Solidaritas Ganda, Aliansi Masyarakat Kalteng Galang Dana untuk Flores dan Bagikan Masker Karhutla

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aliansi Masyarakat Kalteng Peduli NTT menggelar aksi kemanusiaan ganda pada Rabu (26/8/2026), berupa penggalangan dana untuk korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus pembagian masker bagi masyarakat Palangka Raya yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Koordinator Lapangan Aliansi, Rasya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Aksi ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian bersama,” ungkapnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 17.30 WIB dengan melibatkan mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta berbagai kelompok masyarakat di Kalteng.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ketika saudara-saudara kami di Flores membutuhkan bantuan, kami hadir untuk bergerak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemarau Diprediksi Empat Bulan, Kalteng Waspadai Potensi Karhutla

Para relawan memusatkan aksi di empat titik strategis di Kota Palangka Raya, yakni Bundaran Burung, Bundaran Kecil, Lampu Merah Jalan Thamrin, dan Lampu Merah Antang.

Donasi yang terkumpul sejak Minggu, 23 Agustus 2026, saat ini telah mencapai Rp24.245.000 dan masih berlanjut hingga Kamis, 27 Agustus 2026.

Electronic money exchangers listing

Selain menggalang donasi, para relawan juga membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap asap karhutla kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Langkah tersebut diambil untuk merespons meningkatnya ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng.

“Namun kami juga tidak menutup mata terhadap kondisi Kalimantan Tengah yang mulai menghadapi ancaman kabut asap akibat karhutla,” jelasnya dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :  Dishut Kalteng Intensifkan Penanganan Karhutla, 125 Hotspot Terdeteksi

Aliansi berharap gerakan tersebut dapat memantik kepedulian yang lebih luas dari berbagai komunitas dan organisasi. Menurut mereka, bencana merupakan panggilan kemanusiaan bagi semua orang.

“Duka mereka adalah duka kita. Asap yang kita hadapi adalah persoalan bersama, ketika kemanusiaan memanggil, kita tidak boleh tinggal diam,” tutupnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aliansi Masyarakat Kalteng Peduli NTT menggelar aksi kemanusiaan ganda pada Rabu (26/8/2026), berupa penggalangan dana untuk korban bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus pembagian masker bagi masyarakat Palangka Raya yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Koordinator Lapangan Aliansi, Rasya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian bersama terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Aksi ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian bersama,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung sejak pukul 13.30 hingga 17.30 WIB dengan melibatkan mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta berbagai kelompok masyarakat di Kalteng.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ketika saudara-saudara kami di Flores membutuhkan bantuan, kami hadir untuk bergerak,” tegasnya.

Baca Juga :  Kemarau Diprediksi Empat Bulan, Kalteng Waspadai Potensi Karhutla

Para relawan memusatkan aksi di empat titik strategis di Kota Palangka Raya, yakni Bundaran Burung, Bundaran Kecil, Lampu Merah Jalan Thamrin, dan Lampu Merah Antang.

Donasi yang terkumpul sejak Minggu, 23 Agustus 2026, saat ini telah mencapai Rp24.245.000 dan masih berlanjut hingga Kamis, 27 Agustus 2026.

Selain menggalang donasi, para relawan juga membagikan masker sebagai langkah antisipasi terhadap asap karhutla kepada pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Langkah tersebut diambil untuk merespons meningkatnya ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng.

“Namun kami juga tidak menutup mata terhadap kondisi Kalimantan Tengah yang mulai menghadapi ancaman kabut asap akibat karhutla,” jelasnya dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga :  Dishut Kalteng Intensifkan Penanganan Karhutla, 125 Hotspot Terdeteksi

Aliansi berharap gerakan tersebut dapat memantik kepedulian yang lebih luas dari berbagai komunitas dan organisasi. Menurut mereka, bencana merupakan panggilan kemanusiaan bagi semua orang.

“Duka mereka adalah duka kita. Asap yang kita hadapi adalah persoalan bersama, ketika kemanusiaan memanggil, kita tidak boleh tinggal diam,” tutupnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru