PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kota Palangka Raya terus menunjukkan progres positif, bahkan menempatkan daerah tersebut dalam empat besar nasional untuk capaian pembangunan program tersebut.
“Palangka Raya saat ini berada di peringkat keempat nasional karena progres pembangunan yang berjalan baik dan sesuai target. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Juli 2026,” kata Dandim 1016/Palangka Raya, Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, Senin (8/6/2026).
Program Koperasi Merah Putih sendiri dirancang untuk hadir di setiap desa dan kelurahan sebagai upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
“Awalnya ada 19 lokasi, kemudian bertambah menjadi 21 lokasi. Saat ini seluruh lokasi tersebut sudah tergabung dalam program dan proses pembangunannya terus berjalan,” ujarnya.
Di Kota Palangka Raya yang memiliki 30 kelurahan, sebanyak 21 lokasi telah masuk dalam program pembangunan koperasi tersebut dan saat ini berada dalam berbagai tahapan pengerjaan.
“Dari 21 lokasi itu, tujuh unit koperasi sudah selesai dibangun, yakni di Kelurahan Tumbang Tahai, Habaring Hurung, Sei Gohong, Petuk Ketimpun, Menteng, Kereng Bangkirai, dan Panarung,” ungkapnya.
Meski pembangunan berjalan sesuai target, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kebutuhan material konstruksi.
“Kendala utama ada pada pengadaan material dan kondisi lahan gambut. Namun sejauh ini semua dapat diatasi dan pembangunan berjalan lancar. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan yang sangat baik,” katanya.
Menurut Kurniawan, sebagian material bangunan, khususnya besi, masih harus didatangkan dari Pulau Jawa untuk memperoleh harga yang lebih kompetitif.
“Selain material, kondisi lahan gambut di beberapa lokasi juga memerlukan pekerjaan penimbunan terlebih dahulu sebelum pembangunan dapat dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, koperasi yang telah selesai dibangun belum seluruhnya beroperasi karena masih menunggu kelengkapan fasilitas pendukung dari pemerintah pusat.
“Operasional koperasi akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh sarana pendukung tersedia. Nantinya setiap koperasi juga akan mendapatkan kendaraan operasional untuk menunjang kegiatan usaha,” ujarnya.
Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, sejumlah koperasi juga dirancang untuk mendukung pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitarnya.
“Kami ingin keberadaan Koperasi Merah Putih tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” tutupnya. (adr)


