26.9 C
Jakarta
Friday, January 16, 2026

Jalan Rusak dan Banjir Bertahun-tahun, Warga Rajawali I Patungan Perbaiki Jalan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Jalan Rajawali I Ujung, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, rusak parah dan kerap berubah seperti danau setiap kali hujan turun. Tak kunjung mendapat penanganan, warga RT 4 RW XXV akhirnya bergerak mandiri memperbaiki jalan dengan dana swadaya demi menjaga akses dan keselamatan lingkungan.

Kerusakan jalan terjadi hampir merata dari Gang 1 hingga Gang 5. Kondisi terparah dirasakan sejak akhir 2025, saat hujan deras menyebabkan genangan tinggi hingga merendam rumah warga dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Ketua RT 4 RW XXV Kelurahan Palangka, Henuh Y Luhing, mengatakan perbaikan dilakukan melalui gotong royong warga dengan dana sukarela yang dikumpulkan secara mandiri.

“Kami edarkan surat ke warga RT 04 RW 25 untuk partisipasi sukarela. Alhamdulillah ada dana terkumpul, lalu kami gotong royong menimbun jalan dan membuat turap parit seadanya, menyesuaikan kemampuan anggaran,” ujar Henuh saat ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, persoalan banjir di Jalan Rajawali I Ujung sudah lama dikeluhkan warga. Saat hujan, air menggenang cukup lama dan sangat mengganggu mobilitas.

Baca Juga :  KADIN Kalteng Harapkan Kabupaten dan Kota Fokus Skala Prioritas

“Kalau hujan, kondisinya bukan banjir biasa, tapi sudah seperti danau. Akhir 2025 kemarin yang paling parah,” tegasnya.

Akibat genangan tersebut, sejumlah rumah warga ikut terdampak. Perabot rumah tangga rusak, bahkan ada kejadian hewan liar masuk ke rumah warga.

Electronic money exchangers listing

“Barang-barang kayu banyak yang rusak. Pernah juga ular masuk ke rumah karena terbawa air banjir,” ucap Henuh.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut hampir tidak memiliki sistem drainase yang memadai. Kerusakan jalan semakin parah sejak Oktober 2025, meski masalah serupa sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Drainase bisa dibilang nihil. Selama ini kalau ada lubang, kami tambal sendiri. Tapi kondisi akhir tahun kemarin sudah di luar kemampuan warga,” terangnya.

Upaya penimbunan jalan sebelumnya kerap gagal karena material tanah terseret air hujan. Karena itu, warga kini membangun turap parit darurat dari kayu agar timbunan tidak kembali hanyut.

“Penimbunan sudah berjalan sekitar seminggu. Kayu dipasang sebagai penahan parit. Kalau tidak pakai turap, pasir pasti hanyut lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral di Sosmed, Jalan Penghubung Palangka Raya-Kuala Kurun Rusak Parah

Henuh juga mengungkapkan, pihak RT telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan jalan sejak 2007, namun belum ada realisasi hingga kini.

“Pengajuan sudah sejak 2007 dan hampir setiap tahun dikirim. Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan, belum diaspal, bahkan bantuan tanah urug pun tidak ada,” keluhnya.

Kondisi jalan rusak ini berdampak besar bagi aktivitas warga, terutama anak sekolah. Tak jarang mereka terjatuh saat melintas karena jalan licin dan tergenang.

“Sering ada anak sekolah pulang sambil menangis karena jatuh, seragamnya basah semua,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Menurutnya, kebutuhan mendesak adalah pembangunan drainase permanen sebelum pengaspalan jalan dilakukan.

“Harapan kami dibuatkan drainase yang layak dan permanen, bukan turap kayu seperti sekarang. Setelah itu baru jalan diaspal. Apalagi di sini ada balai jemaat yang aktif dipakai ibadah dan kegiatan sosial,” pungkas Henuh. (*her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Jalan Rajawali I Ujung, Kelurahan Palangka, Kota Palangka Raya, rusak parah dan kerap berubah seperti danau setiap kali hujan turun. Tak kunjung mendapat penanganan, warga RT 4 RW XXV akhirnya bergerak mandiri memperbaiki jalan dengan dana swadaya demi menjaga akses dan keselamatan lingkungan.

Kerusakan jalan terjadi hampir merata dari Gang 1 hingga Gang 5. Kondisi terparah dirasakan sejak akhir 2025, saat hujan deras menyebabkan genangan tinggi hingga merendam rumah warga dan melumpuhkan aktivitas sehari-hari.

Ketua RT 4 RW XXV Kelurahan Palangka, Henuh Y Luhing, mengatakan perbaikan dilakukan melalui gotong royong warga dengan dana sukarela yang dikumpulkan secara mandiri.

Electronic money exchangers listing

“Kami edarkan surat ke warga RT 04 RW 25 untuk partisipasi sukarela. Alhamdulillah ada dana terkumpul, lalu kami gotong royong menimbun jalan dan membuat turap parit seadanya, menyesuaikan kemampuan anggaran,” ujar Henuh saat ditemui di lokasi, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, persoalan banjir di Jalan Rajawali I Ujung sudah lama dikeluhkan warga. Saat hujan, air menggenang cukup lama dan sangat mengganggu mobilitas.

Baca Juga :  KADIN Kalteng Harapkan Kabupaten dan Kota Fokus Skala Prioritas

“Kalau hujan, kondisinya bukan banjir biasa, tapi sudah seperti danau. Akhir 2025 kemarin yang paling parah,” tegasnya.

Akibat genangan tersebut, sejumlah rumah warga ikut terdampak. Perabot rumah tangga rusak, bahkan ada kejadian hewan liar masuk ke rumah warga.

“Barang-barang kayu banyak yang rusak. Pernah juga ular masuk ke rumah karena terbawa air banjir,” ucap Henuh.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut hampir tidak memiliki sistem drainase yang memadai. Kerusakan jalan semakin parah sejak Oktober 2025, meski masalah serupa sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Drainase bisa dibilang nihil. Selama ini kalau ada lubang, kami tambal sendiri. Tapi kondisi akhir tahun kemarin sudah di luar kemampuan warga,” terangnya.

Upaya penimbunan jalan sebelumnya kerap gagal karena material tanah terseret air hujan. Karena itu, warga kini membangun turap parit darurat dari kayu agar timbunan tidak kembali hanyut.

“Penimbunan sudah berjalan sekitar seminggu. Kayu dipasang sebagai penahan parit. Kalau tidak pakai turap, pasir pasti hanyut lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral di Sosmed, Jalan Penghubung Palangka Raya-Kuala Kurun Rusak Parah

Henuh juga mengungkapkan, pihak RT telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan jalan sejak 2007, namun belum ada realisasi hingga kini.

“Pengajuan sudah sejak 2007 dan hampir setiap tahun dikirim. Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan, belum diaspal, bahkan bantuan tanah urug pun tidak ada,” keluhnya.

Kondisi jalan rusak ini berdampak besar bagi aktivitas warga, terutama anak sekolah. Tak jarang mereka terjatuh saat melintas karena jalan licin dan tergenang.

“Sering ada anak sekolah pulang sambil menangis karena jatuh, seragamnya basah semua,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan menangani persoalan tersebut. Menurutnya, kebutuhan mendesak adalah pembangunan drainase permanen sebelum pengaspalan jalan dilakukan.

“Harapan kami dibuatkan drainase yang layak dan permanen, bukan turap kayu seperti sekarang. Setelah itu baru jalan diaspal. Apalagi di sini ada balai jemaat yang aktif dipakai ibadah dan kegiatan sosial,” pungkas Henuh. (*her)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/