PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO-Â Tim gabungan Universitas Palangka Raya (UPR) berhasil mengendalikan kebakaran di area hutan gambut yang berbatasan langsung dengan fasilitas gedung, setelah melakukan upaya penanganan intensif selama empat hari.
Berdasarkan Pantauan awak media di lapangan Jumat sore (21/8/2026). Kondisi lahan gambut kawasan UPR sudah sangat kering, sehingga mudah terbakar.
Beberapa petugas di lapangan juga terpantau susah membawa selang karena jarak hospot yang lumayan jauh. Di lokasi Kebakaran juga, salah satu petugas menemukan satwa (ular) yang mati akibat terpanggang api yang membakar lokasi.
Ketua Tim Barang Milik Negara (BMN), Ricky. Menjelaskan, bahwa langkah mitigasi taktis yang diambil oleh tim difokuskan pada pengamanan batas area kampus.
“Proses ini yang pastinya dari pihak UPR memblokade bagian-bagian yang dekat gedung. Termasuk yang gedung Merah Putih kemarin, kan kita blok dari belakang. Di sebelah paritnya itu sudah kita blok semua sambil kita pantau apinya tiap hari,” ujar Ricky.
Ia menegaskan bahwa upaya pemantauan dan pemadaman ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak internal.
“Dari keamanan kita sampai teman-teman di PPIG juga di Cintrop, itu semua mantau, sama BMN,” tambahnya.
Terkait kendala ketersediaan air untuk memadamkan api di lahan gambut, tim gabungan berinisiatif membangun sumber air mandiri serta mendatangkan bantuan luar.
“Sumber air kita bikin sumur bor, dan ada dari tangki juga bantuan kalau jarak dekat. Kalau di titik-titik krusial, ibaratnya di titik-titik api, kita bikin sumur bor. Di beberapa fakultas juga kita bor untuk jaga-jaga, karena di sini kan masih areal hutan gambut,” jelasnya.
Meski api saat ini sudah berhasil dipadamkan, Ricky memastikan proses pengawasan ketat masih terus berlangsung untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Masih tetap dipantau oleh tim keamanan, itu yang pasti patroli tiap jam. Kita sudah ada grup, baik untuk laporan sesama anggota maupun kepada pimpinan,” pungkas Ricky. (her)


