PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Cuaca panas terik yang sempat dirasakan masyarakat Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir diperkirakan mulai berkurang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, kondisi tersebut akan diiringi dengan meningkatnya potensi hujan di sejumlah wilayah Kalteng.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Neng Arini, mengatakan suhu panas yang dominan pada pekan sebelumnya kini berangsur menurun karena pengaruh peningkatan aktivitas hujan.
“Untuk cuaca panas seperti minggu kemarin relatif berkurang dibandingkan beberapa hari yang lalu, karena beberapa hari ke depan potensi hujannya akan meningkat. Terutama pada tanggal 28 Januari 2026,” ujar Neng Arini, Senin (26/1/2026).
BMKG mencatat, pada periode 26–29 Januari 2026 sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan bahkan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
Sementara itu, pada periode 29 Januari hingga 1 Februari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih berlanjut di wilayah Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem di masa ini. Warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan genangan, banjir lokal, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat hujan lebat dan angin kencang.
Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi dini terhadap dampak cuaca ekstrem. (jef)


