31.4 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Lapas Narkotika Kasongan Gelar Skrining TBC untuk WBP

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan, bekerja sama dengan Puskesmas Kasongan II, melaksanakan skrining tuberkulosis (TBC) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan Lapas serta menjaga kesehatan narapidana.

Sebanyak 21 WBP yang berisiko terjangkit TBC menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengambilan data medis, pemeriksaan fisik, serta tes cepat untuk mendeteksi adanya gejala TBC. Tim medis Puskesmas Kasongan II turut serta dalam proses pemeriksaan tersebut.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Yordani, mengungkapkan, skrining ini penting dilakukan untuk mendeteksi dini kasus TBC, guna mencegah penyebarannya di dalam Lapas yang memiliki kepadatan tinggi.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Narkotika Kasongan Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Tanam Sayur

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran WBP tentang pentingnya menjaga kesehatan dan rutin memeriksakan kondisi tubuh,” terangnya, Kamis (9/1/2024).

Yordani menambahkan, skrining ini tidak hanya memberi manfaat bagi WBP yang terdeteksi TBC, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang kesehatan di kalangan narapidana.

Kegiatan ini sejalan dengan reformasi sistem pemasyarakatan, yang mengutamakan kesehatan sebagai prioritas.

Ia berharap, skrining kesehatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk memastikan kesehatan WBP tetap terjaga, sehingga mereka dapat menjalani masa hukuman dengan kondisi fisik yang optimal. Hasil skrining kali ini menunjukkan bahwa seluruh peserta negatif TBC. (eri)

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Kasongan, bekerja sama dengan Puskesmas Kasongan II, melaksanakan skrining tuberkulosis (TBC) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit menular di lingkungan Lapas serta menjaga kesehatan narapidana.

Sebanyak 21 WBP yang berisiko terjangkit TBC menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengambilan data medis, pemeriksaan fisik, serta tes cepat untuk mendeteksi adanya gejala TBC. Tim medis Puskesmas Kasongan II turut serta dalam proses pemeriksaan tersebut.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Yordani, mengungkapkan, skrining ini penting dilakukan untuk mendeteksi dini kasus TBC, guna mencegah penyebarannya di dalam Lapas yang memiliki kepadatan tinggi.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Narkotika Kasongan Dukung Ketahanan Pangan Lewat Program Tanam Sayur

“Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran WBP tentang pentingnya menjaga kesehatan dan rutin memeriksakan kondisi tubuh,” terangnya, Kamis (9/1/2024).

Yordani menambahkan, skrining ini tidak hanya memberi manfaat bagi WBP yang terdeteksi TBC, tetapi juga meningkatkan kesadaran tentang kesehatan di kalangan narapidana.

Kegiatan ini sejalan dengan reformasi sistem pemasyarakatan, yang mengutamakan kesehatan sebagai prioritas.

Ia berharap, skrining kesehatan ini dapat dilakukan secara berkala untuk memastikan kesehatan WBP tetap terjaga, sehingga mereka dapat menjalani masa hukuman dengan kondisi fisik yang optimal. Hasil skrining kali ini menunjukkan bahwa seluruh peserta negatif TBC. (eri)

Terpopuler

Artikel Terbaru