29.3 C
Jakarta
Monday, March 2, 2026

Peralihan Musim Hujan ke Kemarau, BMKG Kalteng: Waspadai Cuaca Panas dan Karhutla!

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mencatat tren penurunan curah hujan dalam beberapa hari terakhir dengan kondisi cuaca yang cenderung panas di sejumlah wilayah.

“Kalimantan Tengah saat ini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau. Sehingga potensi cuaca panas masih cukup dominan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiono, Selasa (27/1/2026).

BMKG menyebut hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah meskipun secara umum suhu udara diperkirakan tetap relatif tinggi.

“Ke depan kita memasuki musim peralihan. Mudah-mudahan tidak terjadi panas yang ekstrem. Namun kita tetap harus bersiap dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Kesehatan Gratis Disambut Antusias Ojol

Selain memantau kondisi cuaca harian, BMKG juga terus mencermati perkembangan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan.

“Kami berharap intensitas El Nino tidak terlalu tinggi, sehingga dampaknya terhadap Kalimantan Tengah dapat diminimalkan,”ujarnya.

Namun jika berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, potensi hujan ringan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Kalteng. Meski demikian, cuaca panas diprediksi tetap mendominasi.

Electronic money exchangers listing

“Informasi terbaru terkait perkembangan cuaca dan El Nino akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat,” tambahnya.

BMKG juga mendeteksi keberadaan sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir dengan jumlah sempat mencapai lebih dari 147 titik.

Baca Juga :  5 Shio Paling Hoki yang Bakal Diterpa Hujan Uang di Tahun 2026

“Titik panas tersebut tersebar di wilayah tengah, utara, serta beberapa kawasan pinggiran di bagian timur Kalimantan Tengah dan terus kami pantau karena sifatnya fluktuatif,” tuturnya.

Seiring masuknya musim pancaroba menuju kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dengan menghindari pembakaran lahan serta segera melaporkan atau memadamkan api apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar,” tutupnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mencatat tren penurunan curah hujan dalam beberapa hari terakhir dengan kondisi cuaca yang cenderung panas di sejumlah wilayah.

“Kalimantan Tengah saat ini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau. Sehingga potensi cuaca panas masih cukup dominan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiono, Selasa (27/1/2026).

BMKG menyebut hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah meskipun secara umum suhu udara diperkirakan tetap relatif tinggi.

Electronic money exchangers listing

“Ke depan kita memasuki musim peralihan. Mudah-mudahan tidak terjadi panas yang ekstrem. Namun kita tetap harus bersiap dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Kesehatan Gratis Disambut Antusias Ojol

Selain memantau kondisi cuaca harian, BMKG juga terus mencermati perkembangan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan.

“Kami berharap intensitas El Nino tidak terlalu tinggi, sehingga dampaknya terhadap Kalimantan Tengah dapat diminimalkan,”ujarnya.

Namun jika berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, potensi hujan ringan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Kalteng. Meski demikian, cuaca panas diprediksi tetap mendominasi.

“Informasi terbaru terkait perkembangan cuaca dan El Nino akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat,” tambahnya.

BMKG juga mendeteksi keberadaan sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir dengan jumlah sempat mencapai lebih dari 147 titik.

Baca Juga :  5 Shio Paling Hoki yang Bakal Diterpa Hujan Uang di Tahun 2026

“Titik panas tersebut tersebar di wilayah tengah, utara, serta beberapa kawasan pinggiran di bagian timur Kalimantan Tengah dan terus kami pantau karena sifatnya fluktuatif,” tuturnya.

Seiring masuknya musim pancaroba menuju kemarau, BMKG mengimbau masyarakat untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

“Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dengan menghindari pembakaran lahan serta segera melaporkan atau memadamkan api apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar,” tutupnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru