Harumkan Kalteng di Tingkat Nasional, SMAN 2 Katingan Kuala Raih Juara I LCC 4 Pilar‎

Mereka menyadari bahwa di tingkat nasional akan berhadapan dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎Perjalanan menuju Jakarta pun menjadi pengalaman tersendiri.

Dari sekolah menuju ibu kota Kabupaten Katingan membutuhkan waktu sekitar enam jam , kemudian dilanjutkan menuju ibu kota provinsi sekitar dua setengah hingga tiga jam, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

‎Perjalanan panjang tersebut turut menguras kondisi fisik tim.

Bahkan,  salah seorang anggota tim mengalami penurunan kondisi kesehatan dan harus mendapatkan perawatan serta menjalani masa pemulihan.

Kondisi itu sempat membuat seluruh anggota tim merasa khawatir.

‎Riswati bersyukur karena pihak MPR RI memberikan perhatian dan respons yang baik dengan menyediakan penanganan medis bagi peserta yang membutuhkan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  PKKMB Resmi Dibuka, UPR Sambut 3542 Ribu Intelek Muda

Namun, ketika grand final berlangsung, salah satu anggota tim masih dalam masa pemulihan sehingga mereka harus bertanding hanya dengan sembilan peserta.

‎Situasi tersebut sempat membuat Riswati dan rekan-rekannya semakin tegang. Mereka telah  mempersiapkan pertandingan dengan formasi lengkap, tetapi kondisi mengharuskan mereka berjuang dengan jumlah anggota yang lebih sedikit.

‎Meski demikian, mereka memilih untuk saling menguatkan. Bagi Riswati, perjuangan yang telah dilakukan sejak April tidak boleh berakhir hanya karena menghadapi satu tantangan.

Mereka menyadari bahwa di tingkat nasional akan berhadapan dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎Perjalanan menuju Jakarta pun menjadi pengalaman tersendiri.

Dari sekolah menuju ibu kota Kabupaten Katingan membutuhkan waktu sekitar enam jam , kemudian dilanjutkan menuju ibu kota provinsi sekitar dua setengah hingga tiga jam, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Electronic money exchangers listing

‎Perjalanan panjang tersebut turut menguras kondisi fisik tim.

Bahkan,  salah seorang anggota tim mengalami penurunan kondisi kesehatan dan harus mendapatkan perawatan serta menjalani masa pemulihan.

Kondisi itu sempat membuat seluruh anggota tim merasa khawatir.

‎Riswati bersyukur karena pihak MPR RI memberikan perhatian dan respons yang baik dengan menyediakan penanganan medis bagi peserta yang membutuhkan.

Baca Juga :  PKKMB Resmi Dibuka, UPR Sambut 3542 Ribu Intelek Muda

Namun, ketika grand final berlangsung, salah satu anggota tim masih dalam masa pemulihan sehingga mereka harus bertanding hanya dengan sembilan peserta.

‎Situasi tersebut sempat membuat Riswati dan rekan-rekannya semakin tegang. Mereka telah  mempersiapkan pertandingan dengan formasi lengkap, tetapi kondisi mengharuskan mereka berjuang dengan jumlah anggota yang lebih sedikit.

‎Meski demikian, mereka memilih untuk saling menguatkan. Bagi Riswati, perjuangan yang telah dilakukan sejak April tidak boleh berakhir hanya karena menghadapi satu tantangan.

Terpopuler

Artikel Terbaru