26.3 C
Jakarta
Friday, January 16, 2026

377 Kepala Dicukur Tanpa Henti, Rekor MURI Tercipta di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selama 11 jam 40 menit, Muhammad Andi mencukur rambut 377 kepala tanpa henti, untuk mencatatkan nama dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Bangga, haru, senang, semuanya nyampur,” ucap Andi lirih seusai penyerahan piagam MURI di Bundaran Besar Palangka Raya, dilansir dari radar kalteng (kalteng pos group), Minggu (11/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, gagasan memecahkan rekor MURI muncul dari keinginan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Setelah sebelumnya meraih Juara 1 Bubble Battle Internasional di Bali, Andi merasa tak ingin sekadar ikut kompetisi lagi.

“Belum pernah ada kan uji ketahanan potong rambut kayak gini. Ya sudah, kita coba saja,” ujarnya.

Selama empat bulan, ia mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Lokasi pun dipilih dengan sengaja, Bundaran Besar Palangka Raya, ruang publik agar masyarakat bisa menyaksikan langsung.

Baca Juga :  Kader PDM Kapuas Mempertanyakan Keabsahan Surat Bupati

Rekor dimulai sekitar pukul 07.20 WIB. Peserta datang silih berganti, siswa SMA Negeri 5, masyarakat umum, hingga komunitas ojek online. Sekitar 65 sampai dengan 70 persen peserta adalah pelajar SMA. Semua peserta laki-laki, dengan variasi potongan mulai dari cepak, rapi, hingga gaya basket.

Electronic money exchangers listing

Setiap kepala dicukur rata-rata dua menit. Andi hanya berhenti total 1 jam 5 menit untuk istirahat. Selebihnya, ia berdiri, fokus, dan “hajar terus,” seperti pengakuannya.

“Capek pasti. Tapi ya dijalani saja,” katanya singkat.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, menyebut rekor ini sebagai rekor baru karena belum pernah tercatat sebelumnya. Muhammad Andi kini menjadi standar nasional untuk kategori uji ketahanan potong rambut.

“Kami menyaksikan 377 kepala dicukur secara nonstop. Waktu bersihnya sekitar 11 jam 40 menit. Ini menjadi tolok ukur baru bagi profesi barber di Indonesia,” jelas Yusuf.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Satu Pelaku Terduga Mucikari di Palangkaraya

Bagi Andi, piagam MURI bukan hanya simbol prestasi. Ia adalah pengingat bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Dari anak punk tanpa ijazah hingga pemilik usaha dan pemegang rekor nasional, perjalanan itu ditempuh dengan konsistensi dan keberanian.

“Rekor ini bukan hanya buat saya pribadi, tapi juga buat teman-teman barber, buat anak-anak yang merasa nggak punya kesempatan,” ucapnya.

Di tengah sorak-sorai penonton dan kilatan kamera, Andi berdiri bukan sebagai mantan anak jalanan, melainkan sebagai bukti bahwa perubahan itu mungkin. Bahwa 11 jam 40 menit bisa menjadi puncak dari perjuangan bertahun-tahun.

Dan di balik setiap helai rambut yang jatuh hari itu, tersimpan kisah tentang hidup yang perlahan dirapikan, hingga akhirnya layak dicatat dalam sejarah. (ifa/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Selama 11 jam 40 menit, Muhammad Andi mencukur rambut 377 kepala tanpa henti, untuk mencatatkan nama dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Bangga, haru, senang, semuanya nyampur,” ucap Andi lirih seusai penyerahan piagam MURI di Bundaran Besar Palangka Raya, dilansir dari radar kalteng (kalteng pos group), Minggu (11/1/2026) malam.

Ia menjelaskan, gagasan memecahkan rekor MURI muncul dari keinginan untuk melakukan sesuatu yang berbeda.

Electronic money exchangers listing

Setelah sebelumnya meraih Juara 1 Bubble Battle Internasional di Bali, Andi merasa tak ingin sekadar ikut kompetisi lagi.

“Belum pernah ada kan uji ketahanan potong rambut kayak gini. Ya sudah, kita coba saja,” ujarnya.

Selama empat bulan, ia mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Lokasi pun dipilih dengan sengaja, Bundaran Besar Palangka Raya, ruang publik agar masyarakat bisa menyaksikan langsung.

Baca Juga :  Kader PDM Kapuas Mempertanyakan Keabsahan Surat Bupati

Rekor dimulai sekitar pukul 07.20 WIB. Peserta datang silih berganti, siswa SMA Negeri 5, masyarakat umum, hingga komunitas ojek online. Sekitar 65 sampai dengan 70 persen peserta adalah pelajar SMA. Semua peserta laki-laki, dengan variasi potongan mulai dari cepak, rapi, hingga gaya basket.

Setiap kepala dicukur rata-rata dua menit. Andi hanya berhenti total 1 jam 5 menit untuk istirahat. Selebihnya, ia berdiri, fokus, dan “hajar terus,” seperti pengakuannya.

“Capek pasti. Tapi ya dijalani saja,” katanya singkat.

Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, menyebut rekor ini sebagai rekor baru karena belum pernah tercatat sebelumnya. Muhammad Andi kini menjadi standar nasional untuk kategori uji ketahanan potong rambut.

“Kami menyaksikan 377 kepala dicukur secara nonstop. Waktu bersihnya sekitar 11 jam 40 menit. Ini menjadi tolok ukur baru bagi profesi barber di Indonesia,” jelas Yusuf.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Satu Pelaku Terduga Mucikari di Palangkaraya

Bagi Andi, piagam MURI bukan hanya simbol prestasi. Ia adalah pengingat bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Dari anak punk tanpa ijazah hingga pemilik usaha dan pemegang rekor nasional, perjalanan itu ditempuh dengan konsistensi dan keberanian.

“Rekor ini bukan hanya buat saya pribadi, tapi juga buat teman-teman barber, buat anak-anak yang merasa nggak punya kesempatan,” ucapnya.

Di tengah sorak-sorai penonton dan kilatan kamera, Andi berdiri bukan sebagai mantan anak jalanan, melainkan sebagai bukti bahwa perubahan itu mungkin. Bahwa 11 jam 40 menit bisa menjadi puncak dari perjuangan bertahun-tahun.

Dan di balik setiap helai rambut yang jatuh hari itu, tersimpan kisah tentang hidup yang perlahan dirapikan, hingga akhirnya layak dicatat dalam sejarah. (ifa/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/