Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas Kaji Tiru ke Jatim, Jateng dan DIY

PROKALTENG.CO– Muhammadiiyah dan Aisyiyah Kapuas melakukan kaji tiru dan Rihlah (wisata) ke Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kebumen Jawa Tengah  dan Kota Yogyakarta.

“Kami akan mengunjungi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gombong di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang merupakan PCM terbaik se Indonesia tahun 2025,” ungkap Sekrtetaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas yang juga pimpinan rombongan, M.Jalaluddin,M.Pd,Senin (22/6/2026)

Tujuannnya. Tidak hanya sekadar berwisata (rihlah). Tetapi secara aktif mencari ilmu , meniru metode yang baik dan menerapkannya dalam struktur Muhammadiiyah dan Aisyiyah di Kapuas.

“Kaji tiru dan rihlah bermanfaat meningkatkan kinerja,mendapatkan informasi baru dan inovasi dari tempat tujuan. Motivasi dan penyegaran dengan mengurangi kejenuhan kerja melalui suasana baru. Dan penguatan tim yaitu membangun kedekatan  antara anggota tim dalam perjalanan,” kata M.Jalaluddin.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Momentum Memperbaiki Kualitas Diri dan Keimanan

Dikatakan M.Jalaluddin. Kaji tiru Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas  adalah studi banding untuk mengadopsi keunggulan organisasi , tertutama dalam tata kelola pendidikan, pengguatan karakter Islami yang dikelola secara modern. Fokus utamanya adalah  meniru semangat kerja keras, kemandirian dan pelayanan social.

Selain itu urai M. Jalaluddin. Mengadopsi praktik terbaik agar organisasi  berkembang di lembaga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Yang fokus  pada manajemen unggul organisasi, pelayanan sosial yang profesional , sistematis serta berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Mempelajari dan mengadopsi  sistem pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah,   bidang pendidikan, Lembaga Amal Zakat,Infaq,dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan klinik kesehatan.

Electronic money exchangers listing

Mengadopsi menejemen sekolah unggulan yang modern, kurikulum berbasis teknologi , dan penanaman karakter Islami yang kuat.

Baca Juga :  Muhammadiyah Kapuas Salurkan Dana Rp37 Juta untuk Bencana Aceh dan Sumatera

Juga meniru tata kelola organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, dengan mengamati kedisiplinan dan profesional dalam pengelola amal usaha Muhammadiyah.

Rihlah (rekreasi) bertujuan untuk tadabur dan syukur, menjadikan hiburan sebagai sarana merenungkan kebesaran Allah SWT . Untuk mempererat ikatan kekeluargaan (silaturahmi) atau menyegarkan semangat untuk kembali beribadah dan bekerja dengan produktif.

Rihlah sebagai perjalanan yang bernilai ibadah, edukatif, dan sosial. Pembinaan karakter untuk membangun kemandirian, disiplin dan semangat ukhuwah (persaudaraan).

“Kegiatan kaji tiru dan rihlah ini diikuti  35 orang peserta dari Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kegiatan lainnya adalah melakukan napak tilas  sejarah Muhammadiyah dengan mengunjungi Museum Muhammadiyah di Yogyakarta. Serta berziarah kemakam pendiri Muhammadiyah yang juga Pahlawan Nasional,KH.Ahmad Dahlan,” ucap Jalauddin. (ind)

 

 

 

PROKALTENG.CO– Muhammadiiyah dan Aisyiyah Kapuas melakukan kaji tiru dan Rihlah (wisata) ke Kabupaten Lamongan Jawa Timur, Kebumen Jawa Tengah  dan Kota Yogyakarta.

“Kami akan mengunjungi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gombong di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah yang merupakan PCM terbaik se Indonesia tahun 2025,” ungkap Sekrtetaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas yang juga pimpinan rombongan, M.Jalaluddin,M.Pd,Senin (22/6/2026)

Tujuannnya. Tidak hanya sekadar berwisata (rihlah). Tetapi secara aktif mencari ilmu , meniru metode yang baik dan menerapkannya dalam struktur Muhammadiiyah dan Aisyiyah di Kapuas.

Electronic money exchangers listing

“Kaji tiru dan rihlah bermanfaat meningkatkan kinerja,mendapatkan informasi baru dan inovasi dari tempat tujuan. Motivasi dan penyegaran dengan mengurangi kejenuhan kerja melalui suasana baru. Dan penguatan tim yaitu membangun kedekatan  antara anggota tim dalam perjalanan,” kata M.Jalaluddin.

Baca Juga :  Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Momentum Memperbaiki Kualitas Diri dan Keimanan

Dikatakan M.Jalaluddin. Kaji tiru Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas  adalah studi banding untuk mengadopsi keunggulan organisasi , tertutama dalam tata kelola pendidikan, pengguatan karakter Islami yang dikelola secara modern. Fokus utamanya adalah  meniru semangat kerja keras, kemandirian dan pelayanan social.

Selain itu urai M. Jalaluddin. Mengadopsi praktik terbaik agar organisasi  berkembang di lembaga Muhammadiyah dan Aisyiyah. Yang fokus  pada manajemen unggul organisasi, pelayanan sosial yang profesional , sistematis serta berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Mempelajari dan mengadopsi  sistem pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah,   bidang pendidikan, Lembaga Amal Zakat,Infaq,dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan klinik kesehatan.

Mengadopsi menejemen sekolah unggulan yang modern, kurikulum berbasis teknologi , dan penanaman karakter Islami yang kuat.

Baca Juga :  Muhammadiyah Kapuas Salurkan Dana Rp37 Juta untuk Bencana Aceh dan Sumatera

Juga meniru tata kelola organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, dengan mengamati kedisiplinan dan profesional dalam pengelola amal usaha Muhammadiyah.

Rihlah (rekreasi) bertujuan untuk tadabur dan syukur, menjadikan hiburan sebagai sarana merenungkan kebesaran Allah SWT . Untuk mempererat ikatan kekeluargaan (silaturahmi) atau menyegarkan semangat untuk kembali beribadah dan bekerja dengan produktif.

Rihlah sebagai perjalanan yang bernilai ibadah, edukatif, dan sosial. Pembinaan karakter untuk membangun kemandirian, disiplin dan semangat ukhuwah (persaudaraan).

“Kegiatan kaji tiru dan rihlah ini diikuti  35 orang peserta dari Muhammadiyah dan Aisyiyah. Kegiatan lainnya adalah melakukan napak tilas  sejarah Muhammadiyah dengan mengunjungi Museum Muhammadiyah di Yogyakarta. Serta berziarah kemakam pendiri Muhammadiyah yang juga Pahlawan Nasional,KH.Ahmad Dahlan,” ucap Jalauddin. (ind)

 

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru