PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas meluas hingga mencapai 3.659 hektare. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas mencatat setidaknya ada 399 kejadian karhutla yang tersebar di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengungkapkan kondisi lahan yang sangat kering membuat kobaran api cepat menyebar dan mengancam permukiman warga.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih parah, tim satgas di lapangan memprioritaskan penyekatan jalur api.
“Hampir semua titik karhutla ini sudah mendekati rumah warga. Makanya fokus utama kami saat ini adalah memblokade pergerakan api agar tidak masuk ke area pemukiman,” ujarnya saat diwawancara Prokalteng, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, meski titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau dan terkendala minimnya sumber air, upaya pencegahan agar api tidak masuk ke area warga berhasil dilakukan. Hingga saat ini, belum ada bangunan rumah warga yang terbakar akibat sebaran api.
“Sampai sekarang tidak ada rumah warga yang terbakar. Hanya ada satu fasilitas bangunan tempat usaha walet yang terdampak di bagian atapnya, selebihnya berhasil kita amankan,” jelasnya.
Selain akses dan ketersediaan air, keselamatan serta kesehatan personel di lapangan juga menjadi perhatian utama BPBD selama proses pemadaman berlangsung.
Terkait kebutuhan operasional pemadaman dan penanganan bencana, Pangeran memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas memberikan dukungan penuh melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Pihaknya terus mengajukan usulan anggaran secara berkala sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.
“Dari sisi pendanaan atau anggaran penanganan karhutla, sampai saat ini tidak ada pembatasan. Setiap ada kebutuhan perpanjangan penanganan, kita ajukan dan selalu didukung oleh Pemkab,” pungkasnya. (her)


