28.7 C
Jakarta
Thursday, February 19, 2026

Kajati Kalteng Tekankan Integritas dan Strategi Pencegahan Korupsi untuk Unsur Forkopimda

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kajati Kalteng), Nurcahyo Jungkung Madyo menekankan pentingnya integritas kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam pemberantasan korupsi.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/2/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng itu, Nurcahyo memaparkan materi bertajuk “Memperkuat Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Korupsi”.

Ia menyoroti posisi Indonesia dalam Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi) tahun 2024, di mana Indonesia memperoleh skor 34 dan menempati peringkat ke-109 dunia.

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran Flamboyan Bawah Diduga Akibat Korsleting Arus Listrik

Menurut kajati, terjadinya tindak pidana korupsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor individu, kepemimpinan yang buruk, lemahnya sistem pengendalian, hingga rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong penerapan strategi pencegahan yang komprehensif.

“Strategi pencegahan korupsi dimulai dari diri sendiri. Selain itu, diperlukan strategi komprehensif yang meliputi strategi preventif, strategi detektif, dan strategi represif,” ujarnya.

Lebih lanjut, kajati menggarisbawahi bahwa pemimpin yang berintegritas dan berkarakter anti-korupsi adalah kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi dengan menjalankan pemerintahan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pemimpin anti korupsi setidaknya memiliki karakteristik menjunjung tinggi nilai integritas, memiliki visi yang jelas. Memiliki rasa tanggung jawab, berani mengambil keputusan yang sulit, mandiri, tidak terpengaruh, serta menjadi contoh dan teladan yang baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Mantan Ketua KPU Sukamara Divonis 18 Bulan Penjara Plus Denda Rp100 Juta

Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan program strategis di Pemprov Kalteng.

Selain Kajati Kalteng, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain dari unsur Forkopimda.  Yakni Gubernur Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, dan Kapolda Kalteng. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah (Kajati Kalteng), Nurcahyo Jungkung Madyo menekankan pentingnya integritas kepemimpinan sebagai fondasi utama dalam pemberantasan korupsi.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (18/2/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng itu, Nurcahyo memaparkan materi bertajuk “Memperkuat Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Korupsi”.

Electronic money exchangers listing

Ia menyoroti posisi Indonesia dalam Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi) tahun 2024, di mana Indonesia memperoleh skor 34 dan menempati peringkat ke-109 dunia.

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran Flamboyan Bawah Diduga Akibat Korsleting Arus Listrik

Menurut kajati, terjadinya tindak pidana korupsi dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari faktor individu, kepemimpinan yang buruk, lemahnya sistem pengendalian, hingga rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong penerapan strategi pencegahan yang komprehensif.

“Strategi pencegahan korupsi dimulai dari diri sendiri. Selain itu, diperlukan strategi komprehensif yang meliputi strategi preventif, strategi detektif, dan strategi represif,” ujarnya.

Lebih lanjut, kajati menggarisbawahi bahwa pemimpin yang berintegritas dan berkarakter anti-korupsi adalah kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Ia menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi dengan menjalankan pemerintahan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

“Pemimpin anti korupsi setidaknya memiliki karakteristik menjunjung tinggi nilai integritas, memiliki visi yang jelas. Memiliki rasa tanggung jawab, berani mengambil keputusan yang sulit, mandiri, tidak terpengaruh, serta menjadi contoh dan teladan yang baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Mantan Ketua KPU Sukamara Divonis 18 Bulan Penjara Plus Denda Rp100 Juta

Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta meningkatkan sinergi dalam pelaksanaan program strategis di Pemprov Kalteng.

Selain Kajati Kalteng, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain dari unsur Forkopimda.  Yakni Gubernur Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, dan Kapolda Kalteng. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru