25.2 C
Jakarta
Thursday, January 29, 2026

Penipuan Online Makin Marak, Kapolres Lamandau Ingatkan Warga Jangan Mudah Tergiur

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus penipuan online di Kabupaten Lamandau terus bermunculan dan menyasar warga dari berbagai kalangan. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan daring yang kian licik dan merugikan.

AKBP Joko Handono menegaskan, penipuan berbasis online kini memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial untuk mengelabui korban. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada tawaran menggiurkan yang datang melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi perpesanan.

“Modusnya bermacam-macam, mulai dari investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal, undian berhadiah palsu, sampai pesan yang mencatut nama pejabat atau institusi resmi,” kata AKBP Joko Handono, Kamis (22/1), saat ditemui di Mapolres Lamandau.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Lamandau Belum Berdampak Signifikan

Ia menjelaskan, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan atau harga barang yang jauh di bawah pasaran. Padahal, hal tersebut kerap menjadi pintu masuk pelaku untuk menipu korban.

“Kalau tawarannya terdengar terlalu indah, harus curiga. Jangan buru-buru transfer atau mengirim uang tanpa memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti NIK, nomor kartu ATM, kartu kredit, hingga kode OTP. Data sensitif itu sering dimanfaatkan pelaku untuk menguras rekening atau dompet digital korban.

Untuk mencegah semakin banyak korban, Polres Lamandau terus menggencarkan sosialisasi melalui peran Bhabinkamtibmas di desa-desa. Edukasi ini dilakukan agar masyarakat semakin paham cara mengenali dan menghindari penipuan online.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Harga Bapok Relatif Stabil dan Stok Mencukupi untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

“Kami juga memantau aktivitas di ruang siber untuk mendeteksi potensi tindak kejahatan digital,” ujarnya.

AKBP Joko Handono mengimbau masyarakat yang sudah menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau kanal pengaduan resmi. Laporan cepat dinilai penting untuk melacak aliran dana dan memblokir nomor pelaku.

“Literasi digital harus terus ditingkatkan. Saling mengingatkan antarwarga sangat penting agar rantai penipuan online bisa diputus,” pungkasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus penipuan online di Kabupaten Lamandau terus bermunculan dan menyasar warga dari berbagai kalangan. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan daring yang kian licik dan merugikan.

AKBP Joko Handono menegaskan, penipuan berbasis online kini memanfaatkan kemajuan teknologi dan media sosial untuk mengelabui korban. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya pada tawaran menggiurkan yang datang melalui pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi perpesanan.

“Modusnya bermacam-macam, mulai dari investasi dengan imbal hasil tidak masuk akal, undian berhadiah palsu, sampai pesan yang mencatut nama pejabat atau institusi resmi,” kata AKBP Joko Handono, Kamis (22/1), saat ditemui di Mapolres Lamandau.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok di Lamandau Belum Berdampak Signifikan

Ia menjelaskan, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan atau harga barang yang jauh di bawah pasaran. Padahal, hal tersebut kerap menjadi pintu masuk pelaku untuk menipu korban.

“Kalau tawarannya terdengar terlalu indah, harus curiga. Jangan buru-buru transfer atau mengirim uang tanpa memastikan kebenarannya,” tegasnya.

Kapolres juga mengingatkan warga agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, seperti NIK, nomor kartu ATM, kartu kredit, hingga kode OTP. Data sensitif itu sering dimanfaatkan pelaku untuk menguras rekening atau dompet digital korban.

Untuk mencegah semakin banyak korban, Polres Lamandau terus menggencarkan sosialisasi melalui peran Bhabinkamtibmas di desa-desa. Edukasi ini dilakukan agar masyarakat semakin paham cara mengenali dan menghindari penipuan online.

Baca Juga :  Harga Bapok Relatif Stabil dan Stok Mencukupi untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

“Kami juga memantau aktivitas di ruang siber untuk mendeteksi potensi tindak kejahatan digital,” ujarnya.

AKBP Joko Handono mengimbau masyarakat yang sudah menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan agar segera melapor ke kantor polisi terdekat atau kanal pengaduan resmi. Laporan cepat dinilai penting untuk melacak aliran dana dan memblokir nomor pelaku.

“Literasi digital harus terus ditingkatkan. Saling mengingatkan antarwarga sangat penting agar rantai penipuan online bisa diputus,” pungkasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru