PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Ketua perwakilan pedagang Pasar Datah Manuah, Agus. Menyambut positif audiensi yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya bersama pedagang dan pelaku usaha, sebagai langkah awal penataan pasar secara berkelanjutan.
Dia mengatakan. Kehadiran langsung Wali Kota Palangka Raya dalam audiensi tersebut menjadi jawaban yang telah lama dinantikan para pedagang, untuk membangun koordinasi dan sinergi demi masa depan Pasar Datah Manuah.
“Alhamdulillah ini jawaban yang kami nantikan. Pak Wali akhirnya datang ke sini, kita bisa koordinasi dan bersinergi supaya ke depan Pasar Datah Manuah lebih dikenal masyarakat dan menjadi pusat kunjungan kuliner maupun arena bermain anak-anak,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Dia menjelaskan. Selama ini Pasar Datah Manuah kerap mengalami siklus naik-turun jumlah pengunjung, di mana pasar sempat ramai ketika pedagang banyak, namun perlahan kembali sepi.
“Yang kami harapkan, siklus ini jangan seperti itu lagi. Jangan hanya ramai sebentar lalu besok-besoknya sepi. Dengan audiensi ini kami berharap ke depannya bisa berkelanjutan dan benar-benar dikenal masyarakat,” katanya.
Dia menuturkan, pada Mei hingga Juni 2025 Pasar Datah Manuah sempat ramai pengunjung setelah pedagang direlokasi dari kawasan depan TVRI dan aktif memberitahukan kepindahan lokasi kepada pelanggan.
“Waktu itu ramai karena kami relokasi dari depan TVRI ke sini dan kami informasikan ke pelanggan. Tapi kendalanya, lokasi pasar agak masuk ke dalam dan belum ada arena permainan,” ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar pelanggan lama berasal dari luar kota dan biasanya ingin mengajak anak-anak mereka bermain, sehingga ketiadaan fasilitas pendukung tersebut turut memengaruhi penurunan jumlah pengunjung.
Dia berharap, melalui pengembangan dan penataan ke depan, Pasar Datah Manuah dapat lebih dikenal luas dan menjadi pusat keramaian baru, sehingga UMKM dan seluruh pelaku usaha dapat terus bergerak dan bertahan.
“Harapan kami satu, Pasar Datah Manuah ini lebih dikenal, jadi pusat keramaian, UMKM bisa bergerak, dan semua pelaku usaha bisa hidup di sini,” tutupnya. (adr)


