PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Masa jabatan Prof. Salampak sebagai Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2022-2026 secara resmi berakhir pada Selasa (8/9/2026).
Meski kursi pimpinan tertinggi kampus tersebut kini telah purnatugas, kepastian mengenai siapa rektor definitif selanjutnya maupun penunjukan pelaksana tugas (Plt) masih belum terjawab.
Hal ini lantaran proses Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Sebelumnya, tahapan akhir di tingkat kementerian sebenarnya telah berjalan. Tiga kandidat rektor sudah merampungkan sesi wawancara bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, pada Kamis (20/8/2026) lalu.
Ketiga calon tersebut meliputi Guru Besar FMIPA Prof. Liswara Neneng, Dekan FH Dr. Thea Farina Embang, serta Dekan FISIP Prof. Bhayu Rhama.
Menanggapi belum turunnya jadwal pemilihan lanjutan dari pusat, Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) UPR, Prof. Joni Bungai, menjelaskan bahwa seluruh tugas kepanitiaan di tingkat universitas sudah tuntas dikerjakan. Saat ini, pihaknya hanya memantau arahan lebih lanjut dari kementerian.
“Kita tunggu dari kementerian saja. Dia kan sudah menyelesaikan. Jadi tinggal menunggu keputusan kementerian. Kita masih menunggu saja apa keputusan dari kementerian,” ujar Joni saat diwawancara awak media, Selasa (8/9/2026).
Sementara terkait dengan kekosongan pimpinan pascaberakhirnya masa bakti Prof. Salampak hari ini, Joni menegaskan bahwa panitia tidak memiliki hak untuk menentukan pengisi jabatan sementara waktu.
“Itu kan Pak Menteri sudah tahu semua. Apakah Plt atau enggak itu bukan wewenang kami. Jadi, kami menunggu saja,” tegasnya.
Ia meyakini bahwa kementerian sudah sangat memahami situasi di daerah, termasuk batas akhir masa jabatan rektor pada 8 September 2026. Oleh karena itu, segala mekanisme transisi kepemimpinan kampus diserahkan sepenuhnya pada kewenangan pusat.
“Urusan itu sudah tahu Pak Menteri, sekarang berapa sudah berakhir. Mungkin karena situasi saat ini, kami menunggu saja,” pungkas Prof. Joni. (her)


