PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Bencana kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya pada Sabtu (19/9/2026) malam melumpuhkan aktivitas penerbangan di Bandar Udara Tjilik Riwut.
Ratusan penumpang harus rela menunggu berjam-jam di ruang tunggu terminal tanpa kepastian. Kondisi ini akibat jarak pandang udara yang berada di bawah batas aman penerbangan.
Kekecewaan akibat penundaan penerbangan ini, lantas disuarakan oleh Lito (33), calon penumpang maskapai Super Air Jet tujuan Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Pria yang menempuh perjalanan jauh dari Kasongan demi pulang kampung ini merasa kecewa dengan lambatnya informasi penutupan bandara.
“Soal penundaan, tanggapannya ya terganggu. Kenapa nggak jauh-jauh hari ditutup aja,” keluh Lito saat ditemui di ruang tunggu penumpang.
Lito mengaku sudah tiba di bandara jauh sebelum jadwal keberangkatannya. Namun, karena kondisi cuaca, penerbangannya ditunda hingga malam hari.
“Sampai sini tadi jam 12 siang. Keberangkatan itu sekitar jam dua. Ditunda, kalau menurut info sih (ditunda sampai) jam 10 (malam), melihat cuaca,” ungkapnya.
Menghadapi ketidakpastian tersebut, Lito terpaksa menyusun rencana cadangan jika sewaktu-waktu penerbangannya benar-benar dibatalkan. Ia mendengar adanya opsi pengalihan rute penerbangan melalui bandara terdekat.
“Nunggu solusi lebih lanjutnya nanti aja lah. Ya nginap di sini dulu, besok baru katanya ada ke arah Banjarmasin itu, kan semuanya dialihin ke situ. Perjalanan darat dulu katanya ke Banjarmasin,” tambahnya.
Sementara itu, respons pasrah datang dari Ihsan (50), penumpang pesawat Super Air Jet tujuan Jakarta. Pria yang datang ke Palangka Raya untuk perjalanan satu hari ini terpaksa menunggu lebih dari sepuluh jam.
“Mengganggu sih emang keadaan alam kok begini ya. Kita nggak bisa protes apa-apa. Jadi natural lah ya,” ujar Ihsan.
Ihsan menceritakan bahwa jadwal penerbangannya yang semula siang hari terpaksa digeser pada malam. Meskipun begitu, ia memilih bertahan di bandara.
“Saya dari Jakarta ke Palangka Raya hari ini, mau balik ke Jakarta lagi. Tadi sih belum ada pengumuman delay. Langsung batal sih nggak, cuma nanti dijadwalkan malam. Jam 11 lah kurang lebih,” pungkasnya.
Di sisi lain, Humas Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandar Udara Tjilik Riwut Palangka Raya, Andi Wiguna mengungkapkan kondisi penerbangan pada Minggu, (20/9/2026) pagi ini, cuaca sudah lumayan membaik, dan jadwal penerbangan mulai berjalan normal.
“Untuk kondisi pagi ini penerbangan masih sesuai jadwal, belum ada laporan penerbangan delay ataupun cancel baik dari Palangka Raya ataupun ke Palangka Raya. Untuk aktivitas take off dan landing semua tergantung kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut,”ujarnya. (her/mg_1)


