31.4 C
Jakarta
Monday, January 19, 2026

Dua Dekade Mengabdi di TPA Sawit, Siti Ngaisah Tak Pernah Bosan Mengasuh Anak

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Selama 20 tahun terakhir, Siti Ngaisah setia mengabdikan diri mengasuh anak-anak karyawan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Harapan Bunda PT Mustika Sembuluh I, Wilmar Group, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Di tengah hamparan perkebunan sawit, daycare ini menjadi sandaran para orang tua agar bisa bekerja dengan tenang.

Perempuan asal Wonosobo, Jawa Tengah, itu mulai bekerja sejak 2005, saat perusahaan masih menanam sawit perdana. Ia hijrah mengikuti suaminya yang bekerja di perkebunan.

Namun, tak lama kemudian suaminya meninggal dunia. Siti memilih bertahan sebagai pengasuh TPA demi membesarkan tiga anaknya, yang kini telah dewasa dan ikut bekerja di lingkungan perusahaan tersebut.

Setiap pagi, Siti menyambut anak-anak dengan senyum dan panggilan akrab. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas. Ia mengaku sudah menganggap anak-anak asuhnya seperti anak sendiri. Bahkan, ada anak yang diasuhnya sejak bayi dan kini telah menjadi karyawan PT Mustika Sembuluh.

Baca Juga :  Konflik Plasma Tak Kunjung Usai, Bupati Lamandau Siap Panggil PT SLR

“Rasanya saya bukan lagi bekerja, tapi mengasuh anak sendiri. Selama masih kuat, saya ingin tetap mengasuh anak-anak di sini,” ujar Siti, yang kini berusia 55 tahun.

Jika ada anak yang rewel atau bandel, Siti memilih membujuk dengan sabar. Kecintaannya pada dunia anak membuatnya tak pernah merasa jenuh meski telah dua dekade menjalani profesi tersebut.

Electronic money exchangers listing

Seiring waktu, TPA yang awalnya hanya satu ruangan sederhana kini berkembang menjadi fasilitas yang lengkap. Tersedia ruang bermain, alat edukatif, serta tenaga pengasuh terlatih. Bagi keluarga karyawan perkebunan, TPA bukan hanya tempat menitipkan anak, tetapi juga rumah kedua yang memberi rasa aman. Saat ini, perusahaan mengoperasikan sekitar 50 TPA di wilayah operasinya di Kalimantan Tengah.

Kisah Siti menjadi satu dari banyak potret dedikasi para pengasuh di TPA PT Mustika Sembuluh. Fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan keluarga karyawan, terutama ibu-ibu yang bekerja di perkebunan. Anak-anak tidak hanya diasuh, tetapi juga mendapatkan asupan gizi dan stimulasi pendidikan usia dini.

Baca Juga :  Kisah Suwandi, Si “Kopral” Tanpa Seragam yang Jadi Penjaga Jalanan Kota Cantik

Koordinator Sustainability Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, mengatakan keberadaan TPA merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.

“Anak-anak tumbuh dengan disiplin, kemandirian, dan nilai kebersamaan. Banyak dari mereka yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi, bahkan kembali bekerja di perusahaan ini,” kata Sarimanah.

Selain TPA, perusahaan juga menjalankan program Sekolah Bina Bangsa dan berbagai inisiatif sosial lainnya. Menurut Sarimanah, pembangunan industri berkelanjutan tidak hanya soal produksi, tetapi juga memperhatikan manusia di dalamnya.

“Bukan hanya pekerja, tapi juga keluarga dan anak-anak mereka yang merupakan masa depan bangsa,” ujarnya. (adv)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Selama 20 tahun terakhir, Siti Ngaisah setia mengabdikan diri mengasuh anak-anak karyawan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Harapan Bunda PT Mustika Sembuluh I, Wilmar Group, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Di tengah hamparan perkebunan sawit, daycare ini menjadi sandaran para orang tua agar bisa bekerja dengan tenang.

Perempuan asal Wonosobo, Jawa Tengah, itu mulai bekerja sejak 2005, saat perusahaan masih menanam sawit perdana. Ia hijrah mengikuti suaminya yang bekerja di perkebunan.

Electronic money exchangers listing

Namun, tak lama kemudian suaminya meninggal dunia. Siti memilih bertahan sebagai pengasuh TPA demi membesarkan tiga anaknya, yang kini telah dewasa dan ikut bekerja di lingkungan perusahaan tersebut.

Setiap pagi, Siti menyambut anak-anak dengan senyum dan panggilan akrab. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas. Ia mengaku sudah menganggap anak-anak asuhnya seperti anak sendiri. Bahkan, ada anak yang diasuhnya sejak bayi dan kini telah menjadi karyawan PT Mustika Sembuluh.

Baca Juga :  Konflik Plasma Tak Kunjung Usai, Bupati Lamandau Siap Panggil PT SLR

“Rasanya saya bukan lagi bekerja, tapi mengasuh anak sendiri. Selama masih kuat, saya ingin tetap mengasuh anak-anak di sini,” ujar Siti, yang kini berusia 55 tahun.

Jika ada anak yang rewel atau bandel, Siti memilih membujuk dengan sabar. Kecintaannya pada dunia anak membuatnya tak pernah merasa jenuh meski telah dua dekade menjalani profesi tersebut.

Seiring waktu, TPA yang awalnya hanya satu ruangan sederhana kini berkembang menjadi fasilitas yang lengkap. Tersedia ruang bermain, alat edukatif, serta tenaga pengasuh terlatih. Bagi keluarga karyawan perkebunan, TPA bukan hanya tempat menitipkan anak, tetapi juga rumah kedua yang memberi rasa aman. Saat ini, perusahaan mengoperasikan sekitar 50 TPA di wilayah operasinya di Kalimantan Tengah.

Kisah Siti menjadi satu dari banyak potret dedikasi para pengasuh di TPA PT Mustika Sembuluh. Fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesejahteraan keluarga karyawan, terutama ibu-ibu yang bekerja di perkebunan. Anak-anak tidak hanya diasuh, tetapi juga mendapatkan asupan gizi dan stimulasi pendidikan usia dini.

Baca Juga :  Kisah Suwandi, Si “Kopral” Tanpa Seragam yang Jadi Penjaga Jalanan Kota Cantik

Koordinator Sustainability Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, mengatakan keberadaan TPA merupakan investasi jangka panjang bagi perusahaan dan masyarakat sekitar.

“Anak-anak tumbuh dengan disiplin, kemandirian, dan nilai kebersamaan. Banyak dari mereka yang melanjutkan pendidikan lebih tinggi, bahkan kembali bekerja di perusahaan ini,” kata Sarimanah.

Selain TPA, perusahaan juga menjalankan program Sekolah Bina Bangsa dan berbagai inisiatif sosial lainnya. Menurut Sarimanah, pembangunan industri berkelanjutan tidak hanya soal produksi, tetapi juga memperhatikan manusia di dalamnya.

“Bukan hanya pekerja, tapi juga keluarga dan anak-anak mereka yang merupakan masa depan bangsa,” ujarnya. (adv)

Terpopuler

Artikel Terbaru