30.2 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Terapkan Teknologi Inovasi dan SDM yang Cukup

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor menegaskan Hari Krida Pertanian yang ke-50 tahun 2022 yang dijadikan sebagai momentum bergesernya pola pertanian tradisional menuju pertanian modern hanya sekadar slogan saja. Akan tetapi, slogan itu harus diimplementasikan dengan kegiatan usaha tani dapat menjadi petani sejahtera.

“Saya harapkan tidak cuma sekedar semboyan dan susunan kata-kata saja akan, tetapi harus diimplementasikan,” tegas Halikinnor saathadir pada peringatan Hari Krida Pertanian yang digelar di Dinas Pertanian setempat, Senin (13/6).

Dia menambahkan, di Hari Krida Pertanian ini, pertanian di Kotim tidak lagi menggunakan cara konvensional dengan pola tradisional, namun mengandalkan inovasi dan teknologi informasi sebagai pendukung produktivitas. Apabila, kata bupati hal itu diterapkan, maka petani dapat maju mandiri dan modern seperti halnya tema pada pada peringatan Hari Krida Pertanian yaitu bertani sukses dengan teknologi produksi.

Baca Juga :  Waspada Potensi Hujan Terjadi di Kalteng Bagian Utara dan Timur

Bupati berharap, momen hari Krida Pertanian sebagai momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian mandiri, maju dan modern dimana inovasi teknologi akan menjadi panglimanya harus benar-benar diterapkan khususnya di bagi petani di Kabupaten Kotim.

Halikinnor meyakini, apabila penerapan teknologi inovasi, ditambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup, maka produksi pertanian akan optimal sehingga mimpi swasembada pangan akan menjadi kenyataan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Hj Sepnita mengungkapkan pihaknya akan mengajak masyarakat berumur dibawah 24-40 agar tertarik dalam kecintaan bidang pertanian. Usia tersebut, tambah Sepnita mampu menciptakan inovasi baru untuk pertanian yang lebih canggih.(sli/ans)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor menegaskan Hari Krida Pertanian yang ke-50 tahun 2022 yang dijadikan sebagai momentum bergesernya pola pertanian tradisional menuju pertanian modern hanya sekadar slogan saja. Akan tetapi, slogan itu harus diimplementasikan dengan kegiatan usaha tani dapat menjadi petani sejahtera.

“Saya harapkan tidak cuma sekedar semboyan dan susunan kata-kata saja akan, tetapi harus diimplementasikan,” tegas Halikinnor saathadir pada peringatan Hari Krida Pertanian yang digelar di Dinas Pertanian setempat, Senin (13/6).

Dia menambahkan, di Hari Krida Pertanian ini, pertanian di Kotim tidak lagi menggunakan cara konvensional dengan pola tradisional, namun mengandalkan inovasi dan teknologi informasi sebagai pendukung produktivitas. Apabila, kata bupati hal itu diterapkan, maka petani dapat maju mandiri dan modern seperti halnya tema pada pada peringatan Hari Krida Pertanian yaitu bertani sukses dengan teknologi produksi.

Baca Juga :  Waspada Potensi Hujan Terjadi di Kalteng Bagian Utara dan Timur

Bupati berharap, momen hari Krida Pertanian sebagai momentum bergesernya pola pertanian tradisional menjadi pola pertanian mandiri, maju dan modern dimana inovasi teknologi akan menjadi panglimanya harus benar-benar diterapkan khususnya di bagi petani di Kabupaten Kotim.

Halikinnor meyakini, apabila penerapan teknologi inovasi, ditambah Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup, maka produksi pertanian akan optimal sehingga mimpi swasembada pangan akan menjadi kenyataan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Hj Sepnita mengungkapkan pihaknya akan mengajak masyarakat berumur dibawah 24-40 agar tertarik dalam kecintaan bidang pertanian. Usia tersebut, tambah Sepnita mampu menciptakan inovasi baru untuk pertanian yang lebih canggih.(sli/ans)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru