Hasil Olah TKP Gedung Kesra Kalteng: Tim Forensik Temukan Dugaan Kebakaran dari Dapur Lantai Atas

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan  olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden kebakaran Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Jumat, (14/8/2026).

Kepala Subbidang Fisika Komputer (Kasubbid Fiskom) Bidlabfor Polda Kalsel, Kompol Sudarno, mengungkapkan hasil temuannnya. Berdasarkan analisis visual dan keterangan saksi di lokasi, titik mula kemunculan api disinyalir berasal dari lantai atas bangunan.

“Kalau kita sinyalir, asal api memang dari lantai atas. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun, titik awalnya berada di bagian pojok, yaitu ruangan dapur,” jelas Kompol Sudarno dalam wawancara usai pelaksanaan olah TKP.

Penyisiran yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam tersebut, melibatkan sekitar 25 personel gabungan dari Polresta Palangka Raya, Inafis Polda Kalteng, dan Bidlabfor Polda Kalsel.

Baca Juga :  Kunjungi Kejati, Kapolda Kalteng Bertekad Perkokoh Kolaborasi Kawal Kamtibmas

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, tim forensik mencatat hampir 100 persen isi bangunan hangus terbakar. Seluruh dokumen penting ludes tanpa sisa.

Hanya perabot berbahan logam padat, seperti lemari besi dan kursi besi, yang mampu bertahan dari kobaran api. Sementara itu, lantai dasar utamanya terdampak oleh rembesan dan siraman air proses pemadaman.

Sudarno menjelaskan bahwa cepatnya api merambat dan melumat isi gedung dipicu oleh material interior ruangan yang didominasi sekat berbahan kayu dengan lapisan politur.

Electronic money exchangers listing

Ia juga mengatakan, guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, tim forensik telah mengamankan beberapa sampel barang bukti krusial untuk diuji lebih lanjut di laboratorium di Kalsel.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti seperti sampel abu arang hingga sisa kabel-kabel. Barang bukti ini langsung kami bawa ke laboratorium Bidlabfor Polda Kalsel di Banjarmasin untuk diuji secara komprehensif,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Uji laboratorium tersebut difokuskan untuk mendeteksi apakah terdapat zat kimia, senyawa bahan bakar, atau unsur percepatan lainnya pada sampel sisa kebakaran.

“Hasil uji forensik diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu bulan dan seluruh laporannya akan diserahkan langsung kepada penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya sebagai rujukan proses hukum selanjutnya,”ujarnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan  olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden kebakaran Kantor Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Jumat, (14/8/2026).

Kepala Subbidang Fisika Komputer (Kasubbid Fiskom) Bidlabfor Polda Kalsel, Kompol Sudarno, mengungkapkan hasil temuannnya. Berdasarkan analisis visual dan keterangan saksi di lokasi, titik mula kemunculan api disinyalir berasal dari lantai atas bangunan.

“Kalau kita sinyalir, asal api memang dari lantai atas. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun, titik awalnya berada di bagian pojok, yaitu ruangan dapur,” jelas Kompol Sudarno dalam wawancara usai pelaksanaan olah TKP.

Electronic money exchangers listing

Penyisiran yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam tersebut, melibatkan sekitar 25 personel gabungan dari Polresta Palangka Raya, Inafis Polda Kalteng, dan Bidlabfor Polda Kalsel.

Baca Juga :  Kunjungi Kejati, Kapolda Kalteng Bertekad Perkokoh Kolaborasi Kawal Kamtibmas

Dari hasil pemeriksaan menyeluruh, tim forensik mencatat hampir 100 persen isi bangunan hangus terbakar. Seluruh dokumen penting ludes tanpa sisa.

Hanya perabot berbahan logam padat, seperti lemari besi dan kursi besi, yang mampu bertahan dari kobaran api. Sementara itu, lantai dasar utamanya terdampak oleh rembesan dan siraman air proses pemadaman.

Sudarno menjelaskan bahwa cepatnya api merambat dan melumat isi gedung dipicu oleh material interior ruangan yang didominasi sekat berbahan kayu dengan lapisan politur.

Ia juga mengatakan, guna mengungkap penyebab pasti kebakaran, tim forensik telah mengamankan beberapa sampel barang bukti krusial untuk diuji lebih lanjut di laboratorium di Kalsel.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti seperti sampel abu arang hingga sisa kabel-kabel. Barang bukti ini langsung kami bawa ke laboratorium Bidlabfor Polda Kalsel di Banjarmasin untuk diuji secara komprehensif,” tambahnya.

Baca Juga :  Bupati Lamandau Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Uji laboratorium tersebut difokuskan untuk mendeteksi apakah terdapat zat kimia, senyawa bahan bakar, atau unsur percepatan lainnya pada sampel sisa kebakaran.

“Hasil uji forensik diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu bulan dan seluruh laporannya akan diserahkan langsung kepada penyidik Satreskrim Polresta Palangka Raya sebagai rujukan proses hukum selanjutnya,”ujarnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru