption, skema warna, dan masih banyak lagi. Termasuk, kelas suplemen seperti jurnalistik, artificial intelligence (AI), public speaking, dan lainnya.

Baca Juga :  YBM PLN UID Kalselteng Salurkan Modal Usaha Cahaya dan Beasiswa Cahaya Pintar

“Enam bulan menempuh kelas foto basic, dari 20 pendaftar sisa 8 yang lulus dan mempresentasikan karya. Ini luar biasa. Selamat. Tapi, ingat, bakat hanya salah satu faktor kesuksesan, yang utama adalah kerja keras dan pantang menyerah setiap menyelesaikan tugas,” ucap Pembina KFB Deni Krisbiyantoro.

Mewakili siswa KFB angkatan delapan, Ketua KFB Angkatan 8 Reza menyampaikan terima kasih kepada mentor, teman KFB 8 dan khususnya talent yang dijepret.

Pameran dan presentasi tugas akhir KFB 8, dihadiri perwakilan Disbudpar Kalteng, Balai Besar Pelestarian Budaya Kalteng, fotografer dan lainnya.

Electronic money exchangers listing

Dengan semakin eksisnya komunitas fotografi, diharapkan mampu memberikan andil yang baik bagi masyarakat pada umumnya. Terutama dalam promosi dan penyebaran informasi di Bumi Tambun Bungai dalam era digitalisasi.

Baca Juga :  Dari Pameran Tiga Sisi, Harmoni Seni Tiga Perupa

Terlebih, tema yang diambil tiap angkatan, cukup mempresentasikan berbagai pandangan. Seperti profesi menuju punah, melawan zaman, 1001, dan local heroes dengan pesan tersirat, apapun profesinya memiliki manfaat baik bagi orang sekitar.

Mulai dari penjual jamu pendiri yayasan, jurnalis mengajar baca anak desa, kafe disabilitas tuna rungu, relawan bagi anak berkebutuhan khusus, pengajar tari di bumi transmigrasi, perempuan pegiat coding teknologi, pembuat peti mati, hingga perias jenazah.

HPB dan KFB beranggotakan banyak latar belakang. Ada tenaga medis, driver ojol, dokter, pelajar, polisi, seniman, mahasiswa, jurnalis, abdi negara, sales, guru, pelaku studio, UMKM, content creator, dosen dan lainnya. (tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Komunitas fotografi Palangka Raya Hitam Putih Borneo (HPB), kembali menelorkan generasi tukang jepret. Melalui Kelas Foto Borneo (KFB). Kali ini, dari 20an siswa yang awalnya mendaftar, tersisa delapan siswa yang lulus.

Tugas akhir membuat karya foto dengan tema Local Heroes, dipamerkan ke publik di Toko Kopi dan Bakmi Santai Jalan Antang Palangka Raya, Sabtu (29/11) malam.

“HPB berawal pada 2014 kita dengan latar belakang berbeda namun hobi sama, berkumpul, belajar bersama, dan kita bikin rutin dengan nama KFB, gratis, kita mulai 2019 angkatan pertama mendatangkan mentor dari Kelas Pagi Jogja,” kata Ketua HPB Oktavianus Wahyu, sembari membuka pameran.

Electronic money exchangers listing

KFB dibentuk dan dijalankan oleh HPB, dengan cara cukup unik, rutin dan gratis. Mentor turun temurun dari tiap angkatan. Ada juga Angkatan delapan ini, ditempuh enam bulan. Mulai dari basic foto seperti teknik dasar, angle, komposisi, lighting, caption, skema warna, dan masih banyak lagi. Termasuk, kelas suplemen seperti jurnalistik, artificial intelligence (AI), public speaking, dan lainnya.

Baca Juga :  YBM PLN UID Kalselteng Salurkan Modal Usaha Cahaya dan Beasiswa Cahaya Pintar

“Enam bulan menempuh kelas foto basic, dari 20 pendaftar sisa 8 yang lulus dan mempresentasikan karya. Ini luar biasa. Selamat. Tapi, ingat, bakat hanya salah satu faktor kesuksesan, yang utama adalah kerja keras dan pantang menyerah setiap menyelesaikan tugas,” ucap Pembina KFB Deni Krisbiyantoro.

Mewakili siswa KFB angkatan delapan, Ketua KFB Angkatan 8 Reza menyampaikan terima kasih kepada mentor, teman KFB 8 dan khususnya talent yang dijepret.

Pameran dan presentasi tugas akhir KFB 8, dihadiri perwakilan Disbudpar Kalteng, Balai Besar Pelestarian Budaya Kalteng, fotografer dan lainnya.

Dengan semakin eksisnya komunitas fotografi, diharapkan mampu memberikan andil yang baik bagi masyarakat pada umumnya. Terutama dalam promosi dan penyebaran informasi di Bumi Tambun Bungai dalam era digitalisasi.

Baca Juga :  Dari Pameran Tiga Sisi, Harmoni Seni Tiga Perupa

Terlebih, tema yang diambil tiap angkatan, cukup mempresentasikan berbagai pandangan. Seperti profesi menuju punah, melawan zaman, 1001, dan local heroes dengan pesan tersirat, apapun profesinya memiliki manfaat baik bagi orang sekitar.

Mulai dari penjual jamu pendiri yayasan, jurnalis mengajar baca anak desa, kafe disabilitas tuna rungu, relawan bagi anak berkebutuhan khusus, pengajar tari di bumi transmigrasi, perempuan pegiat coding teknologi, pembuat peti mati, hingga perias jenazah.

HPB dan KFB beranggotakan banyak latar belakang. Ada tenaga medis, driver ojol, dokter, pelajar, polisi, seniman, mahasiswa, jurnalis, abdi negara, sales, guru, pelaku studio, UMKM, content creator, dosen dan lainnya. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru