24.5 C
Jakarta
Monday, July 15, 2024
spot_img

Hanya Ada 9 Peserta Didik Baru, Sekolah Swasta Ini Alami Krisis Murid

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO– Hampir setiap tahun, sekolah swasta di Kota Palangkaraya selalu terancam tutup karena minimnya peminat. Namun demikian tak sedikit, sekolah-sekolah swasta yang tetap bertahan meski jumlah peserta didiknya sedikit. Seperti halnya dialami oleh Sekolah Dasar (SD) Terpadu Muhammadiyah Palangkaraya di Jalan RTA Milono Km 1,5 Kota Palangkaraya.

Kepala SD Terpadu Muhammadiyah Palangkaraya, Indra mengungkapkan bahwa pada penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2023/2024 ini, pihaknya hanya menerima 9 orang anak didik saja. Hal itu diakatakan dirinya karena sekolah yang dipimpinnya itu baru berdiri sekitar kurang lebih 4 tahun lalu.

“Memang anak didik yang bersekolah di sini cukup sedikit. Tahun ini ada 9 orang saja kelas 1, dan hanya sampai kelas 4.  Apabila ingin melanjutkan ke kelas selanjutnya dan  mengurus ijazah, kami biasanya melakukan konsultasi bersama dengan pihak pengelola Muhammadiyah beserta dengan Disdik Palangkaraya. Yakni untuk anak-anak mengikuti jenjang kelas V-VI di sekolah Muhammadiyah lainnya,”ucapnya, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga :  Begini Pendampingan ABK di Sekolah Inklusi

Indra juga memberikan informasi, bahwa di sekolah tersebut, hanya memiliki tiga ruang kelas. Dalam satu ruangan, bisa digunakan untuk dua kelas, dan sistem pembelajaran pun menurutnya tetap menerapkan Kurikulum Merdeka. Bahkan, pihaknya juga mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penerapan ajaran Islam.

Dia mengaku bahwa gedung sekolah yang digunakan saat ini, hanya bersifat sementara. Sebab, gedung sekolah yang sebenarnya tengah dalam tahap proses pembangunan dengan jumlah ruang kelas yang lenmgkap. Yaitu di Jalan  RTA Milono km 7,5.

“Memang di sekolah swasta ini, kami masih belum menerapkan zonasi. Namun dalam sistem pembelajaran mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya. Dan untuk seragam sekolah pun masih pihak sekolah yang menanganinya, dengan biaya yang tentunya tidak memberatkan orang tua murid berlandaskan kesepakatan bersama,”jelasnya.(rin/hnd)

Baca Juga :  Waspada! Ini Prediksi Cuaca di Kalteng Sepekan ke Depan

PALANGKARAYA, PROKALTENG.CO– Hampir setiap tahun, sekolah swasta di Kota Palangkaraya selalu terancam tutup karena minimnya peminat. Namun demikian tak sedikit, sekolah-sekolah swasta yang tetap bertahan meski jumlah peserta didiknya sedikit. Seperti halnya dialami oleh Sekolah Dasar (SD) Terpadu Muhammadiyah Palangkaraya di Jalan RTA Milono Km 1,5 Kota Palangkaraya.

Kepala SD Terpadu Muhammadiyah Palangkaraya, Indra mengungkapkan bahwa pada penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2023/2024 ini, pihaknya hanya menerima 9 orang anak didik saja. Hal itu diakatakan dirinya karena sekolah yang dipimpinnya itu baru berdiri sekitar kurang lebih 4 tahun lalu.

“Memang anak didik yang bersekolah di sini cukup sedikit. Tahun ini ada 9 orang saja kelas 1, dan hanya sampai kelas 4.  Apabila ingin melanjutkan ke kelas selanjutnya dan  mengurus ijazah, kami biasanya melakukan konsultasi bersama dengan pihak pengelola Muhammadiyah beserta dengan Disdik Palangkaraya. Yakni untuk anak-anak mengikuti jenjang kelas V-VI di sekolah Muhammadiyah lainnya,”ucapnya, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga :  Begini Pendampingan ABK di Sekolah Inklusi

Indra juga memberikan informasi, bahwa di sekolah tersebut, hanya memiliki tiga ruang kelas. Dalam satu ruangan, bisa digunakan untuk dua kelas, dan sistem pembelajaran pun menurutnya tetap menerapkan Kurikulum Merdeka. Bahkan, pihaknya juga mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penerapan ajaran Islam.

Dia mengaku bahwa gedung sekolah yang digunakan saat ini, hanya bersifat sementara. Sebab, gedung sekolah yang sebenarnya tengah dalam tahap proses pembangunan dengan jumlah ruang kelas yang lenmgkap. Yaitu di Jalan  RTA Milono km 7,5.

“Memang di sekolah swasta ini, kami masih belum menerapkan zonasi. Namun dalam sistem pembelajaran mengikuti arahan dari Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya. Dan untuk seragam sekolah pun masih pihak sekolah yang menanganinya, dengan biaya yang tentunya tidak memberatkan orang tua murid berlandaskan kesepakatan bersama,”jelasnya.(rin/hnd)

Baca Juga :  Waspada! Ini Prediksi Cuaca di Kalteng Sepekan ke Depan
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru