KASONGAN, PROKALTENG.CO – Produk kerajinan tangan hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan resmi merambah pasar internasional. Produk berupa gantungan kunci khas berbahan getah nyatu tersebut turut dilepas dalam prosesi Launching Ekspor Perdana Produk Unggulan IKM dan UMKM Kota Palangka Raya, Selasa (23/12).
Kegiatan yang dipusatkan di Palangka Raya ini dihadiri langsung oleh Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelola Hasil Kerja Fanuel Hanshius, mewakili Kepala Lapas Narkotika Kasongan, Yordani. Acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, bersama eksportir asal Selandia Baru Mr Rodney, serta mitra usaha lokal Nisa.
Keterlibatan produk Lapas dalam ekspor ini bukan sekadar pencapaian dagang, melainkan wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus utama program ini adalah penguatan pendayagunaan warga binaan agar mampu menghasilkan produk UMKM berkualitas yang memiliki daya saing pasar.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan Yordani menegaskan, keberhasilan menembus pasar luar negeri ini merupakan buah dari pembinaan kemandirian yang dilakukan secara konsisten di dalam Lapas.
“Keikutsertaan produk getah nyatu ini adalah implementasi nyata poin ketiga Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami ingin membuktikan bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya bernilai seni tinggi yang diakui dunia,” ujar Yordani dalam keterangan.
Produk yang diekspor, yakni gantungan kunci getah nyatu, dipilih karena merupakan kerajinan ikonik Kalimantan Tengah yang memiliki nilai estetika unik. Melalui program pembinaan ini, pihak Lapas berharap para warga binaan memiliki keterampilan mumpuni sebagai bekal untuk berwirausaha atau bekerja setelah menyelesaikan masa pidananya.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan produk unggulan hasil pembinaan ini. Harapannya, program ini dapat berkelanjutan sehingga semakin banyak produk karya WBP yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tutup Yordani.
Dengan dimulainya ekspor perdana ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan optimis dapat meningkatkan standar kualitas hasil produksi mereka guna memenuhi permintaan pasar global di masa mendatang. (eri)


