BI Kalteng Ajak Masyarakat Melek QRIS dan Transaksi Digital lewat GEMPITA 2026

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong masyarakat semakin melek QRIS dan transaksi digital melalui kegiatan GEMPITA 2026 (Gebyar Literasi PeKA, QRIS, dan Cinta Bangga Paham Rupiah). Kegiatan yang digelar selama dua hari, 7–8 Mei 2026 di Ballroom M Bahalap Hotel Palangka Raya itu menjadi bagian dari penguatan literasi sistem pembayaran digital dan pelindungan konsumen di Kalteng.

Melalui GEMPITA 2026, BI Kalteng ingin memperluas pemahaman masyarakat tentang penggunaan QRIS, keamanan transaksi digital, hingga pentingnya cinta, bangga, dan paham Rupiah di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Sekitar 300 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari OJK, Satgas PASTI, ASN pemerintah daerah, BAZNAS, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas di Kota Palangka Raya.

Kegiatan diawali dengan Kick Off GEMPITA 2026 dan peluncuran delapan program serta lomba strategis. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan GEMPITA merupakan gerakan kolaboratif untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan aman.

Baca Juga :  Hadari Kahayan Run Jadi Bukti Antusias Masyarakat pada Ekonomi Digital

“GEMPITA 2026 hadir untuk mendorong masyarakat semakin cerdas bertransaksi, melek digital, dan bangga menggunakan Rupiah,” ujar Yuliansah.

Menurut dia, penguatan literasi digital tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, BI menggandeng OJK, industri perbankan, dunia pendidikan, UMKM, hingga berbagai komunitas agar edukasi transaksi digital bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Adapun delapan program dan lomba yang resmi diluncurkan meliputi Mini Championship TP2DD, SP Bahalap dan Merchant Bahalap, Kas Titipan Perfect, HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah), Geber PeKA Bakena, Duta PeKA Digital dan UGC Mandatory, QRIS Warzone, hingga Lomba Basket 5×5 CBP Rupiah Championship.

Electronic money exchangers listing

Rangkaian kegiatan juga diisi talkshow Sistem Pembayaran Digital dan Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah) dengan menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DPSP) Bank Indonesia, Director Program & Policy Advocacy AFTECH, serta perwakilan KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Jangan Ragu Curhat ke Command Center PLN Jika Terjadi Gangguan Listrik

Dalam sesi tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai perkembangan sistem pembayaran digital, interoperabilitas transaksi elektronik, hingga penguatan penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait pelindungan konsumen melalui talkshow bersama Putri Indonesia Kalimantan Tengah 2025 dan perwakilan BI Kalteng. Edukasi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital dan penggunaan transaksi elektronik secara aman dan bertanggung jawab.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Interoperabilitas Sistem Pembayaran yang melibatkan industri perbankan dan DPSP Bank Indonesia.

Melalui GEMPITA 2026, BI Kalteng berharap literasi QRIS, transaksi digital, dan pelindungan konsumen di Kalimantan Tengah semakin kuat sehingga mampu menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman, efisien, inklusif, dan berdaya saing. (tim)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong masyarakat semakin melek QRIS dan transaksi digital melalui kegiatan GEMPITA 2026 (Gebyar Literasi PeKA, QRIS, dan Cinta Bangga Paham Rupiah). Kegiatan yang digelar selama dua hari, 7–8 Mei 2026 di Ballroom M Bahalap Hotel Palangka Raya itu menjadi bagian dari penguatan literasi sistem pembayaran digital dan pelindungan konsumen di Kalteng.

Melalui GEMPITA 2026, BI Kalteng ingin memperluas pemahaman masyarakat tentang penggunaan QRIS, keamanan transaksi digital, hingga pentingnya cinta, bangga, dan paham Rupiah di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Sekitar 300 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari OJK, Satgas PASTI, ASN pemerintah daerah, BAZNAS, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas di Kota Palangka Raya.

Electronic money exchangers listing

Kegiatan diawali dengan Kick Off GEMPITA 2026 dan peluncuran delapan program serta lomba strategis. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengatakan GEMPITA merupakan gerakan kolaboratif untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan aman.

Baca Juga :  Hadari Kahayan Run Jadi Bukti Antusias Masyarakat pada Ekonomi Digital

“GEMPITA 2026 hadir untuk mendorong masyarakat semakin cerdas bertransaksi, melek digital, dan bangga menggunakan Rupiah,” ujar Yuliansah.

Menurut dia, penguatan literasi digital tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, BI menggandeng OJK, industri perbankan, dunia pendidikan, UMKM, hingga berbagai komunitas agar edukasi transaksi digital bisa menjangkau lebih banyak masyarakat.

Adapun delapan program dan lomba yang resmi diluncurkan meliputi Mini Championship TP2DD, SP Bahalap dan Merchant Bahalap, Kas Titipan Perfect, HAPAQAT (Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah), Geber PeKA Bakena, Duta PeKA Digital dan UGC Mandatory, QRIS Warzone, hingga Lomba Basket 5×5 CBP Rupiah Championship.

Rangkaian kegiatan juga diisi talkshow Sistem Pembayaran Digital dan Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP Rupiah) dengan menghadirkan narasumber dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DPSP) Bank Indonesia, Director Program & Policy Advocacy AFTECH, serta perwakilan KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Jangan Ragu Curhat ke Command Center PLN Jika Terjadi Gangguan Listrik

Dalam sesi tersebut, peserta mendapat edukasi mengenai perkembangan sistem pembayaran digital, interoperabilitas transaksi elektronik, hingga penguatan penggunaan QRIS dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman terkait pelindungan konsumen melalui talkshow bersama Putri Indonesia Kalimantan Tengah 2025 dan perwakilan BI Kalteng. Edukasi tersebut menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap penipuan digital dan penggunaan transaksi elektronik secara aman dan bertanggung jawab.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) Interoperabilitas Sistem Pembayaran yang melibatkan industri perbankan dan DPSP Bank Indonesia.

Melalui GEMPITA 2026, BI Kalteng berharap literasi QRIS, transaksi digital, dan pelindungan konsumen di Kalimantan Tengah semakin kuat sehingga mampu menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman, efisien, inklusif, dan berdaya saing. (tim)

Terpopuler

Artikel Terbaru