PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO – Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya, dalam beberapa pekan terakhir ini wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) khususnya Kota Palangkaraya diguyur hujan.
Untuk diketahui, berdasarkan pantauan BMKG melalui prakirawan BMKG Palangkaraya, Ika Priti. Mengatakan bahwa secara umum di wilayah Kalteng termasuk Kota Palangkaraya selama satu minggu ke depan masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem berupa turunnya hujan.
Ia juga menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi cuaca ekstrem tersebut terjadi.
“Ya, adanya daerah konvergensi dan belokan angin terpantau di wilayah Kalteng, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Kemudian kondisi kelembaban udara yang relatif basah di beberapa lapisan. Serta adanya labilitas lokal kuat di sebagian besar wilayah Kalimantan, sehingga mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Kalteng,” jelas Ika, saat dikonfirmasi media prokalteng.co, Selasa (19/3).
Selain itu, Ika menyebutkan berdasarkan data update (19/3) bahwa potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada 19 Maret hingga 21 Maret 2024 merata di 13 kabupaten dan 1 kota, antara lain Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Lamandau, Kabupaten Sukamara.
Selanjutnya Kabupaten Seruyan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Katingan, Kota Palangkaraya, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Barito Timur.
“Untuk tanggal 22 Maret hingga 25 Maret 2024, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di beberapa wilayah Kalteng seperti Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Barito Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Barito Timur, Kabupaten Pulang Pisau, Kota Palangkaraya, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Kapuas,” terangnya.
BMKG Palangkaraya terus mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang atau putting beliung, serta dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
“Kemudian waspada juga pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah Pesisir dan Perairan Selatan Kalteng. Masyarakat selalu melakukan update informasi cuaca yang dapat dilihat melalui aplikasi Info BMKG yang dapat diunduh di Appstore dan Playstore,” imbaunya.(ana)