PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bencana kabut asap kembali mengganggu operasional penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalteng, pada Senin (21/9/2026). Penurunan jarak pandang (visibility) yang signifikan di area bandara memaksa sejumlah jadwal penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, menyatakan bahwa jarak pandang anjlok jauh di bawah batas minimum keselamatan operasional.
“Berdasarkan hasil pemantauan kami di lapangan, jarak pandang terendah tercatat menyentuh angka 400 meter. Kondisi ini terjadi fluktuatif pada beberapa periode mulai pukul 05.30 WIB hingga 08.30 WIB pagi tadi,” ujar I Made dalam keterangannya.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut berdampak langsung pada operasional maskapai penerbangan komersial maupun perintis.
I Made merinci bahwa terdapat penerbangan yang terpaksa dibatalkan secara penuh demi menghindari risiko keselamatan.
“Dampak terberat hari ini dialami operasional penerbangan Garuda Indonesia. Dua jadwal penerbangan, yakni GA 550 rute Jakarta–Palangka Raya dan GA 551 rute Palangka Raya–Jakarta, resmi dibatalkan (cancel flight) merujuk pada pemberitahuan resmi pembatalan penerbangan dari pihak maskapai,” jelasnya.
Selain rute komersial utama, operasional penerbangan perintis Susi Air turut merasakan imbas jarak pandang terbatas.
Penerbangan Susi Air SI 8363 rute Kuala Kurun (KLP) menuju Palangka Raya yang dijadwalkan tiba pukul 08.20 WIB, serta jadwal keberangkatan SI 8354 rute Palangka Raya menuju Kuala Kurun pada pukul 08.50 WIB, terpaksa tertunda dari jadwal awal.
Menyikapi situasi visibilitas yang tidak menentu, pihak otoritas bandara terus menjalin koordinasi intensif dengan Air Traffic Control (ATC), Stasiun Meteorologi, dan pihak maskapai.
I Made menegaskan bahwa setiap keputusan penyesuaian jadwal di lapangan diambil tanpa kompromi.
“Setiap keputusan terkait keberangkatan, kedatangan, penundaan, maupun pembatalan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan. Operasional penerbangan mutlak disesuaikan dengan kondisi aktual serta batas minimum operasional, karena kami menempatkan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia mengimbau seluruh pengguna jasa yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Tjilik Riwut untuk bersikap proaktif.
Penumpang diharapkan terus memantau informasi pembaruan langsung dari kanal resmi maskapai masing-masing dan memastikan status kelayakan terbang sebelum menuju bandara guna mencegah terjadinya penumpukan di terminal. (her)


