KASONGAN, PROKALTENG.CO – Produk pertanian hasil pembinaan warga binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan kembali menarik minat masyarakat luas. Tanaman cabai dalam wadah polibag karya para warga binaan tersebut dilaporkan laris dibeli oleh sejumlah pengunjung lapas untuk dibudidayakan kembali di rumah masing-masing.
Tanaman cabai siap rawat ini merupakan bagian nyata dari program pembinaan kemandirian yang dirancang sekaligus guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Seluruh proses budidaya pertanian ini dikelola secara terpadu di lingkungan area Lapas Kasongan dengan melibatkan warga binaan secara aktif.
Penjualan produk tanaman cabai ini dilakukan secara lengkap bersama wadah polibagnya guna menawarkan kepraktisan bagi para pembeli. Langkah praktis ini membuktikan bahwa proses pembinaan kerja bagi warga binaan mampu menghasilkan produk agribisnis yang bernilai ekonomis serta kompetitif di pasaran.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, mengungkapkan bahwa program pertanian tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan produktif yang berada di dalam area lapas. Melalui pemanfaatan lahan ini, karya warga binaan diharapkan terus memiliki daya saing dan memberi manfaat riil bagi masyarakat.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami terus mendorong kegiatan pertanian yang produktif sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas yang diminati oleh masyarakat,” ujar Batara Hutasoit, Senin (19/10/2026).
Batara menambahkan, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian berbasis sektor pertanian. Upaya berkelanjutan ini diarahkan agar para warga binaan memiliki keahlian praktis yang dapat menjadi bekal penghidupan mandiri setelah mereka bebas kelak. (eri)
KASONGAN, PROKALTENG.CO – Produk pertanian hasil pembinaan warga binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan kembali menarik minat masyarakat luas. Tanaman cabai dalam wadah polibag karya para warga binaan tersebut dilaporkan laris dibeli oleh sejumlah pengunjung lapas untuk dibudidayakan kembali di rumah masing-masing.
Tanaman cabai siap rawat ini merupakan bagian nyata dari program pembinaan kemandirian yang dirancang sekaligus guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Seluruh proses budidaya pertanian ini dikelola secara terpadu di lingkungan area Lapas Kasongan dengan melibatkan warga binaan secara aktif.
Penjualan produk tanaman cabai ini dilakukan secara lengkap bersama wadah polibagnya guna menawarkan kepraktisan bagi para pembeli. Langkah praktis ini membuktikan bahwa proses pembinaan kerja bagi warga binaan mampu menghasilkan produk agribisnis yang bernilai ekonomis serta kompetitif di pasaran.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, mengungkapkan bahwa program pertanian tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan produktif yang berada di dalam area lapas. Melalui pemanfaatan lahan ini, karya warga binaan diharapkan terus memiliki daya saing dan memberi manfaat riil bagi masyarakat.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami terus mendorong kegiatan pertanian yang produktif sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas yang diminati oleh masyarakat,” ujar Batara Hutasoit, Senin (19/10/2026).
Batara menambahkan, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian berbasis sektor pertanian. Upaya berkelanjutan ini diarahkan agar para warga binaan memiliki keahlian praktis yang dapat menjadi bekal penghidupan mandiri setelah mereka bebas kelak. (eri)