Visibilitas Anjlok 600 Meter, 14 Jadwal Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Terdampak Kabut Asap

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Akibat jarak pandang (visibilitas) merosot hingga 600 meter terhalang kabut asap pekat, sebanyak 14 jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya terdampak penundaan, Minggu (20/9/2026).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengonfirmasi bahwa total 14 pergerakan pesawat—terdiri atas tujuh jadwal kedatangan dan tujuh keberangkatan—terganggu akibat kondisi cuaca di bawah standar keselamatan penerbangan, meski operasional fasilitas bandara dipastikan tetap dibuka normal.

“Untuk hari ini, tercatat ada 14 rencana pergerakan pesawat, yaitu tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan,” kata Darmawan.

Dari hasil pantauan cuaca, visibilitas yang semula 1.200 meter pada jam 05.00 WIB anjlok ke level 600 meter antara pukul 10.30 hingga 11.00 WIB. Jarak pandang ini berada di bawah standar aman, sehingga kegiatan lepas landas maupun pendaratan belum bisa dilakukan.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan, Kanwil Ditjenpas Kalteng Tebar Kepedulian untuk Masyarakat

Akibatnya, tidak ada satu pun pesawat yang bisa mendarat hingga menjelang siang hari. Pesawat Super Air Jet IU 674 asal Surabaya dan Wings Air IW 1369 asal Balikpapan terpaksa berstatus standby menunggu perbaikan jarak pandang.

Efek domino dari situasi ini juga memicu penundaan pada jadwal keberangkatan, di antaranya Super Air Jet IU 395 menuju Semarang yang membawa 109 penumpang, serta Wings Air IW 1368 menuju Balikpapan dengan 18 penumpang.

Meski demikian, Darmawan memastikan bahwa tersendatnya jadwal penerbangan ini bukan disebabkan oleh penutupan bandara. Segala fasilitas Bandara Tjilik Riwut dipastikan tetap aktif dan berstatus siap beroperasi.

Electronic money exchangers listing

“Secara prinsip, bandara tidak pernah ditutup dan tetap beroperasi secara normal. Kendala utama saat ini murni karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Desak PLN Beri Kepastian Penyelesaian Pemadaman Bergilir

Lebih lanjut, pengelola bandara memastikan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan pihak terkait lainnya untuk menentukan keputusan penerbangan yang didasarkan pada kondisi visibilitas aktual lapangan.

“Kami dari pengelola bandara terus mengingatkan para pilot agar mengutamakan keselamatan,” katanya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Akibat jarak pandang (visibilitas) merosot hingga 600 meter terhalang kabut asap pekat, sebanyak 14 jadwal penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya terdampak penundaan, Minggu (20/9/2026).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengonfirmasi bahwa total 14 pergerakan pesawat—terdiri atas tujuh jadwal kedatangan dan tujuh keberangkatan—terganggu akibat kondisi cuaca di bawah standar keselamatan penerbangan, meski operasional fasilitas bandara dipastikan tetap dibuka normal.

“Untuk hari ini, tercatat ada 14 rencana pergerakan pesawat, yaitu tujuh penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan,” kata Darmawan.

Electronic money exchangers listing

Dari hasil pantauan cuaca, visibilitas yang semula 1.200 meter pada jam 05.00 WIB anjlok ke level 600 meter antara pukul 10.30 hingga 11.00 WIB. Jarak pandang ini berada di bawah standar aman, sehingga kegiatan lepas landas maupun pendaratan belum bisa dilakukan.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan, Kanwil Ditjenpas Kalteng Tebar Kepedulian untuk Masyarakat

Akibatnya, tidak ada satu pun pesawat yang bisa mendarat hingga menjelang siang hari. Pesawat Super Air Jet IU 674 asal Surabaya dan Wings Air IW 1369 asal Balikpapan terpaksa berstatus standby menunggu perbaikan jarak pandang.

Efek domino dari situasi ini juga memicu penundaan pada jadwal keberangkatan, di antaranya Super Air Jet IU 395 menuju Semarang yang membawa 109 penumpang, serta Wings Air IW 1368 menuju Balikpapan dengan 18 penumpang.

Meski demikian, Darmawan memastikan bahwa tersendatnya jadwal penerbangan ini bukan disebabkan oleh penutupan bandara. Segala fasilitas Bandara Tjilik Riwut dipastikan tetap aktif dan berstatus siap beroperasi.

“Secara prinsip, bandara tidak pernah ditutup dan tetap beroperasi secara normal. Kendala utama saat ini murni karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Desak PLN Beri Kepastian Penyelesaian Pemadaman Bergilir

Lebih lanjut, pengelola bandara memastikan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan pihak terkait lainnya untuk menentukan keputusan penerbangan yang didasarkan pada kondisi visibilitas aktual lapangan.

“Kami dari pengelola bandara terus mengingatkan para pilot agar mengutamakan keselamatan,” katanya.

Terpopuler

Artikel Terbaru