KASONGAN, PROKALTENG.CO – Suasana Ramadan 1447 H di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan terasa berbeda. Sebanyak 45 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) muslim mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar di Masjid At-Tawwab Lapas Narkotika Kasongan.
Kegiatan pesantren kilat Ramadan di Lapas Narkotika Kasongan itu diisi dengan berbagai lomba praktik ibadah. Mulai dari lomba membaca iqra, tartil Alquran, adzan hingga kultum yang diikuti para WBP dari berbagai blok hunian.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dia menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam proses pemasyarakatan bagi para warga binaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didampingi ustaz Imam Nurbaihaqi bersama sejumlah pegawai Lapas yang bertindak sebagai panitia sekaligus pengawas lomba.
“Rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung selama satu hari. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari unsur pembina rohani dan petugas lapas,” ujar Batara.
Dia menambahkan, para pemenang lomba akan diumumkan pada penutupan kegiatan. Mereka juga akan menerima hadiah serta piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mengikuti pembinaan keagamaan.
Menurutnya, pesantren kilat Ramadan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat ibadah dan mempererat ukhuwah di antara warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Harapannya, mereka dapat memperbaiki diri dan kelak kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan bisa menjadi imam bagi keluarganya,” pungkasnya. (eri)
KASONGAN, PROKALTENG.CO – Suasana Ramadan 1447 H di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan terasa berbeda. Sebanyak 45 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) muslim mengikuti kegiatan pesantren kilat yang digelar di Masjid At-Tawwab Lapas Narkotika Kasongan.
Kegiatan pesantren kilat Ramadan di Lapas Narkotika Kasongan itu diisi dengan berbagai lomba praktik ibadah. Mulai dari lomba membaca iqra, tartil Alquran, adzan hingga kultum yang diikuti para WBP dari berbagai blok hunian.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Batara Hutasoit, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dia menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar penting dalam proses pemasyarakatan bagi para warga binaan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta didampingi ustaz Imam Nurbaihaqi bersama sejumlah pegawai Lapas yang bertindak sebagai panitia sekaligus pengawas lomba.
“Rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung selama satu hari. Penilaian dilakukan oleh dewan juri dari unsur pembina rohani dan petugas lapas,” ujar Batara.
Dia menambahkan, para pemenang lomba akan diumumkan pada penutupan kegiatan. Mereka juga akan menerima hadiah serta piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas semangat mengikuti pembinaan keagamaan.
Menurutnya, pesantren kilat Ramadan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat ibadah dan mempererat ukhuwah di antara warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Harapannya, mereka dapat memperbaiki diri dan kelak kembali ke masyarakat menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan bisa menjadi imam bagi keluarganya,” pungkasnya. (eri)