PROKALTENG.CO – Sistem kelistrikan Kalselteng selama Ramadan 1447 Hijriah dipastikan tetap andal meski terjadi lonjakan konsumsi listrik. Data PLN menunjukkan beban puncak mencapai 885,50 Mega Watt (MW), naik 14,08 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 776,17 MW.
Kenaikan beban listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ini masih diimbangi pasokan daya yang aman. Distribution Control Center (DCC) PLN UP2D Kalselteng mencatat daya mampu pasok mencapai 1.109,7 MW, dengan cadangan daya sekitar 224,2 MW untuk menjaga keandalan listrik selama Ramadan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan peningkatan konsumsi listrik menjadi sinyal positif aktivitas masyarakat tetap berjalan.
“Kenaikan konsumsi listrik ini menunjukkan aktivitas masyarakat selama Ramadan tetap dinamis. Kami memastikan sistem kelistrikan tetap andal agar kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi sepanjang bulan suci,” ujarnya.
Selama Ramadan, listrik menjadi kebutuhan utama, mulai dari persiapan sahur, ibadah, hingga aktivitas malam hari bersama keluarga. Kondisi sistem yang stabil ini membuat masyarakat bisa beribadah dengan lebih nyaman.
Iwan menjelaskan, pola penggunaan listrik selama Ramadan di Kalselteng berbeda dibanding hari biasa karena muncul tiga periode beban puncak dalam sehari.
“Ada tiga puncak penggunaan listrik, yakni siang, malam, dan khusus Ramadan saat sahur. Pada waktu sahur, aktivitas masyarakat meningkat sejak dini hari, mulai dari memasak hingga beribadah, yang berdampak pada penggunaan listrik,” jelasnya.
Meski pola beban berubah, PLN memastikan pemantauan sistem dilakukan secara ketat dan real-time.
“Tim DCC memantau pergerakan beban listrik selama 24 jam. Dengan pengaturan sistem yang optimal, kami berupaya menjaga pasokan tetap andal agar masyarakat bisa beraktivitas dan beribadah dengan nyaman,” tambahnya.
PLN UID Kalselteng juga memastikan kesiapan seluruh infrastruktur dan dukungan operasional selama Ramadan hingga Idulfitri. Langkah ini dilakukan agar seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari sahur, ibadah malam, hingga momen kebersamaan, dapat berjalan lancar tanpa gangguan listrik. (tim)


