NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Presisi Polres Lamandau akhirnya rampung dan resmi beroperasi. Peresmian fasilitas yang berlokasi di Jalan A Yani, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau ini dilaksanakan pada Rabu (10/11/2026), sekaligus menandai peluncuran distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.
Acara peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono, Kajari Lamandau Muh Yusuf Syahrir, unsur Forkopimda Kabupaten Lamandau, serta perwakilan kepala sekolah penerima manfaat se-Kecamatan Bulik.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menyampaikan bahwa peresmian SPPG Kemala Presisi ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah pusat.
“Ini adalah program Bapak Presiden mengenai makan bergizi gratis. Hari ini kita melaksanakan peresmian sekaligus launching pendistribusian perdana kepada 1.500 penerima manfaat di empat sekolah yang telah didistribusikan,” ujar AKBP Joko Handono saat diwawancarai.
Demi memastikan standar gizi dan rasa, kapolres mengundang unsur Forkopimda, Kepala Dinas, dan para kepala sekolah untuk turut mencicipi makanan yang sama dengan yang disajikan kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan layanan.
Dalam peninjauannya, kapolres bersama Forkopimda melihat langsung mekanisme pengolahan makanan, mulai dari layout dapur hingga berdiskusi dengan ahli gizi. Fasilitas yang digunakan pun diklaim memiliki standar tinggi.
“Alat masak yang kita gunakan berbahan stainless keluaran tertinggi, mulai dari pengering piring hingga ompreng dan peralatan lainnya,” jelas kapolres.
AKBP Joko Handono menuturkan bahwa target penerima manfaat MBG akan ditingkatkan secara bertahap, dari 1.500 menjadi 3.500 penerima. Saat ini, fokus distribusi berada di lingkup Kecamatan Bulik dengan radius perjalanan kendaraan maksimal 10 menit demi menjaga kualitas makanan.
Selain itu, Polres Lamandau tengah berdiskusi intensif dengan Pemerintah Daerah untuk rencana pembangunan dapur gizi di daerah 3T (Tertinggal, Terpencil, dan Terluar).
“Ada rencana kita membangun di daerah 3T, sehingga masih kita lakukan verifikasi segmen penerima manfaatnya, apakah anak sekolah, ibu hamil, menyusui, atau balita. Tujuannya untuk meminimalisir stunting, mencerdaskan anak bangsa, serta diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dengan munculnya lapangan pekerjaan baru,” ungkapnya.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan pita, pelepasan armada mobil distribusi MBG, serta pencicipan hidangan makan bergizi yang akan dibagikan ke sekolah-sekolah. (bib)


