Guyuran Hujan di Palangka Raya Bukan Hasil OMC, BMKG Beri Penjelasan Begini

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah beberapa pekan terakhir dilanda cuaca kering di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagian wilayah Kota Palangka Raya akhirnya diguyur hujan, Selasa sore (8/9/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di sejumlah wilayah kota berdasarkan radar cuaca dan alat pengukur hujan otomatis.

“Terpantau hujan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kecamatan Bukit Batu bagian selatan, Jekan Raya, dan Pahandut bagian utara. Hujan yang terukur di ARG Jekan Raya mencapai 26 milimeter,” ujarnya.

Turunnya hujan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi setelah Palangka Raya mengalami periode tanpa hujan dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi itu turut memperburuk karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Teras Narang Beberkan Sejumlah Masalah soal Perkebunan

Meski demikian, Ihsan menegaskan bahwa hujan yang terjadi pada Selasa sore merupakan hujan alami yang terbentuk akibat proses atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah dan bukan merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Hujan yang terjadi merupakan hujan alami. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, terdapat pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di sekitar wilayah Palangka Raya hingga akhirnya menghasilkan hujan,” jelasnya.

Dia menerangkan, hujan yang turun belum dapat dijadikan indikator bahwa musim hujan telah dimulai di Kota Cantik. Sebab, kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih menunjukkan kecenderungan curah hujan yang relatif rendah.

Electronic money exchangers listing

Berdasarkan peta prediksi curah hujan harian BMKG periode 8–15 September 2026, potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, diperkirakan semakin menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga :  Masuk Kampus, Polwan Polres Lamandau Ingatkan Mahasiswa Baru Jauhi Narkoba dan Kekerasan Seksual

“Prediksi potensi hujan untuk beberapa hari ke depan semakin menurun untuk wilayah Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Palangka Raya masih berada dalam fase musim kemarau, meskipun sesekali berpotensi terjadi hujan lokal akibat pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.

BMKG pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla karena curah hujan yang terjadi masih bersifat sporadis dan belum cukup untuk mengakhiri periode kering yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, hujan yang mengguyur sejumlah kawasan pada Selasa sore diharapkan dapat membantu mengurangi titik panas serta memperbaiki kualitas udara yang belakangan terdampak asap karhutla di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Setelah beberapa pekan terakhir dilanda cuaca kering di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagian wilayah Kota Palangka Raya akhirnya diguyur hujan, Selasa sore (8/9/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Muhamad Ihsan Sidiq, mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terpantau terjadi di sejumlah wilayah kota berdasarkan radar cuaca dan alat pengukur hujan otomatis.

“Terpantau hujan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Kecamatan Bukit Batu bagian selatan, Jekan Raya, dan Pahandut bagian utara. Hujan yang terukur di ARG Jekan Raya mencapai 26 milimeter,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Turunnya hujan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena terjadi setelah Palangka Raya mengalami periode tanpa hujan dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi itu turut memperburuk karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Teras Narang Beberkan Sejumlah Masalah soal Perkebunan

Meski demikian, Ihsan menegaskan bahwa hujan yang terjadi pada Selasa sore merupakan hujan alami yang terbentuk akibat proses atmosfer di wilayah Kalimantan Tengah dan bukan merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Hujan yang terjadi merupakan hujan alami. Berdasarkan pengamatan radar cuaca, terdapat pertumbuhan awan konvektif yang cukup signifikan di sekitar wilayah Palangka Raya hingga akhirnya menghasilkan hujan,” jelasnya.

Dia menerangkan, hujan yang turun belum dapat dijadikan indikator bahwa musim hujan telah dimulai di Kota Cantik. Sebab, kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan masih menunjukkan kecenderungan curah hujan yang relatif rendah.

Berdasarkan peta prediksi curah hujan harian BMKG periode 8–15 September 2026, potensi hujan di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, diperkirakan semakin menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga :  Masuk Kampus, Polwan Polres Lamandau Ingatkan Mahasiswa Baru Jauhi Narkoba dan Kekerasan Seksual

“Prediksi potensi hujan untuk beberapa hari ke depan semakin menurun untuk wilayah Kota Palangka Raya,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa wilayah Palangka Raya masih berada dalam fase musim kemarau, meskipun sesekali berpotensi terjadi hujan lokal akibat pembentukan awan hujan pada sore hingga malam hari.

BMKG pun mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi karhutla karena curah hujan yang terjadi masih bersifat sporadis dan belum cukup untuk mengakhiri periode kering yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, hujan yang mengguyur sejumlah kawasan pada Selasa sore diharapkan dapat membantu mengurangi titik panas serta memperbaiki kualitas udara yang belakangan terdampak asap karhutla di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru